
Pak Abimana dan Bu Elma keluar dari kamar cucunya itu. Cucu yang mereka belum ketahui asal usulnya dengan cara pasti itu. Mereka sudah menyelidiki tapi, hingga detik ini satu pun data tentang siapa Ara mereka tak temukan dan ketahui kejelasannya. Yang mereka ketahui adalah wajahnya Ara mirip dengan Nafeesa sedangkan sifatnya hampir seratus persen sama dengan Andra sewaktu kecil.
Mereka kadang mengira jika Ara adalah cucu kandung mereka sendiri bukanlah cucu angkat saja. Jam menunjukkan pukul 12 malam, barulah Ara bisa tertidur pulas di ranjangnya. Andra membacakan beberapa buku dongeng baru Ara bisa tertidur dengan lelap sambil memeluk tubuh bonekanya yang cukup besar itu.
Boneka Teddy bear warna coklat selalu menjadi teman tidurnya, jika papanya tidak ada. Anjing menggonggong dan burung hantu saling bersahutan satu sama lainnya. Mereka memeriahkan suasana malam itu yang begitu gelap dan sedikit ada rasa mencekam karena sudah tidak ada aktivitas lalu lintas dan jalan raya sekitar kompleks perumahan elit tersebut.
Jika jahat dibalas kejahatan, maka itu adalah dendam.
Jika kebaikan dibalas kebaikan maka itu adalah perkara biasa.
Jika kebaikan dibalas kejahatan maka itu adalah zhalim.
Tapi, jika kejahatan dibalas kebaikan itu adalah mulia dan terpuji.
Yang mereka ketahui adalah wajahnya Ara mirip dengan Vanesa anak menantu idaman mereka sedangkan sifatnya hampir seratus persen sama dengan papanya Syailendra sewaktu kecil. Mereka kadang mengira jika Ara adalah cucu kandung mereka sendiri bukanlah cucu angkat saja.
Jam menunjukkan pukul 12 malam, barulah Ara bisa tertidur pulas di ranjangnya. Andra membacakan beberapa buku dongeng baru Ara bisa tertidur dengan lelap sambil memeluk tubuh bonekanya yang cukup besar itu. Boneka Teddy bear warna coklat selalu menjadi teman tidurnya, jika papanya tidak ada.
Anjing menggonggong dan burung hantu saling bersahutan satu sama lainnya. Mereka memeriahkan suasana malam itu yang begitu gelap dan sedikit ada rasa mencekam karena sudah tidak ada aktivitas lalu lintas dan jalan raya sekitar kompleks perumahan elit.
Angkasa malamnya sangat gelisah dalam tidurnya. Ia kesusahan menutup matanya karena dia mencari kebiasaannya, yaitu dibacakan dongeng atau cerita anak sebelum dia tidur oleh Ariel Papinya.
"Papi!! Aku sangat merindukanmu, aku sangat ingin bertemu denganmu," lirihnya Angkasa dengan air matanya yang mulai menetes membasahi pipinya ia kembali teringat dan merindukan Papa sambungnya yang melebihi dari papa kandungnya sendiri.
Vanesa yang kebetulan datang mengecek putranya apa sudah tidur atau belum. Dia melihat kondisi putranya yang gelisah. Angkasa memutar dan berguling-guling kanan kiri agar bisa memejamkan matanya, tetapi hal itu tidak terjadi malah sebaliknya dia semakin kesusahan untuk tidur
Vanesa segera mengambil beberapa buku yang sangat cocok dibacakan oleh Nafeesa untuk putra sulungnya itu agar segera tenang dan bisa tidur. Dengan penuh kasih sayang yang tulus.
Vanessa membacakan beberapa buku dongeng yang sangat cocok untuk anaknya. Ia menggantikan posisinya Ariel mendiang suaminya untuk setia membacakan beberapa dongeng dan cerita untuk anak sulungnya itu. Mentari pagi menyapa bumi dengan sinarnya yang kemilauan.
Cahayanya yang terang memberi kehangatan kepada setiap insan manusia yang sudah mulai aktivitasnya di luar rumah. Ara bangun pagi-pagi sekali, dia antusias dan bersemangat untuk berangkat sekolah. Syailendra memutuskan untuk memindahkan putrinya ke Sekolah lain gara-gara insiden kecil.
"Nenek, apa Papa sudah bangun?" Tanyanya Ara sambil menarik kursi yang bersiap untuk sarapan pagi.
Ara menatap ke arah neneknya yang sedang menyajikan beberapa macam jenis makanan di atas meja makan.
"Papa kamu sudah bersiap sepertinya di dalam kamarnya, karena tadi Nenek sempat lihat," jawabnya Bu Elma.
"Ohh," jawab Ara dengan mengerucutkan bibirnya membentuk huruf O.
__ADS_1
Berselang beberapa saat kemudian, Syailendra sudah menuruni anak tangga satu persatu. Dengan langkah kakinya yang cukup lebar. Kemeja biru muda serta celana chinos hitam membalut tubuhnya dengan ketat dan pas di bodynya dengan baik. Aura hot daddy-nya semakin terpancar saja.
Wajahnya yang semakin bersinar tampan di usianya yang sudah 35 tahun itu. Pemikiran dan kebijaksanaannya pun semakin terpancar. Bukan hanya itu, tapi Perusahaannya pun semakin menunjukkan tajinya. Kemajuan dan perkembangan pesat ditunjukkan perusahaannya semenjak kehadiran Starla Kejora Syailendra di dalam kehidupan mereka.
Selama kehadiran Ara di dalam kehidupannya, perlahan usahanya semakin maju dengan pesat seakan-akan Ara pembawa hoki di dalam hidupnya. Andra langsung mengecup pipi putri kecilnya sebelum mengambil kursi untuk didudukinya.
"Pagi cantik," sapanya Syailendra di hadapan Ara.
Starla Dilara Kejora Syailendra namanya gadis kecil yang kurang lebih 11 tahun mewarnai kehidupan dan hari-hari Andra dan kedua orang tuanya.
Kedatangan Ara di dalam keluarga mereka seperti membawa angin segar untuk kebahagiaan dan perubahan yang signifikan terhadap kepribadian Syailendra. Bahkan hanya dalam lima tahun Syailendra sudah berhasil dan mampu membangun perusahaan baru yang cukup besar dari uangnya sendiri.
Perusahaan yang dipimpinnya itu sudah berdiri hampir tiga tahun, tapi kemampuannya hingga keluar negeri.
Mulai tiga bulan lalu, Perusahaan yang dipimpinnya langsung itu membuka dan menerima lowongan pekerjaan yang besar-besaran karena kebetulan Perusahaan itu masih sangat baru tapi, kemampuannya tidak bisa dipandang remeh dan sebelah mata saja.
"Cepat habiskan makanannya sayang, sudah jam 7 nih," ujarnya Syailendra sembari memperhatikan jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Ara yang mendengar perkataan dari Papanya segera minum susu cokelat kesukaannya yang ada di dalam gelas favoritnya yang bergambar motif Frozen.
"Tunggu Papa!" Balasnya Ara lalu secepatnya menyambar tas ranselnya yang bergambar Sofia itu.
Ara segera meraih tangan kakek dan neneknya secara bergantian. Lalu mencium punggung tangannya dengan penuh takzim. Pak Abimana mengelus rambut panjang yang berkepang dua itu.
"Assalamualaikum," ucap Ara dengan cepat karena takut Papanya berteriak-teriak memanggil namanya lagi.
Sysilendra secepatnya mendapatkan informasi tentang sekolah yang sangat cocok untuk putrinya. Hanya sekitar setengah jam perjalanan yang ditempuh dari rumahnya. Sysilendra menyetir mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Dia tidak ingin putrinya terlambat datang di hari pertamanya. Sedangkan di dalam ruangan rumah yang cukup minimalis dengan desain interior khas Indonesia pada umumnya.
Seorang wanita sudah sibuk sejak subuh tadi. Dia mempersiapkan segala sesuatunya keperluan putranya sebelum berangkat sekolah.
"Mami! Apa Mami akan berangkat cari kerjaan?" Tanyanya Angkasa yang menatap ke arah maminya itu.
"Insya Allah.. hari ini Mami akan mencobanya sayang, doain Mami yah semoga diterima," pinta Audrey Vanesa dengan tersenyum bahagia ke arah putra sulungnya itu.
"Amin, semoga Mami diterima di Perusahaan Golden Globe," tutur Angkasa yang menghabiskan sisa makanannya.
Beberapa menit kemudian, Angkasa sudah duduk di kursi belakang di atas motornya Vaneeesa. Dia tidak lupa membantu putranya untuk memasang helm khusus untuk Angkasa. Motor yang sedari beberapa tahun lalu menemaninya beraktifitas.
__ADS_1
"Makasih Mami cantik," timpal Angkasa.
"Sama-sama sayang putra kebanggaan dan sholehnya Mami," timpalnya Vanesaa.
Motor matic injeksi kesayangannya itu yang berwarna merah itu melaju dengan kecepatan sedang dan sudah ikut bergabung dengan pengendara lainnya yang memadati jalan raya itu.
..........
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya.
__ADS_1
Makasih banyak all readers…
I love you all..