Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 73


__ADS_3

"Papa akan telpon supir untuk mengantar kita ke sana," usulnya Pak Abimanyu lalu secepatnya menelpon nomor hpnya supir pribadinya.


Berselang beberapa saat kemudian, pak supir sudah berada di dalam kamar tersebut. Mereka membawa Endra ke dalam mobil untuk membawanya ke rumah sakit tempat praktek dokter Frans Lie berada.


"Ya Allah… semoga saja Pak dokter ada di tempat kerjanya? Aku sudah tidak sanggup melihat putraku terus-menerus seperti mayat hidup saja," batinnya Bu Helma menjerit hingga air matanya menetes membasahi pipinya.


Pak Abi yang melihat keadaan istrinya refleks merangkul erat istrinya agar lebih tenang dan sabar menghadapi segala cobaan hidup yang dialami oleh anaknya.


Tidak ada sebab tanpa akibat. Apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai. Cinta dan obsesi yang membutakan mata hatinya Andra hingga harus menanggung beban dan penderitaan dari pilihannya sendiri hidupnya sendiri.


Mobil mereka menyusuri jalan yang cukup padat siang hari itu. Pak Abi dan Ibu Helma sangat berharap agar apa yang dilakukannya kali ini membuahkan hasil yang maksimal dan anaknya segera sembuh dan terbebas dari penyakitnya.


"Mas apa ini rumahnya?" Tanyanya Bu Helma yang melihat serta mengamati bangunan rumah yang ada di depannya yang nampak sangat sepi itu.


"Iya benar sekali, aku sangat hafal dan ingat waktu itu aku sering bermain di sini semasa sepulang kami dari Inggris," jawabnya Pak Abi yang ikut memandang rumah itu yang seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan sedikitpun.


"Mas! apa jangan-jangan temannya Ayah tidak ada? Kok sangat sepi yah?" Tanyanya ibu Helma yang masih mengedarkan pandangan matanya yang mampu dia lihat kedalam halaman rumah mewah yang bercat serba putih tulang itu.


"Mas akan turun untuk memeriksanya,agar kita tahu apa ada orang atau tidak," terang Pak Abi yang kemudian membuka pintu mobilnya.


"Hati-hati Mas," ujar Ibu Helma yang sudah nampak kacau dan kebingungan dengan solusi yang tepat untuk mengatasi penyakit anak sulungnya.


Baru sekitar tiga langkah, tubuh seseorang muncul tiba-tiba dari arah balik pintu gerbang yang menjulang tinggi itu.


"Assalamualaikum, maaf Pak cari siapa yah?" Tanyanya pada Pak Abi.

__ADS_1


Sedangkan Pak Abi yang mendengar seruan dari Security tersebut tersentak terkejut saking kagetnya dengan suara bapak tersebut. Ia mengatur nafasnya yang memburu akibat dari responnya yang cepat tadi.


"Waalaikum salam Pak, maaf mau tanya, pemilik rumah ini Dokter Frans kan?" Tanyanya yang melihat kedalam rumah bak istana itu.


"Maaf anda siapa dan kenapa mencari Tuan Besar?" Tanyanya yang bertanya balik ke hadapan Pak Abimanyu.


Pak Abi tersenyum ramah, "Saya teman kuliahnya dulu di Inggris dan kebetulan saya sangat butuh bantuannya Tuan Besar sekarang juga kalau beliau ada di dalam," jelas Pak Abi.


"Maaf Pak! Tuan besar sudah lama tinggal di Berlin, Jerman sekitar dua tahun yang lalu dan beliau belum pernah kembali lagi ke Jakarta beberapa bulan terakhir ini," tutur Pak Security.


Raut wajahnya Pak Abi spontan berubah drastis dari penuh harap menjadi pesimis, "Ya Allah… kenapa kami sulit sekali untuk bertemu dengannya ?" Batinnya yang sangat sedih dengan kegagalan mereka yang kedua kalinya.


****************


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Merebut Hati Mantan Istri loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana

__ADS_1


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta


Cinta pertama


Duren I Love You



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…

__ADS_1


I love you all..


__ADS_2