Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 57


__ADS_3

"Tersisa beberapa bulan lagi, aku akan melakukan rencana keduaku, dan tunggulah saat itu telah datang kamu akan aku tendang dari nama anggota keluargaku," imbuhnya dengan seringai liciknya.


"Kamu memang sangat pintar sayang, memang kita yang berhak atas harta mereka yang melimpah, bukan untuk orang lain yang sama sekali tidak berhak, aku salut kamu sangat pintar mencari orang yang bisa kamu manfaatkan sebagai bidak catur dalam rencanamu yang sangat brilian itu," tuturnya sang Pria seraya dengan menarik tubuh kekasihnya ke dalam pangkuannya lalu mulai mencumbu mesra tubuhnya wanitanya itu dengan penuh kelembutan.


Mereka menghabiskan malam itu dengan penuh gairah yang panas. Sudah hampir tiga puluh tahun hubungan mereka terjalin tapi hingga detik ini mereka belum berencana untuk meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.


Rencana yang mereka susun selama ini sudah berjalan 85%. Mereka hidup dalam topeng kepalsuan. Karena harta mereka melakukan segala cara.


Flash Back On..


Kisahnya Vanesaa saat menikah untuk kedua kalinya dengan pria yang berbeda.


"Aku semakin mencintaimu sayang, kamu semakin lama semakin menggoda saja, punyamu mampu menjepit punyaku dengan kuat dan cengkeraman sangat membuatku tergila-gila dan lupa diri saja," terangnya sambil mengelus punggung polos nan putih milik kekasihnya sekaligus istrinya itu.


"Aku pun sama sayang, andai saja aku tidak mencintaimu tidak mungkin aku melakukan semua ini dan mengorbankan hidupku menikah dan hidup dengan pria mandul itu," jawabnya dengan menggelinjang kegelian saat suami gelapnya itu menciumi ujung telinganya dengan penuh kelembutan.


Di tempat lain yang jauh dari kamar seorang pasangan suami istri, berbeda halnya dengan yang dialami Vanesa siang itu. Dia entah kenapa hari itu menginginkan sesuatu dari suaminya.


"Apa yang terjadi padaku, kenapa tiba-tiba tubuhku menginginkan sentuhan dari Mas Ariel yah," batinnya Vanesaa.


Menurutnya sudah hampir tiga bulan pernikahannya tapi, sedikit pun suaminya belum menyentuhnya sedikit pun dan tidak pernah menceritakan tentang tanggung jawab mereka dalam hal bathin.


"Wajar saja aku menginginkan sesuatu dari tubuh suamiku lagian kami halal melakukannya kan, kecuali aku mintanya sama pria lain mungkin itu yang tidak wajar," cicitnya Vanesaa yang duduk di ujung ranjangnya.


Entah dorongan dari mana sehingga Vanesaa saat itu juga menginginkan agar Arili membelai dan memuaskan gairahnya yang tiba-tiba datang menyeruak ke permukaan hati dan pikirannya.


"Apa karena pengaruh hormon kehamilanku yang menginginkan hal itu yah?" Batinnya pada dirinya sendiri yang kebingungan dengan apa yang terjadi pada tubuhnya kala itu.

__ADS_1


Padahal sebelumnya,dia tidak pernah berpikiran apa lagi menuntut kepada suaminya untuk memenuhi kewajibannya, tetapi hal itu berbeda saat ini juga. Dari awal Vanesaa sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan menyerahkan tubuhnya pada Aril.


Sebelum dia melahirkan ataupun mencintai Aril sepenuh hati dengan setulus hatinya. Karena hingga detik ini ia masih mencintai mantan suaminya Syailendra Arkana Aryasatya Abimanyu.


Aril sedang membersihkan seluruh tubuhnya karena akan melaksanakan shalat ashar. Hari ini ia memutuskan untuk tidak masuk ke kantornya dikarenakan dia ingin menjaga istrinya seharian full.


Vanesa berjalan tertatih ke arah kamar mandi, "Mas!! Teriaknya saat mengetuk pintu kamar mandi.


Tok… tok..


Suara pintu yang diketuk oleh Vanesaa yang tidak sabaran.


"Apa sih yang dikerjakan oleh Mas Aril di dalam sana, kok sudah hampir setengah jam dia di kamar mandi?" Ketusnya yang selalu melihat ke arah pintu kamar mandi.


Vanesa berpegangan pada ujung ranjangnya agar bisa berdiri tegak yang mengalami kesulitan, padahal usia kandungannya baru jalan lima bulan lebih. Dan perutnya semakin membesar setiap minggunya seakan-akan tubuhnya sudah seperti gentong yang berjalan saja.


"Aku hanya hamil dua anak saja tapi seakan-akan aku hamil tiga, aku sempat lihat dan tanya ibu-ibu yang kebetulan hamil anak kembar dua mereka santai dan tidak seperti aku ini," lirihnya Vanesaa.


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan

__ADS_1


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta


Cinta pertama


Duren I Love You



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


Makasih banyak all readers…


I love you all..


__ADS_2