Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 130


__ADS_3

"Oke, baiklah kami akan menunggu kamu, tapi jangan lama, lapar sudah soalnya," candanya Bu Helma yang membuat anaknya tersenyum tipis.


Endra hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari mamanya itu. Bu Helma segera meninggalkan kamar pribadinya anak kembarnya itu. Bu Helma tadi siang jika anak dan menantunya akan datang besok sore bersama cucu mereka.


Sedangkan di dalam dapur tepatnya di meja makan ada seorang anak kecil saja perempuan yang sudah ngomel-ngomel saking laparnya.


"Ihh!! Papa kenapa lama banget yah,apa papa ketiduran di dalam kamarnya!" Gerutunya Starla Kejora Aysila Syailendra yang sudah bermuka kesal dan masam.


Pak Abi yang melihat cucu sulungnya itu," sayang, cucunya kakek, sabar dikit yah sayang, tunggu papamu tapi,kalau Ara sudah lapar silahkan duluan makannya Nak, tidak apa-apa kok, dari pada kamu wajah cantiknya ditekuk jutek gitu lebih baik kamu segera isi perutmu agar kamu bisa punya tenaga untuk marah-marah, karena katanya orang marah kugy tetap butuh nutrisi makanan," kelakar Pak Abimanyu.


Ara yang mendengar langsung perkataannya kakeknya Pak Abi, segera tersenyum tipis," kakek ada-ada saja deh, selalu bisa membuat Ara tersenyum," imbuhnya Ara.


Ara segera mengambil makanan untuk ia makan sesuai instruksi dan arahan dari kakeknya sendiri. Tak berselang beberapa menit kemudian, Bu Helma sudah menuruni tangga dan segera berjalan ke meja makan, dimana cucu dan suaminya berada.


Ara sudah menyantap makanan yang tersedia di atas meja makan. Aroma makanan tercium hingga ke hidung semuanya orang. Tampilannya makanan itu membuat siapapun yang melihatnya pasti akan tergugah selera makannya.


Pak Abimanyu menatap ke arah istrinya yang sudah menarik kursi untuk dia duduki. Ia menatap balik ke arah suaminya dan mengerti dengan apa arti dari tatapannya Pak Abimanyu.

__ADS_1


"Endra baru saja selesai shalat magrib, katanya ia ganti pakaiannya dulu baru nyusul kita ke sini," ujarnya Bu Helma yang menjelaskan tentang keadaannya Endra.


"Papa kira ia lagi ada kerjaan sehingga terlambat ke sini untuk makan," timpalnya Pak Abi.


"Enggak kok Mas, tapi sepertinya ia sedang sedih, bingung, bimbang dan ragu mengenai apa yang sedang terjadi padanya hari ini," pungkasnya Bu Helma sambil membalik piring yang akan mereka pakai makan.


Bu Helma menaruh beberapa macam jenis makanan ke atas piring suaminya. Endra berjalan menuruni tangga rumahnya dengan langkah kakinya yang cukup panjang dan lebar.


"Maafkan Endra, terlambat karena tiba-tiba tadi ketua yayasan panti asuhan Arrahmah menelpon jadi aku angkat dulu," Endra menjelaskan semuanya di hadapan kedua orang tuanya sedangkan Ara hanya sesekali menatap satu persatu ke tiga orang dewasa tersebut seraya menyuap makanan ke dalam mulutnya tanpa ada niat untuk menimpali percakapan mereka.


"Iya Bu, katanya ingin memastikan saja jam berapa karena kebetulan setelah magrib ada lagi donatur yang akan mengadakan ulang tahun anaknya di tempat itu setelah acara kita gitu, jadi aku bilang enggak masalah bersamaan malahan itu bagus karena pasti akan ramai dan anak-anak panti akan mendapatkan banyak rezeki dari acara tersebut," jelasnya Endra panjang lebar.


"Syukur Alhamdulillah, semoga semua rencana ultah itu berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan tanpa kendala apapun," timpalnya Bu Helma.


"Ayo kita makan karena setelah ini ada yang ingin papa bicarakan dengan kalian semua," ungkap Pak Abimanyu.


Mereka melanjutkan acara makan mereka, tanpa ada suara lagi,hanya dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Kebahagiaan terpancar dari wajahnya mereka semua.

__ADS_1


"Papa, Ara tidak sabar menunggu hari esok karena besok juga hari ulangtahunnya Angkasa temannya Ara anaknya Aunty Audrey Vanessa yang cantik itu," tuturnya Ara yang semangat sekali membahas acara ulang tahunnya.


Beberapa saat kemudian ia sudah sampai di depan rumahnya Bu Wahdah Laila Hasyim. Wajahnya sumringah melihat putranya yang tersenyum bahagia menunggu kepulangannya yang sedang berlari ke arahnya yang baru mematikan mesin mobilnya.


Orang yang mengikuti sedari tadi Vanesaa segera mengambil gambar saat Angkasa berlari ke arah Vanesaa, saat mereka juga berpelukan. Walaupun keadaan sudah masuk magrib tapi, kamera digital yang dipakai oleh orang tersebut cukup bagus kualitasnya.


Endra segera melap sudut bibirnya yang mungkin ada sisa makanan ataupun minuman," Maksud kamu Angkasa itu anaknya Mama Audrey Vanessa?" Tanyanya Endra dengan penuh rasa penasaran raut wajahnya menyiratkan betapa terkejutnya mendengar perkataan dari putri tunggalnya itu.


Pak Abimanyu dan Ibu Helma hanya terdiam tanpa berniat untuk mencampuri pembicaraan mereka berdua ayah dan anak itu.


Ara menganggukkan kepalanya lalu menjawab perkataan dari papanya," iya Papa, bahkan katanya Angkasa sendiri kalau Abang punya adik kembar," jelas Ara.


Syailendra semakin dibuat shock dan terkejut dengan kenyataan yang baru diungkapkan oleh Ara anaknya sendiri.


"Apa!! Angkasa anaknya Mama Vanesa memiliki adik kembar!!" Pekiknya Endra yang mengeraskan suaranya saking kagetnya mendengar penjelasan dan penuturan dari mulut putrinya.


Bu Helma dan suaminya cukup mampu membuatnya terkejut dan saling bertatapan satu sama lainnya.

__ADS_1


__ADS_2