Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 53


__ADS_3

Endra menundukkan kepalanya lalu menyandarkan ke atas kemudi mobilnya. Air matanya masih setia bersamanya dan menetes dari ujung kelopak matanya itu. Seiring berjalannya waktu, ia kemudian memejamkan matanya sejenak untuk menghilangkan sedikit rasa lelah dan ketakutannya. Nafasnya memburu detak jantungnya memompa darahnya lebih cepat dari biasanya.


Kegiatannya terganggu saat Mama dan Papanya mengetuk kaca jendela mobilnya dengan cukup keras.


Tok.. tok..


Dia melirik sepintas lalu melanjutkan kembali memejamkan matanya tepatnya tertidur. Tapi Ibu Helma dan Pak Abimanyu tidak mengetahui hal tersebut. Apa yang dilakukan oleh Endra membuat kedua orang tuanya semakin kelimpungan dan dibuat khawatir.


Bu Helma semakin dibuat khawatir, "Papa!! apa putraku baik-baik saja?" Tanyanya dengan penuh kecemasan dengan mendekatkan wajahnya ke arah jendela karena ingin melihat kondisi dari putra tunggalnya itu.


Pak Abimanyu memegang lengannya Bu Helma," Mama harus tenang dan sabar, insya Allah putra kita baik-baik saja," balasnya yang berusaha menutupi rasa cemasnya juga terhadap anak sulungnya itu.


Hingga beberapa menit Endra masih tidak bergeming di dalam mobilnya dengan posisi yang masih seperti tadi. Syailendra menyandarkan kepalanya ke atas setir mobilnya, Endra seperti seseorang yang sedang pingsan.


"Papa sebaiknya kita panggil orang saja untuk membantu kita," tuturnya yang mengusulkan agar meminta bantuan pada tetangga.


Pak Abi tanpa menunggu lama segera melaksanakan perintah dari istrinya. Dia berlari kecil menuju jalan raya dan berteriak meminta tolong.


"Tolong!!! Tolong!!!" Teriak Pak Abimanyu.


Pak Supirnya yang sedari tadi tertidur di atas mobilnya segera bangun karena terkejut dengan suara teriakannya Pak Abi yang lumayan besar bagaikan petir di siang bolong. Dia segera bangkit dari tidurnya lalu keluar dari mobil.


Pak Aldi berjalan tergopoh-gopoh ke arahnya Pak Abi, "Apa yang terjadi Tuan?" Tanyanya dengan raut wajahnya yang kebingungan.


Pak Abi menatap ke arah Pak Aldi sembari berucap, "Tolong cari montir mobil yang bisa buka pintu mobilnya Endra, sekarang juga!" jawabnya Pak Abi yang segera memerintahkan kepada supir pribadinya lalu berjalan tergesa-gesa kembali ke arah garasi mobil rumahnya.


"Apa yang terjadi Tuan?" Tanya seorang bapak-bapak yang berdatangan ke arah mereka setelah mendengar teriakannya Pak Abimanyu.


Pak Aldi menunjuk ke arah mobil yang terparkir seraya berbicara, "Itu Tuan Muda kami terjebak di dalam mobilnya, dan Tuan Besar kami sama sekali tidak membukanya padahal sudah berusaha untuk membukanya tapi, tidak bisa mengeluarkannya dari dalam mobil," ujarnya yang menjelaskan duduk perkaranya.


"Ibu coba ke rumah ambil alat pertukangan secepatnya," perintahnya Pak Juna ke lpada istrinya yang kebetulan ada bersama mereka.

__ADS_1


"Baik Pak,"jawabnya kemudian segera berlari ke dalam rumahnya untuk mengambil beberapa peralatan pertukangan yang bisa mereka pakai untuk membuka pintu mobilnya Endra.


"Ya Allah… semoga putraku baik-baik saja," lirihnya Bu Helma dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Pak Abimanyu segera memeluk tubuh istrinya dengan erat agar rasa khawatir mereka satu sama lain berkurang.


"Ya Allah… jaga dan lindungilah putra kami, dan jangan biarkan terjadi sesuatu padanya," batinnya Pak Abi yang sambil terus berusaha membuka pintu mobil anaknya.


Pintu itu berhasil terbuka, "Andra!!!" Teriak mereka berdua.


"Syailendra sayang, putranya Mama, aku mohon sadarlah Nak, Papa dan Mama sudah datang, kami tahu kamu pasti sangat sedih dan kecewa, tapi jangan seperti ini berputus asa dan membahayakan keselamatan nyawamu sendiri Nak," ratapnya Bu Helma dengan deraian air matanya.


"Endra sadarlah Nak, dengarkan kami baik-baik Nak, kami sebagai orang tuamu sama sekali tidak pernah menyalahkan dan menghukum dirimu, kami sudah tahu semuanya jadi kamu tenanglah jangan berbuat nekat nak," imbuhnya Pak Abi yang sudah tidak menutupi lagi rasa khawatirnya.


Beberapa orang mendatangi mereka dan bertindak untuk menolongnya. Bapak tersebut berusaha keras untuk membuka pintu mobilnya yang tiba-tiba macet. Dengan penuh perjuangan dan akhirnya, pintu itu terbuka juga. Pak Abi secepat kilat segera masuk ke dalam mobilnya untuk memeriksa putranya itu.


"Endra bangun dong Nak," ujarnya dengan menggoyangkan tubuhnya Endra yang ternyata sudah tidak sadarkan diri lagi.


Pak Abi dan Ibu Helma bersyukur karena putranya sudah sadarkan diri. Tapi, wajah mereka kembali menampilkan raut kecemasan saat Endra kembali perlahan menutup rapat kedua matanya.


"Syailendra!!!" Pekik Nyonya Helma.


****************


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:


__ADS_1


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta


Cinta pertama


Duren I Love You



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…

__ADS_1


I love you all..


__ADS_2