
Aril tanpa sengaja melihat raut wajahnya Vaneesa berubah sendu lalu kemudian erdiam dan mematung seperti seseorang yang sedang banyak pikiran.
"Apa Vanesaa tidak bahagia dengan perkataan dan kejujuran aku yah?" Gumam Aril.
"Ya Allah… aku sangat bahagia mendengar suamiku dengan suka rela dan cita menyambut kelahiran dari anakku hingga membuatnya sangat antusias menanti kelahiran anak ku bersama pria lain," cicitnya Vanesaa.
Aril menyentuh lengannya Vanesaa dengan lembut, "Sayang, apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya yang ketakutan jika terjadi sesuatu yang tidak baik pada istrinya dengan memegang pundaknya Vanesaa.
Vanesa tersentak terkejut dan spontan langsung tersadar dengan memberikan seulas senyuman manisnya di depan suaminya, ia refleks membalas memeluk tubuhnya Aril.
"Walaupun, hati ini masih tetap untuk Mas Andra, tetapi aku akan memberikan seutuhnya perhatianku dan akan belajar untuk mencintaimi suamiku walaupun aku akui itu hal yang tersulit aku lakukan untuk move on dari Mas Syailendra," batinnya Audrey Vanessa.
"Sayang nanti kalau kita sampai di Berlin kita cek kehamilan nya, tapi kamu tidak apa-apa kan kalau kita akan tinggal di Berlin hingga anak kita berusia 1 tahun nanti?" Tanyanya yang masih berpelukan dengan istrinya.
"Kemanapun Abang pergi, aku akan selalu mengikuti terus di sampingnya Abang, walaupun harus ke ujung dunia sekalipun itu," terangnya Vaneesa dengan seulas senyumannya.
Aril mengecup sekilas genggaman kepalan tangannya Vanesaa, "Kebetulan Abang buka cabang olahraga perusahaan baru yang butuh sangat perhatian dan penanganan langsung dari saya."
Perkataan tulus dari mulutnya Vaneesa barusan membuat hatinya Ariel menghangat dan ada gelenyar aneh yang muncul seketika itu. Ia tidak hentinya mengumbar senyuman Kebahagiaan hanya mendengar langsung penuturan dari istrinya itu.
Aril sangat bahagia dan tidak menyangka jika gadis kecil yang menolongnya dulu menjelma menjadi perempuan yang sangat baik hatinya. Dia sangat bahagia dan tidak sedikitpun terbersit di benaknya kalau dia menyesal menikahi Vanesaa malahan ia sangat bersyukur karena mendapatkan perempuan yang benar-benar tulus dan ikhlas untuk mendampingi hidupnya yang serba kekurangan itu.
"Abang janji, akan mencintaimu seumur hidup Abang dan hanya kamu wanita yang ada di dalam hidupnya Abang, tapi ada yang aku tutupi dari dirimu dan tidak mungkin aku mampu mengatakannya di depanmu, Ariel membatin.
Sedangkan di dalam negeri, Ibu Elma dan Pak Abimanyu kedua orang tuanya Syailendra sudah tiba di Jakarta. Mereka segera menuju rumah putra semata wayangnya itu. Mereka tidak ingin menunda lebih lama lagi untuk bertemu dengan Endra putra mereka yang kabarnya hampir gila dan defresi.
Syailendra segera keluar dari rumahnya, dia ingin mencoba mencari keberadaan dari Vaneesa sekali lagi di rumah kedua orang tua angkatnya.
"Aku harus segera mencari Vaneesa dan meminta maaf padanya, aku tidak ingin hidup dalam rasa bersalah dan penyesalan terus menerus," lirihnya Endra yang yakin sekali akan bertemu dengan Vanesaa mantan istrinya itu yang dia ceraikan tanpa sepengetahuannya yang telah dibodohi oleh seseorang.
__ADS_1
Endra segera mengemudikan mobilnya menuju Bandung tempat tinggal kedua orang tuanya Vanesaa. Ia sangat berharap agar dia masih bisa bertemu dengan Vanesaa walaupun itu untuk yang terakhir kalinya. Ia lakukan itu agar dia bisa meminta maaf karena meminta untuk kembali sepertinya itu tidak mungkin terjadi.
Sore harinya menjelang magrib, Endra sudah sampai di kota Bandung. Dia tersenyum gembira saat mematikan mesin mobilnya saat sudah berada di jalan depan rumahnya Pak Brawijaya kakek dari Vaneesa.
Kedatangannya langsung disambut hangat oleh Security rumah tersebut," assalamu Tuan Muda Endra," sapanya sambil membuka pagar yang menjulang tinggi itu.
Endra tersenyum sumringah, "Waalaikum salam, makasih banyak Pak, apa Vanesaa ada di dalam?" Tanyanya dengan menunjuk ke arah dalam rumah yang bercorak modern itu.
Security itu dalam sekejap terdiam sesaat sebelum menjawab pertanyaan dari Endra, "Non Vanesaa, maaf dia sudah kurang lebih empat bulan tidak pulang ke sini lagi Tuan, Bapak kira Nona Vanesaa tinggal bersama dengan Tuan Muda di ibu kota Jakarta," jawabnya dengan wajah kebingungan dengan pertanyaan yang ditujukan untuknya dari Endra tersebut.
"Kalau Vanesaa tidak ada di dalam, terus dia ada di mana?" Tatapan matanya tertuju pada seorang perempuan yang sangat dia benci dan sama sekali tidak ingin dia lihat lagi.
"Kalau kamu ingin mencobanya silahkan cari di Jakarta di jalan XX, sepertinya hidup kamu cukup bahagia setelah bangkrut dan tidak punya istri," sarkasnya Lisna sambil berjalan ke arah dalam mobil pribadi peninggalannya Vaneesa yang sudah dipakai Lisna sehari-hari selama ia berada di sana.
Endra menatap tajam ke arah Lisna yang sudah melipat tangannya di depan dadanya, "Apa semua yang kamu katakan itu benar adanya, jangan-jangan kamu bohong lagi sama aku, dan semua perkataanmu tidak ada yang pantas untuk bisa dipercaya, satu pun itu," ujarnya dengan memutar bola matanya jengah.
Endra sama sekali tidak menggubris perkataan dari Lisna, dia hanya langsung membalikkan tubuhnya lalu segera berjalan ke arah mobilnya.
Endra tanpa banyak pikir lagi segera melangkahkan kakinya, "Aku harus segera bertemu dengan Vaneesa, semoga dia benar ada di sana dan Lisna tidak berbohong lagi padaku," lirih Endra yang masuk ke dalam mobilnya yang terparkir sedari tadi.
****************
Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
I love you all..
__ADS_1