
Tapi,ia selalu menanamkan pada dirinya sendiri agar tidak kufur nikmat. Dia berpikir jika dibandingkan dengan nasib dan rezeki yang diberikan oleh orang lain untuknya pasti, kehidupannya lebih baik dan beruntung dibandingkan dengan orang lain di luar sana.
Rezeki merupakan anugerah artinya segala sesuatu yang kita miliki baik itu rezeki sehat, rejeki harta, rezeki kebahagiaan, rejeki kecerdasan, itu semua merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.
Sebagai umat yang taat kepada Tuhannya, kita harus pandai-pandai bersyukur terkait dengan semua rejeki yang kita dapat.
Ariel tertidur dalam keadaan sedih dengan penuh penyesalan yang mendalam sedangkan Vanesa terlelap dalam tidurnya dalam keadaan yang kecewa dan marah dengan seorang wanita yang disebut sebagai Ibu dan orang tua yang tega dan tanpa perasaan menelantarkan buah hatinya.
Beberapa jam kemudian, pesawat yang ditumpangi mereka berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Vanessa tersenyum bahagia saat mendengar informasi dari pramugari jika pesawat mereka sudah landing dengan selamat di bumi tercinta, "Alhamdulillah, kita sampai juga dengan selamat, setelah sekian lama akhirnya aku bisa kembali menghirup udara segar tanah kelahiranku," gumam Audrey Vanessa yang lalu merentangkan kedua tangannya sambil perlahan menghirup udara kota metropolitan Jakarta.
Ariel segera mendekati istrinya,"Apa kamu bahagia setelah kita pulang?" Tanyanya Aril yang memeluk tubuh istrinya dari belakang.
Vanesa tersenyum simpul ke arah suaminya, "Alhamdulillah aku sangat bahagia, kalau boleh jujur dari dulu aku sudah menunggu hari ini Mas," jawabnya Vanesa.
Vanesa tidak menampik dan tak memungkiri jika dirinya terlalu bahagia karena setelah beberapa tahun menghabiskan waktunya di negara orang dan hari ini telah kembali dengan selamat walaupun dalam keadaan dan kondisi yang berbeda. Jika keberangkatannya ke Amerika Serikat USA waktu itu dalam keadaan hamil sedangkan hari sudah menjadi seorang ibu dari dua anak sekaligus.
"Tapi, gimana kalau esok atau suatu hari nanti aku kembali dipertemukan dengan Mas Syailendra dan ia mengetahui jika dia memiliki anak, apa yang harus aku lakukan ya Allah…," Vanesaa membatin.
Raut wajahnya Vanesaa tidak bisa dibohongi, semua orang yang melihatnya pasti akan mengambil kesimpulan jika, apa yang dia rasakan adalah kebahagiaan yang membuncah di dadanya. Tapi terkadang berubah dengan rasa khawatir dan cemas yang meliputi hatinya saat itu. Tetapi, Vanesa menyembunyikan semua itu dari suaminya. Aril sama sekali tidak mengetahui kegundahan dan kegelisahan hatinya Vanesa karena Vanesa cukup pintar dan lihai menyembunyikan hal itu.
__ADS_1
Walau pun awalnya Vanesa kurang setuju dengan pilihan suaminya itu. Vanesa yang lebih menyukai berpakaian casual, santai dan lebih tertutup. Tetapi, hari ini sangat berbeda dari biasanya yang membungkus dibutuhnya.
"Hari ini kamu semakin cantik saja sayang, Mas semakin mencintaimu bahkan jatuh cinta berulang kali pada dirimu Audrey Afreen Vanesa Tanujaya," tutur Aril yang memuji kecantikannya Vanesaa sembari mengendus bau parfum dari tubuhnya serta rambutnya yang terurai yang masih sangat jelas tercium aroma wangi shampo.
Wajah Pak Abi bercahaya dan berbinar binar saking bahagianya mengetahui jika Vanesaa dan Syailendra memiliki seorang anak yang sangat tampan.
"Wajahmu sangat mirip dengan papa kamu waktu Papamu seumuran denganmu cucuku," lirihnya sambil melihat beberapa fotonya Angkasa yang sempat di ambil oleh anak buahnya Rendra yang sudah berada di dalam hpnya.
Pak supir diam-diam memperhatikan perubahan dari raut wajah junjungannya yang selalu berseri-seri senang dan kadang bergumam sendiri yang kurang jelas di telinganya.
"Semoga saja kebahagiaan Tuan menular sampai ke kami bawahannya sehingga akhir bulan mendapatkan bonus dan gaji tambahan," Pak supir penuh harap.
Ariel Permana membalik tubuhnya Nafeesa agar mereka berhadapan langsung, "Vs! maafkan Mas sayang yang hingga sekarang belum bisa memenuhi tanggung jawab dan kewajiban Mas untuk memberikan nafkah batin, aku merasa sangat bersalah dan berdosa padamu, aku pria yang sangat tidak beruntung di dunia ini," ucapnya yang menyesal dan sedih atas ketidak berdayaaannya itu.
Tangannya Venesa refleks menyimpan jari telunjuknya di depan bibirnya Aril, "jangan sekali-kali lagi mengulangi perkataan Mas itu, mulai detik ini hingga kapan pun aku berharap hal semacam ini tidak terulang kembali, jika Mas masih ingin melihat saya dan sikembar berada di dalam hidupnya Mas," terang Vanesa dengan sedikit ketegasan yang tidak menyukai penjelasan dari mulutnya Aril.
Aril tersenyum kegirangan mendengar perkataan yang bernada kejujuran dari mulut Istrinya itu, "Alhamdulillah Mas sangat bahagia kalau kenyatannya seperti itu, Mas akan selalu berusaha memberikan dan membawa kebahagiaan ke dalam pangkuanmu, dan tidak akan pernah meneteskan air mata kesedihan, ingat!! Itu janji Mas padamu sayang," jelasnya Ariel yang menyandarkan kepalanya di pundak polos Vanesa.
Sesuai keinginan dari Aril sendiri, kebetulan hari itu Vanesaaa hanya memakai pakaian yang bagian pundaknya cukup terekspos dengan jelas. Gaun itu pilihan dan permintaan dari Aril yang ingin melihat istrinya tampil cantik dan sedikit terkesan seksi.
Arili sekilas mengecup sepintas bibirnya Vanesa bdan sedikit ******* bagian luarnya saja. Vanesaa membalas perlakuan dari suaminya tapi,dia tidak ingin terbawa suasana yang hanya akan berakhir dan berujung bukannya di ranjang tapi, dengan kegagalan dan rasa kecewa yang menghimpit dadanya.
__ADS_1
"Mungkin aku lah pria di dunia ini yang paling beruntung karena mendapatkan wanita dan sekaligus istri yang sholeha,baik hati, penyayang, cantik, pintar buat perut suami kenyang tapi… ada tapinya jangan senang dulu," candanya Aril yang sengaja menjeda perkataannya itu.
Wajahnya Vanesa sudah tersenyum bahagia dan kegirangan tapi, langsung berubah saat mendengar kata tapi dan Aril sedikit menggantung perkataannya itu. Vanesa menautkan kedua alisnya saking herannya dan tidak sabar menunggu perkataan dari Aril selanjutnya.
Aril tersenyum smirk,"sayangnya kurang pintar marah-marah," guraunya Aril mengakhiri perkataanya dengan guyonan di siang hari itu posisi mereka masih dalam pesawat.
"Iiih Mas bisa saja gombalnya terlalu berlebih-lebihan hingga membuat aku ingin marah, tapi saya sedih dibilangin gak pintar marah-marah," balasnya Vanesaa yang bercanda pula di depan suaminya yang pura-pura sedih.
"Gak kok, istriku ini segala-galanya pintar, bahkan aku tidak tahu harus berkata apa lagi saking bahagianya aku mendapatkan dan menemukan perempuan yang paling terbaik di dunia ini," pujiannya Aril yang memang mengakui kalau apa yang dikatakannya benar adanya.
"Berarti aku pintar dan biasa marah-marah dong sayang?" Tanyanya Vaneesa yang raut wajahnya dibuat jadi seolah-olah ia marah dengan serius.
"Enggak kok, kamu kalau masalah marah gak pintar tapi kalau yang lainnya selalu serba bisa, aku jadi semakin sayang dengan istriku ini," bujuknya Aril dengan seulas senyumannya tipisnya.
"Mantan suami kamu memang sangat bego sampai-sampai membuang dan mencampakkan istri sebaik kamu sayang," batinnya Aril dengan senyum smirknya.
"Aku yang seharusnya berkata seperti itu padamu Mas, karena berkat kamu kedua anak kembar ku mendapatkan seorang Papi yang sangat baik dan penuh perhatian dan kasih sayang yang sangat besar selalu Mas curahkan dan berikan tanpa pamrih untuk di kembar bahkan kamu adalah Papi dan suaminya yang paling terbaik sedunia," Vanesaa setulus hati memuji sifat suaminya dengan bumbu-bumbu sedikit gombalan dan rayuan pula.
"Jika aku telah pergi dari hidupmu untuk selamanya Vs! tolong jangan pernah sekalipun untuk melupakan aku sayang hingga kamu tua nanti," pungkas Arili yang sorot matanya mengisyaratkan kesedihan yang mendalam.
Vanessa spontan langsung membungkam mulutnya Aril dengan ciuman yang hangat dan penuh kasih sayang. Vanesaa kembali mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya sedikit berjinjit karena tinggi badannya Aril yang jauh berbeda walaupun Vanesaa juga bodynya cukup tinggi dibandingkan dengan perempuan lainnya.
__ADS_1