Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 50


__ADS_3

"Papa juga akan memohon kepada Vanesaa agar dia kembali lagi bersama Endra karena mereka kan baru talak satu, jadi mereka masih bisa rujuk kembali, Papa juga berharap Vanesaa hamil anaknya Endra Ma," katanya dengan menerawang ke beberapa bulan yang lalu.


Mobilnya Syailendra menuju pinggiran kota Jakarta, perlahan tapi pasti mobilnya sudah berada di depan rumah minimalis itu. Suasana rumah itu cukup ramai karena baru beberapa jam yang lalu Vanesaa mengadakan acara akad nikahnya yang kedua.


"Siapa yang nikah, kok ada janur kuning melengkung di depan pintu masuk rumahnya Bu Laila?" Cicitnya Endra.


Tamu undangan dan beberapa keluarga masih berada di sana berbincang-bincang santai sambil menikmati prasmanan khas perayaan pesta pernikahan.


Endra memperhatikan seluruh rumah itu dengan seksama," ini kan janur kuning, siapa yang menikah, bukannya Ibu Laila sudah uzur jadi tidak mungkin dia yang menikah, tapi beliau juga tidak punya anak," lirihnya yang menatap seksama ke arah rumah itu yang depan rumahnya ada tenda biru yang dihiasi Indahnya janur kuning.


"Ya Allah... semoga saja feelingku salah dan bukanlah Vanesa istriku yang menikah," batinnya Endra.


Endra ragu untuk turun dari mobilnya, tapi rasa penasarannya mengalahkan keraguannya sehingga mau tidak mau dia pun melangkahkan kakinya menuju rumah itu.


"Bismillahirrahmanirrahim," ucapnya sembari melangkahkan kakinya menuju pintu rumah itu.


Orang-orang menatapnya dengan intens, ada yang mengenalinya dan ada juga yang penasaran dengan sosok dan kehadirannya. Mereka sangat tahu jika pernikahan keduanya Vanessa dilakukan tanpa mengundang orang luar atau pun yang dari jauh.


Banyak diantara mereka yang sudah saling berbisik-bisik. Mereka saling bertatapan dan melempar pertanyaan yang seolah-olah ingin mengetahui siapa Endra.


Ibu Laila yang keluar dari rumahnya, tanpa sengaja melihat kedatangan Endra. Dia pun segera menghampiri Endra yang sedari tadi berdiri mengamati rumahnya.


"Ini Endra, benar kan?" Tanyanya yang mencoba mengingat wajahnya Endra sewaktu Vanesa menikah dengannya yang seumur hidupnya ini yang ke-dua kalinya melihat Syailendra.


Endra tersenyum kehadapan Bu Laila, "Iya, benar sekali apa yang ibu katakan, saya Endra suaminya Vanesa Bu," ucapnya sambil mengulurkan tangannya ke arah Ibu Laila.


Ibu Laila menyambut uluran tangan tersebut lalu berkata," silahkan masuk ke dalam kita bicara di dalam saja," ujarnya lalu memutar badannya ke arah menghadap pintu rumahnya.


"Ibu, maksud kedatanganku kesini adalah ingin bertemu dengan Vanesaa!!" teriaknya karena Ibu Laila sudah berjalan menjauh darinya.

__ADS_1


Langkah ibu Laila spontan terhenti lalu menoleh ke arah belakang," apa kedatanganmu kesini untuk bertemu dengannya?" Tanyanya yang menelisik ke arah Endra yang masih berdiri di tempatnya sedari tadi.


"Iya Ibu, aku sangat ingin bertemu dengannya Vanesa, aku ingin meminta maaf…." Ucapannya terpotong ketika Ibu Laila berbicara.


Dengan suara yang cukup lantang dan tinggi ia berucap, "Vanesa beberapa jam yang lalu sudah menikah dengan pria lain, dan dia sudah pergi jauh dari Indonesia, Vanesa sudah bahagia dengan suaminya dan tolong jangan lagi ganggu hidupnya," jelasnya Bu Laila dengan wajahnya yang serius.


Deg… Derr…


Perkataan dari Ibu Laila menampar wajahnya dengan telak. Endra sangat tidak percaya dengan apa yang didengarnya itu. Hatinya Endra langsung hancur lebur hingga tak terbentuk.


"Itu tidak mungkin!!! Pasti Ibu berbohong padaku!!" Jeritnya Endra sembari berjalan ke arah Bu Laila.


Bu Laila menatap jengah ke arah Syailendra, "Ibu ingin tertawa terbahak-bahak mendengar perkataanmu, di mana kamu selama ini haa!!! Kamu memang suami tidak tahu diri dan tidak tahu diuntung… kamu sangat tidak bersyukur mendapatkan istri yang baik, sholehah dan juga cantik," sarkasnya Bu Laila.


Syailendra sama sekali tidak berniat untuk menyanggah perkataan dan penuturan dari ibu mertua angkatnya itu.


"Kamu sudah menyia-nyiakan istri sebaik Vanesaa, jadi Ibu sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi dan juga Vanesaa sudah memulai hidup barunya sejak kamu ceraikan dia, Ibu hanya berharap agar kamu juga membuka dan memulai hidup baru, Ibu mewakili Vanesaa meminta maaf atas kesalahan dan khilafnya selama menjadi istrimu," jelasnya Bu Laila kemudian berjalan ke arah pintu masuk rumahnya tanpa menunggu jawaban dari Syailendra.


"Vanesa!!! jangan tinggalkan a-ku!!!" jeritnya Syailendra dengan suaranya yang menggema memenuhi seluruh sudut pekarangan rumahnya Bu Laila.


Orang-orang yang kebetulan masih ada di sana hanya terdiam dan menjadi saksi bisu kehancuran hidupnya Syailendra Arkana Aryasatya Abimanyu hari itu.


......................


 


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..

__ADS_1


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


Makasih banyak all readers…


I love you all..


__ADS_2