
"Apa sih yang dikerjakan oleh Mas Aril di dalam sana, kok sudah hampir setengah jam dia di kamar mandi?" Ketusnya yang selalu melihat ke arah pintu kamar mandi.
Vanesa berpegangan pada ujung ranjangnya agar bisa berdiri tegak yang mengalami kesulitan, padahal usia kandungannya baru jalan lima bulan lebih. Dan perutnya semakin membesar setiap minggunya seakan-akan tubuhnya sudah seperti gentong yang berjalan saja.
"Aku hanya hamil dua anak saja tapi seakan-akan aku hamil tiga, aku sempat lihat dan tanya ibu-ibu yang kebetulan hamil anak kembar dua mereka santai dan tidak seperti aku ini," lirihnya Vanesaa.
Dia berjalan tergopoh-gopoh dan seperti Ikan buntal yang berjalan. Selama dirinya di Jerman perutnya seolah-olah semakin besar saja seperti balon udara yang semakin ditiup semakin gede juga.
"Mungkin karena anakku kembar dan sudah jalan enam bulan jadi perutku semakin bertambah bobotnya dan besar pula," gumam Vanesa yang sudah ngos-ngosan berjalan padahal hanya beberapa langkah saja dari ranjang dengan kamar mandi dia sudah kelelahan.
"Mas!! Buka dong pintunya," teriaknya yang tangannya mengetuk pintu kamar mandi.
Aril segera menyelesaikan mandinya dan bergegas ke luar dari kamar mandi dan memakai pakaian jubah mandinya di tubuhnya yang masih meneteskan air bekas siraman di tubuhnya.
Aril dibuat tercengang dan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh istrinya, yaitu langsung memeluk tubuh suaminya tanpa ba bi bu dengan eratnya lalu perlahan mengendus bau dan aroma sabun mandi yang bercampur dengan wangi sampo yang dipakai oleh Aril.
Vanesa dibuat kelimpungan dengan apa yang dilakukan olehnya diatas tubuhnya. Vanesa mencium dan mencumbu Aril dengan penuh kelembutan. Hingga bulu kuduknya aril meremang seketika.
Audrey Vanessa tidak berhenti di situ saja malahan mulai turun ke bawah tapi, segera dicegah oleh Aril secepatnya sebelum apa yang dia tutupi terbongkar sudah. Dia ingin dan bahkan sangat ingin melakukan hal itu, tapi apa daya dia tidak mungkin bisa melakukannya hingga sampai kapanpun itu.
"Vanesa! Please kita ini sedang di dalam kamar mandi sayang, Mas juga lagi mandi," cegahnya Aril agar kelakuan istrinya segera berhenti.
Aril segera menyadarkan Vanesa untuk berhenti melakukan hal itu. Dengan menggendong tubuh istrinya ke dalam kamar mandi dan memasukkan ke dalam bathtub nya dan segera mengisi air dingin kedalamnya.
"Sayang! Sudah hampir lewat waktu shalat ashar loh, aku shalat dulu yah," tampiknya Aril yang semakin berusaha untuk menutupi kenyataan yang ada pada dirinya.
"Mas!! Kenapa??" Teriaknya Vanesssa dengan penuh kekesalan dan amarah di hadapan suaminya yang hanya terdiam membeku di tempatnya.
__ADS_1
"Maaf," cicit Aril hanya kata itu yang mampu terucap dari bibirnya Aril lalu keluar dari kamar mandi.
"Aaaaahhhhh!!!" Teriak Vanesaa dengan kesalnya yang memukul permukaan air.
Aril menyeka air matanya, sangat sulit baginya untuk berkata jujur tentang apa yang sedang terjadi padanya.
"Maafkan Mas, belum saatnya aku berkata jujur padamu, tapi aku sangat ingin berterus terang tapi lidah ini tiba-tiba keluh dan tidak bisa melakukannya," Aril membatin seraya memakai pakaiannya untuk segera shalat.
"Apa salahku Mas!!! Apa aku tidak pantas untuk kamu sehingga kamu menolak keinginanku!! Apa aku karena janda sebelum Mas nikahi!!" Geramnya Vanesaa yang berteriak-teriak di dalam kamar mandi sambil tangannya melempar semua barang yang ada di dalam kamar mandi yang mampu Ia jangkau.
Air matanya menetes membasahi pipinya, ia terduduk berselonjor kakinya di atas lantai keramik marmer yang sudah penuh dengan air.
"Sedih, sakit, kecewa saat suami sendiri menolak keinginanku," ratapnya Vanesa.
"Ya Allah... maafkanlah aku, aku sangat tidak berani menceritakan semuanya tentang diriku sendiri yang sebenarnya di hadapanmu sayang, aku terlalu takut jika kamu pergi dari hidupku untuk selamanya setelah kamu tahu fakta itu," cicitnya Aril disela tangisannya saat selesai shalat ashar.
Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
__ADS_1
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Cinta pertama
Duren I Love You
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
__ADS_1
I love you all..