
"Antara keluarga tidak ada kata berterima kasih satu sama lainnya, ini juga sudah tanggung jawabnya Paman sesuai amanah Pak Permana dan Arieli almarhum suamimu," balasnya Pak Ferdy.
Bu Wardah Sari yang mendengar perkataan dan penjelasan dari Pak Ferdy tentang menyebut namanya Aril sudah almarhum sangat sedih dan terpukul.
"Ya Allah… putriku untuk kedua kalinya kembali menjadi janda, sungguh malang nasibmu Nak," Bu Warda membatin.
Beda orang, beda cerita, beda porsi, beda prinsip. Nikmati apa yang kamu jalani sekarang, karena pohon yang besar untuk tumbuh butuh proses yang panjang.
"Antara keluarga tidak ada kata berterima kasih satu sama lainnya, ini juga sudah tanggung jawabnya Paman sesuai amanah Pak Permana dan Ariel almarhum suamimu," balasnya Pak Ferdy.
Bu Wahdah Sari yang mendengar perkataan dan penjelasan dari Pak Ferdy tentang menyebut namanya Ariel sudah almarhum sangat sedih dan terpukul.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun, Ya Allah… putriku untuk kedua kalinya kembali menjadi janda, sungguh malang nasibmu Nak," Bu Wardah membatin.
Bu Wardah menatap sedih dan penuh haru kearahnya Audrey Vanesa. Beliau tidak menyangka jika, anak angkatnya akan bernasib seperti itu. Padahal dia mengetahui awalnya nikah karena paksaan dari Nyonya Dwi Handayani sendiri.
"Apa semua ini karena ada orang yang mengatur dengan sengaja agar Vanessa menikah dengan Sakti? padahal diketahui jika Vanesa waktu itu sudah hamil dan sama sekali tidak setuju tapi, berkat bujukan dan rayuan maut yang bertubi-tubi dilayangkan oleh Nyonya Dwi makanya Vanesa bersedia menerima semua itu," Bu Wardah membatin semakin tidak percaya dengan apa yang terjadi pada nasib Vanesa dan anak kembarnya.
Pak Ferdy yang sedari tadi terdiam di tempatnya hanya memperhatikan aktivitas yang dilakukan oleh Vaneesa dengan Bu Wardah. Ibu Wardah adalah perempuan yang pernah hadir di dalam kehidupannya.
Hingga detik ini rasa itu masih sama dengan apa yang dia rasakan hampir dua puluh tahun silam. Walaupun sudah dimakan waktu dan usia tapi, perasaan yang mereka miliki di dalam hati masing-masing masih sama seperti awal mereka menyatakan cinta.
"Wardah! Sebenarnya ada yang ingin aku katakan sebenarnya padamu, tapi sepertinya hari ini tidak cocok aku katakan padamu," ungkapnya Pak Ferdy dengan penuh pertimbangan dan hati-hati.
"Katakan saja Mas, jika memang itu sangat penting," imbuhnya Bu Wardah dengan senyuman teduhnya itu.
__ADS_1
"Sudah larut malam juga, gak enak sama yang lain lagian kamu pasti banyak pesanan jadi beristirahatlah, Mas akan pulang dan insya Allah.. kalau ada waktu Mas akan berkunjung kembali ke sini," ujarnya sembari melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
"Baiklah kalau seperti itu keinginan dan keputusannya Mas, saya akan menunggu Mas untuk menyampaikan hal tersebut," ucapnya dengan seulas senyuman yang khas dipersembahkan oleh Bu Wardah di hadapan Pak Ferdy.
Sedangkan di tempat yang sedikit jauh dari tempat mereka berada. Sekitar beberapa puluhan kilometer jam perjalanan. Ada seorang anak kecil dalam keadaan demam yang tinggi.
Suara jangkrik, burung hantu serta anjing menggonggong saling bersahutan satu dengan yang lainnya, memeriahkan suasana malam itu yang begitu mencekam. Kamar yang didesain dengan motif princess Sofia itu, cat temboknya dipadukan dengan warna pink biru itu menjadi saksi kesedihan Kakek dan Neneknya.
Sepasang pasutri lansia itu sedih melihat kondisi dan keadaan dari cucu satu-satunya perempuan di dalam keluarganya. Papa, Neneknya serta kakeknya dibuat kelimpungan dan ketakutan. Mereka silih berganti menjaga cucu sekaligus anak tunggal dari putra sulung mereka.
"Ara! minum obatnya yah sayang! kalau tidak minum obat gimana caranya mau sembuh," bujuk neneknya Bu Elma.
Ara terus menggelengkan kepalanya dengan menutup mulutnya yang menolak obat yang berbentuk sirup yang disodorkan oleh Neneknya. Syailendra yang melihat hal tersebut yang sebenarnya baru pulang dari kantornya melihat hal tersebut langsung turun tangan untuk membujuk putri semata wayangnya itu.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
__ADS_1
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya.
Makasih banyak all readers…
I love you all..
.
__ADS_1