Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 52


__ADS_3

"Vanessa!!!!" Teriaknya di dalam mobilnya yang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Endra baru menyadari jika penyesalan itu selalu datangnya diakhir sebuah kisah cerita. Penyesalan tidak akan ada artinya jika itu terus menerus dilakukan. Yang bisa dilakukan adalah jalan yang terbaik berusaha memperbaiki yang sudah terlanjur rusak.


Berikhtiar dan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan berusahalah untuk merubah semua kelakuan yang tidak baik adalah salah satu cara yang bisa dilakukan agar tidak terlalu larut dan terjatuh dalam kubangan lumpur kesedihan dan penyesalan.


"Audrey Vanessa, istriku sayangku!!!!" Teriaknya di dalam mobilnya yang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Sysilendra baru menyadari jika penyesalan itu selalu datangnya diakhir sebuah kisah cerita. Penyesalan tidak akan ada artinya jika itu terus menerus dilakukan. Yang bisa dilakukan adalah jalan yang terbaik berusaha memperbaiki yang sudah terlanjur rusak dan merubah semua kelakuan yang tidak baik adalah salah satu cara yang bisa dilakukan agar tidak terlalu larut dan terjatuh dalam kubangan lumpur kesedihan dan penyesalan


Endra tak hentinya menangis dan menyesali nasib rumah tangganya yang sudah hancur berkeping-keping. Ia tersedu-sedu mengingat jika pupus sudah harapannya untuk kembali rujuk bersama dengan Audrey Vanesaaa istrinya lebih tepatnya mantan istri.


"Mungkin seperti ini lah rasanya waktu aku menyebut kata cerai di hadapan Vanesaa dulu, haaaaa!!!," umpatnya yang mulai kesal dengan pilihannya dulu.


Endra sesekali berteriak kencang dan melampiaskan kemarahan dan penyesalannya seraya memukul setir mobilnya dengan cukup kuat. Sakit, hancur berkeping-keping perasaannya.


"Maafkanlah aku Vanessa, aku mohon kembali padaku!" Ratapnya Endra.


Serasa ada ribuan jarum yang menghantam seluruh nadinya hingga tak bisa bergerak dan seolah-olah pasokan udara tidak masuk ke dalam rongga hidungnya.


"Aku akui aku yang terlalu bego dan bodoh tertipu dan terhasut dengan tipu dayanya Lisna, maafkan aku!!!" Jeritnya di atas mobilnya yang mengemudikannya dengan kecepatan yang sudah menyerupai pembalap di sirkuit saja.


Bayang-bayang wajah Vanesaanya dan senyuman manisnya selalu terlintas di benaknya hingga rasa penyesalan itu semakin menghimpit dadanya, terasa dia kesulitan untuk bernafas. Apa lagi semakin diperparah ketika kembali mengingat tangis pilu saat dia menyebut kata cerai di hadapannya Vanesaa.


"Mas terlalu bodoh, Mas mengakui kalau semua ini terjadi karena aku yang terlalu naif begitu mudahnya percaya pada semua kata-katanya Lisna, jadi aku mohon kembalilah padaku, Vanesaa!!" makinya dengan geram.


Untungnya kondisi jalan saat itu cukup sepi sehingga tidak terlalu mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya. Padahal Endra sudah mengemudikan mobilnya secara ugal-ugalan itu.

__ADS_1


Endra masih bisa bernafas lega karena ia tiba dengan selamat di garasi mobilny. Ia kemudian segera menghentikan mobilnya tepat di depan rumahnya. Dia bersyukur karena sampai di rumahnya dengan selamat.


"Alhamdulillah untung saja tadi segera teringat dengan perkataan Ibu Laila jika tidak segera sadar mungkin aku tidak akan tahu akhir dari hidupku," ujarnya dengan mengusap wajahnya dengan gusar saat kembali tersadar dengan apa yang barusan dia perbuat.


Wajahnya memucat saat tadi hampir saja menabrak seorang pengendara motor. Untungnya kakinya lincah untuk segera menginjak rem mobilnya. Andra menghembuskan napasnya dengan kasar dan sesekali menyugar rambutnya dengan gusar.


Endra menundukkan kepalanya lalu menyandarkan ke atas kemudi mobilnya. Air matanya masih setia bersamanya dan menetes dari ujung kelopak matanya itu. Seiring berjalannya waktu, ia kemudian memejamkan matanya sejenak untuk menghilangkan sedikit rasa lelah dan ketakutannya. Nafasnya memburu detak jantungnya memompa darahnya lebih cepat dari biasanya.


Kegiatannya terganggu saat Mama dan Papanya mengetuk kaca jendela mobilnya dengan cukup keras.


Tok.. tok..


Dia melirik sepintas lalu melanjutkan kembali memejamkan matanya tepatnya tertidur. Tapi Ibu Helma dan Pak Abimanyu tidak mengetahui hal tersebut. Apa yang dilakukan oleh Endra membuat kedua orang tuanya semakin kelimpungan dan dibuat khawatir.


...****************...


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana

__ADS_1


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta


Cinta pertama


Duren I Love You



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…


I love you all..

__ADS_1


__ADS_2