
Dia kembali menciumi seluruh wajah dan tubuhnya Aril, hal itu dia lakukan bertujuan untuk akting dan rencananya terlihat lebih sempurna dan meyakinkan. Dia menyimpan banyak tanda kepemilikan di atas tubuhnya Arieli.
Cristin tertawa terbahak-bahak melihat tubuhbya Ariel yang sudah seperti tembok yang dipenuhi dengan cat merah.
"Kali ini kamu tidak akan lolos dariku, dan aku akan berbuat nekat jika kamu menolak permintaanku," terangnya dengan duduk di atas pangkal paha Aril.
"Ha-ha-ha!!!!" Gema suara tawanya memenuhi seluruh penjuru dan sudut ruangan itu.
Ariel menatap penuh amarah Cristin, "Jika kamu ingin selamat dan menikmati kehidupan yang bebas jangan sekali-kali berniat untuk menjebakku, kamu salah orang dan satu hal lagi cepatlah ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaianmu aku sudah muak dan mataku sakit melihat tubuh jelekmu itu," geram Aril di hadapan Cristina
Cristina yang mendengar peringatan dari Aril segera mengambil pakaiannya lalu berjalan tergesa-gesa ke dalam kamar mandi.
Cristina sudah gentar mendengar ultimatum Aril, "Aku harus meminta maaf pada Sakti jika tidak,dia akan membawaku ke kantor polisi dan akan berakhir diriku hidup di dalam penjara, itu tidak boleh terjadi padaku, apa pun akan aku lakukan untuk meminta maaf padanya," cicitnya Cristina sembari memakai pakaiannya dengan tergesa-gesa dengan asal saja.
"Dasar wanita ular,dia meninggalkan banyak bekas kissmark di tubuhku, nantilah aku bersihkan, aku harus urus wanita ular satu ini agar dia kapok dan tidak berbuat kejahatan lagi, kasihan jika pria yang lugu yang menjadi korbannya," gumamnya Aril saat melihat kondisi di tubuhnya itu.
Beberapa saat kemudian, Cristina sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap. Ariel menatap tajam ke arahnya Cristin tanpa ada rasa iba sedikit pun yang membuatnya langsung menundukkan kepalanya saking malu dan takutnya dengan apa yang telah dia perbuat.
*Semoga saja Aril tidak menjebloskan aku ke dalam penjara, jika tidak hancur lah kehidupanku," batinnya Cristin yang sudah gemetaran seluruh tubuhnya dan sesekali menyeka peluh keringat yang mengucur membasahi sekujur tubuhnya.
Ariel berdiri tepat di hadapannya Cristina, "Sebelum aku pergi dari sini tolong bersihkan dan hapus semua foto-foto dan rekaman video yang sudah berhasil kamu rekam dan ambil sedari tadi, jika tidak!! Aku bisa berbuat nekat pada dirimu dan juga Kafemu ini," gertaknya dengan penuh penekanan terhadap perkataannya.
"Ba-ik, aku akan penuhi permintaanmu, ta-pi aku mohon jangan laporkan aku ke po-li-si," jawabnya dengan gagap lalu segera meraih hp dan handycamnya yang terdapat beberapa video dan foto yang berhasil dia ambil tadi.
Setelah memberikan sedikit pelajaran terhadap Cristin, ia kemudian mencari hpnya yang ternyata tersimpan di dalam saku jasnya.
Aril secepatnya mengaktifkan hpnya dan tercengang melihat banyaknya pesan chat dan panggilan yang masuk ke dalam hpnya dari istrinya itu.
Aril mengusap wajahnya dengan gusar, "Istriku pasti sangat khawatir dan mencemaskan diriku karena semalaman aku tidak pulang dan tidak memberikan kabar padanya sekalipun itu," lirihnya yang masih membaca pesan tersebut.
"Aku sudah melakukan semua perintahmu dan please jangan ganggu usahaku ini, hanya ini pekerjaan dan sumber keuangan yang aku miliki," ratapnya Cristina yang berlutut di atas lantai memohon pengampunan kepada Aril.
"Baiklah aku tidak akan melakukannya, tapi ingat jangan sekali-kali mencoba untuk mengganggu kehidupanku lagi, apapun yang terjadi nantinya dan satu lagi rawat dan jagalah calon bayimu dengan baik dan mulailah hubungan yang sehat dengan pria yang bisa menerimamu dengan baik dan apa adanya," ujarnya Ariel yang iba melihat ketidakberdayaan Cristina lalu segera melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
Aril masih punya rasa iba terhadap nasibnya Cristina dan calon bayinya itu. Aril setelah menyelesaikan urusannya dengan perempuan itu, ia tergesa-gesa meninggalkan tempat itu, dan bersiap menuju rumahnya.
Sesekali Aril menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Maafkan Mas sayang,ini semua salahku yang tidak sanggup jujur di hadapanmu, aku takut dan sangat jika kamu mengetahui semuanya kamu akan meninggalkan diriku ini yang terlalu mencintaimu melebihi diriku sendiri," cicitnya Aril dengan meneteskan air matanya.
__ADS_1
Tok.. tok…
Audrey Vanessa baru terbangun dari tidurnya saat pintu kamarnya diketuk oleh seseorang. Maid dan beberapa asisten rumah tangganya berdatangan ke arah kamarnya karena sudah hampir jam 12 siang Nyonya Muda mereka belum bangun dan keluar dari kamarnya.
"Apa Nyonya Muda baik-baik saja?" Tanyanya yang satu.
"Aku sudah takut jika terjadi sesuatu dengan Nyonya apa lagi Nyonya yang sedang hamil tua," timpal yang satunya lagi.
"Iya, aku juga takut dan kalau terjadi sesuatu kepada Nyonya kita yang akan kena marah dan menjadi sasaran empuk kemarahan dari Tuan Muda Aril," sahut yang di sebelah kiri.
"Kita berdoa saja, semoga Nyonya Vanesa baik-baik saja dan tidak ada satupun hal jelek yang terjadi padanya dan juga kandungannya," ujar Alia.
"Amin ya rabbal alamin," jawab Amel dan Alina maid yang sengaja didatangkan dari Indonesia oleh Aril khusus untuk menjaga dan menemani Vanesa.
Mereka masih mengetuk pintu itu hingga Sakti datang dan melihat mereka yang berkerumun di depan kamar pribadinya.
"Apa yang terjadi di sini!! kenapa kalian meski berkerumun di depan kamarku?" Tanyanya dengan wajah keheranan tapi nada suaranya cukup tinggi
"Anu.. anu Tuan Muda, Nyo-nya eehh Nyonya Muda sedari tadi kami bangunkan tapi hingga kedatangan Tuan belum bangun juga," jawab Alina yang langsung menundukkan kepalanya karena takut jika ia salah bicara..
Perkataan mereka membuat langkah Ariel semakin lebar dan tergesa-gesa ke arah mereka. Raut wajahnya tampak sangat cemas. Dia mulai ketakutan jika terjadi sesuatu kepada istrinya dan calon anaknya.
"Minggir!!!" Teriaknya Aril dengan wajahnya yang garang dan sudah memerah.
Ariek segera mendobrak pintu itu sekuat tenaganya hingga berulang kali tapi, pintu yang terlalu kuat, besar dan kokoh itu tak berubah dan bergoyang sedikit pun.
"Panggil Security untuk membantuku! Cepat!!" teriaknya lagi.
Aril tanpa henti berusaha sekuat tenaga untuk mendobrak pintu itu tapi, saking kuatnya pintu itu sama sekali tidak berubah sedikit pun. Raut ketakutan dan cemas jelas terlihat di wajahnya.
"Ya Allah … jaga dan lindungilah istriku dan calon bayi kembar kami," cicitnya Aril.
****************
Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
__ADS_1
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Merebut Hati Mantan Istri loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Cinta pertama
Duren I Love You
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
I love you all..
__ADS_1