Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 99


__ADS_3

Nyonya Dwi langsung bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Priska yang tiba-tiba terdiam tanpa gerakan apa pun yang dia lakukan. Tanpa sepatah kata pun dia terdiam dalam lamunannya hingga seperti sebuah mobil patung saja.


"Bagaimana kalau Nyonya tahu kalau aku tidak membunuh bayinya Vanesaa, pasti dia akan murka padaku bahkan mungkin aku akan dibunuhnya, semoga saja itu tidak terjadi ya Tuhan, jangan biarkan ia tahu dengan rahasiaku itu, karena aku tidak mungkin dengan tega menghabisi nyawa seorang bayi yang sama sekali tidak berdosa dan bersalah," batinnya Priska.


Nyonya Dwi Handayani memutuskan untuk menepuk pundaknya Priska agar segera tersadar dari kebisuan dan kebekuannya. Hal itu ia lakukan bertujuan agar Priska segera tersadar dan bangkit dari lamunan dan khayalannya.


"He ahhh eeehh apaan tuh!!" Ucap spontan Priska saat dikagetkan oleh Nyonya Dwi agar segera mengakhiri lamunannya itu.


Bu Dwi kembali tertawa terbahak-bahak saat melihat reaksi dan respon yang ditunjukkan oleh Priska. Dia spontan mengelus dadanya saking kagetnya saat dipukul oleh Nyonya Dwi tersebut.


"Apa yang terjadi padamu Priska? Sedari tadi aku manggil kamu tapi kamu tidak ada reaksi sedikitpun bahkan aku menganggap kamu sudah dirasuki oleh roh jahat penunggu pohon tomat," terang Bu Dwi yang menatap jengah ke arah asisten pribadinya itu yang masih betah berstatus gadis perawan.


Hehehehe," aku baik-baik saja kok Bu, ehh Nyonya aku hanya teringat dengan orang di rumah saja Nyonya tidak lebih dan tidak ada yang lain," jawabnya yang ketakutan jika dia ketahuan memikirkan hal itu dan berpura-pura sedih dan mulai berakting agar Bu Dwi tidak mengetahui kebenaran yang ada.


Prita sedikit gelagapan dan tergagap karena terkejut dengan pukulan dari tangannya Nyonya Dwi Handayania.


"Emangnya kenapa dengan keluargamu di rumah? Apa mereka baik saja?" Tanyanya Nyonya Dwi penuh selidik.


"Eh anu Nyonya, mereka butuh biaya karena kakakku akan melahirkan tapi suaminya baru-baru dipecat dari tempat kerjanya," ucapnya yang sedikit bumbu kebohongan walaupun kakaknya memang hamil tapi baru delapan bulan.


Prisk menundukkan kepalanya agar tidak ketahuan dan dilihat oleh Nyonya Dwia jika dia berbohong dan menyimpan sesuatu rahasia yang sangat besar.


"Baiklah aku akan kirimkan sejumlah uang untuk biaya melahirkan kakakmu tapi, ingat setelah ini bekerja lah dengan sebaiknya dan jangan mengulang lagi untuk terus melamun itu berbahaya, bisa-bisa kamu membawa masuk hantu ke dalam sini," terangnya Nyonya Dwi yang mulai ketakutan dengan makhluk halus.

__ADS_1


"Baik Nyonya perintah siap dilaksanakan," ujarnya lalu berjalan ke arah luar setelah dia diperintahkan pergi dari sana oleh Nyonya Dwi dengan kode dan isyarat menggunakan jari tangannya.


Bu Dwi tersenyum penuh kemenangan,"akhirnya apa yang telah lama aku tunggu bertahun-tahun lamanya akan segera terwujud juga, Vanesa terlalu lugu,polos dan naif sehingga sangat mudah untuk membohonginya, menipunya, memanfaatkan, memanipulasi keadaan," umpatnya Bu Dwi.


Dia lalu tertawa terbahak-bahak karena tinggal selangkah lagi menuju kemenangan dan keberhasilannya untuk menguasai seluruh harta kekayaan Ariel yang sudah hampir menjadi miliknya dan berada di dalam genggamannya.


"Hanya satu hal yang aku sesalkan dan aku tidak terima kenapa Mas Aril Permana menutupi semua kenyataan itu dariku, apa Mas Ariel sama sekali tidak mempercayai dan tidak menganggapku sebagai istrinya bagian dari hidupnya?" Gumamnya yang masih duduk di kursi taman di atas ayunan.


Vanesaa bagaikan anak kecil yang berayun-ayun di siang hari itu. Dia tidak peduli dengan panasnya terik matahari yang menerpa punggungnya, sama sekali tidak dihiraukan.


Air matanya sedari tadi masih setia membasahi pipinya. Dia tidak menyangka jika nasib rumah tangganya jadinya akan berakhir seperti ini lagi.


"Ya Allah… cukup sekali aku merasakan sakitnya bercerai dengan mantan suamiku jangan biarkan kali ini berakhir seperti itu juga," cicitnya.


Setelah berbincang-bincang dengan Vanesaa, Nyonya Dwi meninggalkan rumah kediaman pasangan suami istri itu yaitu Vanesa dan Aril. Dia kembali ke rumahnya dengan perasaan yang bahagia yang membuncah di dalam hatinya.


"Baik Nyonya," sahut Priska yang segera menjalankan perintah yang ditugaskan oleh Nyonya Dwi untuknya.


"Apa pun akan aku lakukan asalkan Samudera bersamaku, kenapa aku memilih hanya satu diantara mereka karena Angkasa itu penyakitan, aku tidak mau menghabiskan uangku hanya untuk terus-menerus mengobatinya," pungkasnya la Nyonya Dwi sambil menekan tombol suami pertamanya hingga detik ini juga.


"Ya Allah… kenapa Nyonya Dwi sangat berubah? Padahal dulu tidak seperti ini, apa karena kedatangan kembali mantan suaminya itu yah?" Batinnya Priska yang keheranan dan tidak menyangka dengan semua itu.


"Nyonya Dwi sikapnya tidak seperti 12 tahun lalu, sebelum Tuan Muda Ariel menikah dengan Nyonya Muda Vaneesa, aku sangat kasihan dengan Vanesa," gumamnya Priska yang sudah menghubungi beberapa anak buahnya yang paling bisa dipercaya dan diandalkan.

__ADS_1


Priska mulai menjelaskan secara detail tentang rencana yang diembannya yang akan disampaikan ke anak buahnya yang bersumber dari perintah Nyonya Dwi. Sedangkan Ariel hari itu mendatangi pengacara kakeknya sekaligus sahabat mendiang Ayahnya.


Dia ingin memperbaharui surat wasiatnya.VAwalnya dia berniat untuk memberikan sebagian hartanya untuk Neneknya Dwi, tapi satu kenyataan yang baru di dengarnya membuatnya sangat shock dan terkejut.


"Assalamu alaikum, selamat datang nak di kantornya paman," sapa Pak Rusman, SH.


"Waalaikum salam, makasih banyak Paman," sahutnya dengan seulas senyuman khasnya.


"Silahkan duduk Nak dan tolong periksa semua berkas ini apa sudah sesuai dengan yang kamu inginkan atau belum dan paman harap kamu tidak terkejut dengan apa yang akan paman katakan sebelum terlambat," jelas Pak Ruslan.


Ariel tersenyum menanggapi perkataan dari istrinya itu tanpa ingin menyanggah ataupun membantah sedikitpun perkataan dari istrinya.


Vanesa merayu suaminya berkilah bahwa, "nanti benar-benar dia kerepotan dan tidak mampu lagi merawat keduanya barulah dia menginginkan bantuan, lagian ada Priska, Mbak Melati, Mawar dan maid lainnya yang silih berganti menjaga baby twins kita sayang."


"Baik Nyonya, perintah siap dilaksanakan," balasnya lalu membaringkan tubuhnya Angkasa ke atas box bayinya.


"Dimana suami kamu Van?" Tanyanya yang memeriksa kondisi Baby Angkasa dan Baby Samudera.


Ariel spontan menatap tajam ke arah Pak Rusman karena tidak mengerti dari arah dan maksud perkataannya.


Raut wajah kebingungan dan keheranan diperlihatkannya. Dia tidak tahu apa maksud dari ucapan pamannya itu.


"Santai saja Nak, jangan jadikan beban dan diambil hati paman, dan apa yang akan paman katakan padamu nanti, paman Hanya berharap jangan berubah pada nenekmu," tuturnya Pak Rusman.

__ADS_1


Baginya Ariel itu adalah sebuah teka-teki yang cukup mampu membuatnya kebingungan dan menguras otak dan tenaganya untuk berpikir.


"Apa maksudnya Paman berkata seperti itu dan apa hubungannya dengan Mama?" Batinnya Ariel yang penuh tanda tanya.


__ADS_2