Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 45


__ADS_3

Endra yang menyadari ada suara seorang pria segera menolehkan kepalanya ke arah pintu. Betapa terkejutnya melihat sosok pria itu. Pria yang pernah datang bahkan sering datang ke rumahnya dengan berbagai alasan yang katanya seorang teknisi mesin itu.


"Ayo kita pergi dari sini, aku tidak bisa bernafas dengan baik kalau terus berada di rumahnya orang miskin," dengusnya Lisna dengan mengibaskan tangannya di depan hidungnya seakan-akan ada bau busuk yang dia cium.


Bagaikan rekaman kaset kusut, Endra kembali teringat saat dia menceraikan Audrey Vanessa tanpa perasaan hanya karena kesalahpahaman yang dia lakukan. Dia tidak menyangka jika, Vanesaa sama sekali tidak bersalah malahan dia lah yang terlalu bodoh dan naif dengan mudahnya hidup dalam kebohongan Lisna.


Kehidupan Syailendra berbanding terbalik hampir 180 derajat berubahnya, setelah ditinggal oleh dua istrinya. Kehidupannya seolah-olah terombang-ambing dan terseok-seok setelah menceraikan Vanesa.


Nasib naas dan apes mewarnai kehidupannya. Satu persatu apa yang paling berharga dan sangat penting dalam hidupnya direnggut paksa oleh kehidupan.


Perusahaannya yang dengan susah payah ia bangun sekarang di ujung tanduk sudah mulai menunjukkan titik gulung tikar dan hampir bangkrut.


Kehidupan rumah tangganya pun semakin berantakan saat ditinggal pergi oleh Lisna Istri sirinya yang tidak ingin hidup bersamanya lagi dengan kondisi miskin ia lebih memilih hidup dengan selingkuhannya.


Sudah seminggu ini, Endra tidak pernah keluar dari rumahnya. Bahkan sudah tidak pernah datang lagi ke kantornya untuk bekerja sehingga semakin memperparah kondisi perusahaannya.


Kejadian ini terdengar hingga ke telinga papa dan mamanya mereka sangat kecewa dan sekaligus prihatin dengan nasib malang yang menimpa putra semata wayangnya. Kedua orang tuanya yaitu Pak Abimanyu dan ibu Helma.


"Bagaimana semua ini bisa terjadi pada hidup putraku Pa? Ibu sangat menyesal telah menunda untuk mengusir dan menyuruh Ebdra untuk menceraikan Lisna Istri sirinya itu," ujarnya dengan terduduk di sofanya dengan tetesan air matanya.


"Sabar Bu, mau diapa lagi, ini sudah menjadi pilihan hidup Endra, sebagai orang tuanya kita harus terus memotivasi dan memberikan semangat kepada Endra untuk bangkit dari keterpurukan dan kesalahannya," balas Pak Abi dengan memeluk tubuh istrinya dari samping.


Bu Helma menatap ke arah suaminya, "Bagaimana kalau hari ini kita berangkat ke Jakarta Pa, aku yakin Endra sangat sedih dan butuh perhatian dari kita," usul Ibu Helma yang mengusulkan mereka untuk segera berangkat ke Ibu Kota Jakarta.


"Jangan menunda lagi, kita harus segera menemui putra kita, Papa tidak mau terjadi sesuatu pada putraku," timpalnya Pak Abi yang langsung menghubungi aplikasi tempat pemesanan tiket pesawat online.


Sedang di Jakarta, di dalam sebuah rumah pribadi yang cukup besar dan megah, Endra menghabiskan waktunya di dalam rumahnya terus, hanya terus merenungi dan hidup dalam penyesalannya.

__ADS_1


Syailendra ingin dan berencana mencari Audrey Vanesaa dan membawanya pulang tapi, dirinya terlalu malu dan tidak tahu harus mencarinya di mana.


"Apa aku datang saja ke rumahnya, aku yakin pasti dia ada di sana," cicitnya lalu bangkit dari duduknya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah dua hari tidak mandi semenjak kepergian Lisna dari hidupnya.


Berbeda dengan yang terjadi di tempat lain, tepatnya di rumah Ibu Panti Asuhan yang beberapa bulan ini dia tempati. Vanesaa dan Ibu Laila. Semua sibuk mengurus pernikahan keduanya Vanesa dengan seorang pria yang cukup layak, tampan, kaya dan baik hati yang bernama Ariel. Rencananya hari ini akan berlangsung akad nikah sederhana mereka berdua.


Mereka hanya mengadakan akad nikah dengan cukup sederhana tanpa mengundang tamu undangan dan akan dihadiri oleh beberapa orang keluarga inti saja.


"Van.. Ibu hanya ingin tahu apa semua keputusan ini sudah kamu pikirkan baik-baik nak? Ibu tidak ingin mereka hanya mempermainkan perasaanmu, dimana mereka adalah orang kaya dan berada," ucap Ibu Laila sembari menggenggam tangannya Nafeesa.


Vanesaa yang sudah berpakaian lengkap dengan gaun pengantin yang sudah menempel di tubuhnya dengan sangat indah dan pas di tubuhnya yang sudah berisi karena sudah hamil. Membalas perkataan dengan senyuman dihadapan Ibu Laila.


"Insya Allah Mas Ariel pria yang baik Bu, keluarganya juga aku yakin mereka juga baik, aku minta tolong doakan saja yang terbaik untuk pernikahanku, Bu," imbuhnya yang tidak menjelaskan secara rinci maksud dari pernikahannya yang sebenarnya.


"Ibu harap dan berdoa semoga apa yang kamu katakan sesuai dengan apa yang kamu katakan Nak," timpal lalu memeluk erat tubuh Vanesssa ke dalam pelukannya dengan terisak dalam tangisannya.


Entah apa yang terjadi pada Bu Laila, ia menangis padahal sedari tadi Ia berusaha untuk menahannya.


Ketakutan yang dirasakan oleh Bu Laila sangat wajar dan normal itu terjadi. Bu Laila berharap penuh agar pernikahan mereka akan kekal abadi hingga maut yang memisahkan cinta dan hubungan mereka berdua.


****************


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:

__ADS_1



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


Makasih banyak all readers…


I love you all..


__ADS_2