Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 122


__ADS_3

Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.


Rendra tersenyum penuh maksud, "Bukalah Tuan! jawaban segala pertanyaan dari Tuan ada di dalam sana," terangnya Rendra.


Tanpa banyak tanya lagi Pak Abimanyu segera membuka galeri foto tersebut dan saking terkejutnya saat melihat siapa pemilik foto tersebut.


Kedua bola matanya melotot saking tidak percayanya melihat foto yang lumaywn banyak di dalam hpnya Rendra," Ini tidak mungkin!!" Cicitnya Pak Abimanyu yang tanpa ia sadari air matanya menetes membasahi wajahnya.


Pak Abimanyu melototkan matanya seakan-akan kedua bola matanya ingin melompat keluar dari kelopak matanya itu. Saking tidak percayanya dengan apa yang dia lihat. Beberapa foto dan rekaman video yang dia lihat membuatnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Pak Abimanyu menutup mulutnya saking tidak terkejutnya melihat foto tersebut, "Ya Allah… apa Audrey Vanessa hamil saat dia diusir dari rumah oleh Endra yah? Kalau begitu kenyataannya aku memiliki seorang cucu kandung laki-laki," Pak Abimanyu membatin tapi raut wajahnya mengisyaratkan kebahagiaan.


Raut wajahnya yang awalnya tegang, tidak percaya, shock, kaget sekarang perlahan berubah jadi bahagia dan kegirangan tetapi berakhir dengan sendu. Air matanya menetes membasahi pipinya.


Pak Abimanyu bahagia sekaligus sedih karena merasa terlambat mengetahui jika dia memiliki seorang cucu laki-laki penerus tampuk pimpinan kekuasaan kekayaannya.


"Rendra! Tolong cari bukti secepatnya jika anak kecil ini benar-benar adalah cucuku ahli waris ku dengan cara apapun, karena aku yakin Vanesa tak akan mau bicara jujur padaku, apa lagi dia pernah menikah lagi bisa saja ia berkilah untuk menutupi kenyataan yang ada," imbuhnya Pak Abi.


"Baik Tuan Besar, saya siap melaksanakan apa saja yang Tuan perintahkan," timpalnya Rendra.

__ADS_1


Rendra yang duduk di kursi yang ada di depannya, terkejut dan tidak mengerti dengan perubahan air muka dari apa yang terjadi dan dialami oleh Tuan Besarnya.


"Rendra! Tolong perintahkan beberapa orang untuk mengawasi terus mereka dan laporkan apa pun kegiatan cucu dan menantuku dan yang paling penting jangan biarkan ada sesuatu hal yang terjadi padanya," titah Pak Abimanyu sembari menyeka air matanya.


"Baik Tuan Besar, kami akan melaksanakan dan mengerjakan semuanya sesuai dengan perintah Tuan Besar," ujarnya Rendra dengan mantap.


"Tapi, ingat jangan beritahu hal ini dulu kepada Andra sebelum kita tahu dengan persis apa dia benar-benar cucuku atau bukan, kita harus terlebih dahulu melakukan tes DNA, jadi kamu atur apa saja yang dibutuhkan untuk prosedur tes itu, saya menyerahkan tugas itu khusus kepadamu dan bonus besar telah menantimu," tutur Pak Abimanyu sebelum beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah luar Perusahaan putranya.


Hati dan perasaan Nendra bersorak gembira, karena mendapatkan bonus yang tentunya tidak sedikit seperti yang lalu-lalu jika dia berhasil dengan baik menjalankan semua tugas yang diembannya pasti akan berbuah cuan itu pasti akan menyambut keberhasilannya.


Karena hal itu lah Rendra bertahan dan setia bekerja di perusahaan itu. Dia diperlakukan layaknya saudara sendiri bukan seperti bawahan dengan atasannya. Padahal banyak sekali pemilik perusahaan yang menginginkan jasanya untuk bekerja di perusahaannya mereka.


"Tunggu aku sayang, insya Allah Akhir bulan aku akan melamarmu," gumamnya Nendra kemudian Ikut berdiri dan keluar dari ruangan pribadinya Pak Abimanyu.


Dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya dengan langkah kaki yang cukup panjang dia meninggalkan perusahaan untuk bertemu dengan beberapa anak buahnya yang cukup dia percaya untuk mengembang dan menjalankan misi tugas khusus dan penting yang diberikan oleh orang nomor dua di perusahaan tempat dia bekerja.


"Aku yakin Ibu akan sangat bahagia setelah mendengar kabar baik ini," lirihnya Pak Abimanyu yang sudah berada di dalam mobil untuk pulang ke rumahnya.


Nendra yang awalnya menjadi supir yang akan mengantar pulang Pak Abimanyu tidak jadi. Beliau diantar oleh supir pribadi yang selalu siap dan berjaga di perusahaan jika tenaga dan kinerja dibutuhkan.

__ADS_1


Wajah Pak Abi bercahaya dan berbinar binar saking bahagianya mengetahui jika Vanesaa dan Syailendra memiliki seorang anak yang sangat tampan.


"Wajahmu sangat mirip dengan papa kamu waktu Papamu seumuran denganmu cucuku," lirihnya sambil melihat beberapa fotonya Angkasa yang sempat di ambil oleh anak buahnya Rendra yang sudah berada di dalam hpnya.


Pak supir diam-diam memperhatikan perubahan dari raut wajah junjungannya yang selalu berseri-seri senang dan kadang bergumam sendiri yang kurang jelas di telinganya.


"Semoga saja kebahagiaan Tuan menular sampai ke kami bawahannya sehingga akhir bulan mendapatkan bonus dan gaji tambahan," Pak supir penuh harap.


Sedangkan di rumahnya Bu Helma pun mengalami hal yang serupa dan mirip dengan apa yang terjadi dan dialami oleh suaminya. Kedatangan sahabat barunya Ara ke rumahnya tadi siang membuatnya bahagia.


Beliau tidak menyangka jika ada anak kecil yang seumuran dengan cucunya mirip sekali dengan putra tunggalnya saat masih kecil dulu.


"Aku harus mengatakan ini kepada Mas Abimanyu, entah kenapa perasaanku mengatakan jika kami berhubungan dengan Angkasa teman sekelasnya Ara," cicitnya yang mondar-mandir di depan pintu menunggu kedatangan suaminya dari kantor.


Starla Kejora Aysila Aireen Syailendra yang melihat neneknya yang berjalan ke sana kemari seperti setrikaan saja hanya menggelengkan kepalanya berulang kali.


Karena walaupun ada yang menegur atau pun melarangnya pasti akan berakhir dengan omelan dan beliau akan marah jika, ada yang merusak moment bahagianya yang dirasakannya saat itu juga.


Ara hanya sesekali tersenyum manis ke arah neneknya yang tidak bisa terdiam walaupun sesaat saja sambil terus mengerjakan tugas dari Ibu gurunya.

__ADS_1


"Ya Allah... aku sangat yakin bahwa Angkasa berhubungan erat dengan keluarga besar Abimanyu Hermansyah Aryasatya foto kecilnya Endra putraku ini sudah cukup menjadi bukti kuat bahwa Angkasa adalah cucuku karena kemiripan dengan mereka berdua tidak mungkin hanya kebetulan saja," cicitnya Bu Helma.


__ADS_2