Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 125


__ADS_3

Angkasa baru mau membuka mulutnya untuk berbicara tapi, Endra segera menghentikan laju mobilnya tepat di depan pagar besi bercat hitam itu.


"Angkasa, kita sudah sampai di hadapan rumah kamu Nak!" Ujarnya Endra.


Syailendra segera membuka seatbelt nya lalu segera berjalan ke pintu belakang untuk membuka pintu untuk Angkasa, tapi tangannya menggantung tidak jadi karena kedua sudut matanya melihat seseorang.


Syailendra yang sudah bersiap untuk memutar kenop pintu mobilnya terpaksa menggantung dan gagal.


Wajahnya sumringah melihat ke arah seorang perempuan yang sejak hampir sepuluh tahun lalu ia ingin temui. Langkah kakinya menuntunnya ke arah perempuan yang sedang mematikan mesin motornya dan membuka helmnya.


Senyuman tersungging disudut bibirnya itu, raut wajahnya sumringah kegirangan saking bahagianya melihat perempuan yang selalu ia rindukan, harapkan kedatangan dan pertemuannya. Ia sudah melupakan kehadiran kedua anak kecil yang berada di atas mobilnya yang menantinya itu.


"Audrey Vanessa!" Sapanya ketika sudah berada di belakang punggungnya seorang perempuan yang masih terlihat cantik dan awet muda padahal sudah melahirkan anak kembar yang besok sudah berusia 10 tahun.


Vanesaa yang masih mengingat dan menghafal dengan benar suara pria yang dengan tega dan tidak berperasaan menuduhnya jika dia tidak perawan lagi. Pria yang baru beberapa menit yang lalu melalui malam pertamanya selama sudah menikah hampir setahun lamanya tapi baru saat itu ia berhubungan intim sekaligus untuk terakhir kalinya dalam masa pernikahannya.


Vanessa terdiam dan tak bergeming sedikitpun, helmnya masih dalam genggaman tangannya yang belum ia simpan. Pertemuan yang selalu ia berusaha untuk hindari dan takutkan akhirnya jadi kenyataan juga.


"Ya Allah… kenapa aku harus bertemu dengan Mas Endra… aku sangat tidak ingin bertemu dengannya lagi walaupun hati kecilku menginginkannya tapi, aku tidak ingin bertemu terlebih dahulu sebelum aku siap ya Allah…," batinnya Vaneesa.


Syailendra segera berjalan cepat dan menarik tubuhnya Vanesa kedalam dekapan pelukannya. Vanesaa baru ingin berlari dari sana tapi langkahnya kalah cepat dari tarikan tangannya Endra.


"Vanessa, aku mohon jangan pergi lagi dari sisiku, aku tidak sanggup hidup tanpa dirimu, aku cukup menderita karena kepergianmu Vaneesa," ratapnya Syailendra Aryasatya Abimanyu.


Baru saja Vaneesa ingin melepaskan pelukannya dari tubuhnya Endra, sudut matanya melihat kedatangan putra sulungnya itu yang berdiri menatap intens ke arahnya.


"Vanesa!! Istriku!!" Pekiknya yang langsung berlari menuju arah Vanesa.


Ibu Helma yakin jika surat cerai itu bukanlah keinginannya semata dari Vanesa, dia yakin dan sangat tahu karakternya Vaneesa bagaimana yang sangat membenci yang namanya perceraian.


"Ibu yakin ada seseorang yang memanfaatkan keadaan ini, dan bodohnya putra kita tertipu dan terperdaya dengan keburukan dan kebusukan dari istri sirinya  sehingga terlalu bego hingga masuk ke dalam perangkap orang itu," ungkap Bu Helma lagi.

__ADS_1


"Mama!" Ucapnya Angkasa.


"Papa!" Tegurnya Starla Kejora Aysila Syailendra.


Kedua orang dewasa itu segera melepaskan pelukannya. Karena salah tingkah sudah kedapatan saling berpelukan membuat Endra dan Vaneesa tersenyum malu-malu.


"Mama! Apa Mama mengenal Uncle Syailendra?" Tanyanya Angkasa penuh selidik yang sudah berdiri pas depan tubuhnya Vanesaa.


Sedangkan Vaneesa tidak mampu untuk menjawab pertanyaan dari anaknya itu. Lidahnya tiba-tiba keluh seketika dan tidak bisa berucap sepatah kata pun. Ara hanya terdiam menunggu kedua orang dewasa tersebut membuka suaranya untuk berbicara jujur di depannya mereka.


"Ya Allah… apa Angkasa anaknya bersama dengan pria suami keduanya itu," batin Syailendra.


Tanpa sepatah kata pun Vanesa langsung cabut dan kabur dari tempat tersebut. Ia tidak ingin menjelaskan semuanya alasannya di hadapan mantan suaminya itu. Vanesaa menarik tangannya Angkasa dengan cukup kuat. Lalu Ia menutup rapat pintunya dengan sedikit kuat.


Ara dan Endra hanya terdiam tanpa berniat untuk mengejar Angkasa dan Vanessa. Mereka sama-sama terdiam dalam seribu bahasa. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Pak Abimanyu melototkan matanya seakan-akan kedua bola matanya ingin melompat keluar dari kelopak matanya itu. Saking tidak percayanya dengan apa yang dia lihat. Beberapa foto dan rekaman video yang dia lihat membuatnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban segala risau hatiku


Dan biarkan diriku

__ADS_1


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahan ku


Dan bila nanti engkau di sampingku


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban segala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


miliki aku dengan segala kelemahan ku


Dan bila nanti engkau di di sampingku


Jangan pernah letih untuk mencintaiku


"Hari ini aku tidak akan menuntut jawaban dari segala pertanyaan yang muncul dalam benak dan pikiranku, tapi aku akan mencari tahu sendiri apa hubungannya Vanesa dengan anak kecil itu,apa anak kandung atau anak angkat saja, karena waktu itu aku melakukannya berulang kali bersamanya walaupun kala itu aku terlalu bodoh menuduhnya jika dia tidak pe ra wan lagi, aku akan berusaha keras untuk meminta maaf kepada Vanesa," Syailendra membatin.

__ADS_1


"Aku tidak akan biarkan dia mengerjakan jika Angkasa adalah anaknya bagaimana pun caranya, saya akan mencegah dan menutupi kenyataan itu agar Mas Endra tidak bisa mengetahui kenyataan yang ada jika putraku adalah anak kembarnya," cicitnya Vanesa seraya terus menarik tangan kanannya Angkasa hingga ke dalam kamarnya.


__ADS_2