Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 64


__ADS_3

"Minggir!!!" Teriaknya Aril dengan wajahnya yang garang dan sudah memerah.


Ariek segera mendobrak pintu itu sekuat tenaganya hingga berulang kali tapi, pintu yang terlalu kuat, besar dan kokoh itu tak berubah dan bergoyang sedikit pun.


"Panggil Security untuk membantuku! Cepat!!" teriaknya lagi.


Aril tanpa henti berusaha sekuat tenaga untuk mendobrak pintu itu tapi, saking kuatnya pintu itu sama sekali tidak berubah sedikit pun. Raut ketakutan dan cemas jelas terlihat di wajahnya.


"Ya Allah … jaga dan lindungilah istriku dan calon bayi kembar kami," cicitnya Aril.


Cinta adalah penghormatan, maka jika dia tidak menghormati kamu, dia tidak mencintai kamu apa pun penjelasannya..


Aril sama sekali tidak ingin menyerah, dia terus berusaha mendobrak pintu itu. Ia kembali bersiap dan mengambil ancang-ancang untuk mendobraknya, tapi langkahnya terhenti saat pintu itu akhirnya terbuka sendirinya dari arah dalam tanpa bantuan dorongan dan dobrakan dari tubuhnya Aril.


Aril tersenyum sumringah melihat istrinya berdiri di depannya dalam keadaan yang baik-baik saja. Ariel tanpa sungkan spontan langsung menarik tubuhnya Vanesaa ke dalam pelukan. Vanesa pun berjalan cepat ke arah Ariel lalu segera membalas memeluk tubuh suaminya dengan penuh kasih sayang dan rasa senangnya.


"Alhamdulillah, kamu baik-baik saja sayang, padahal Mas sangat khawatir, ketakutan dan mencemaskan keadaan mu," jelasnya Ariel yang meneteskan air mata bahagiaannya.


Tapi Audrey Vanessa segera mengedarkan pandangannya dan mengernyitkan dahinya dengan keheranan melihat banyaknya orang yang berdiri di depan pintu masuk kamarnya. Dan pandangan matanya tertuju pada sosok pria yang semalaman dia pikirkan hingga dia susah dan kesulitan untuk tertidur, dan berakhir jam 4 subuh baru bisa terpejam kedua bola mata indahnya.


Semua orang yang berada di sana, mulai menundukkan kepalanya dan tidak ada yang berani melihat ataupun hanya sekedar melirik saja ke arah kedua Tuan dan Nyonya apa yang mereka berdua lakukan saat.


Vanesa tak segan-segan memeluk tubuh pria yang sedari sejak semalam ia khawatirkan dengan erat tubuh suaminya, walaupun dengan tubuhnya yang sudah seperti buntelan pakaian yang mau dicuci,hal itu sama sekali tidak menjadi masalah buatnya.


"Mas maafkan aku yah, aku sudah meminta sesuatu yang seharusnya saya terlebih dahulu bicarakan dengan Mas sebelumnya," ujarnya Vanesaa dengan sangat menyesali perbuatannya kemarin yang terlalu egois dan sensitif.


"Mas yang seharusnya meminta maaf padamu sayang, Mas yang sudah banyak salah dan lari dari masalah yang seharusnya menjelaskan semuanya kepadamu," terang Aril yang penuh dengan rasa sesalnya.


Aril yang wajahnya sendu karena melihat kondisi istrinya yang sedih gara-gara perbuatannya yang tidak mampu menghadapi masalah dengan berani dan jujur dengan lari dari kenyataan yang ada tanpa ada keberanian sedikit pun untuk terbuka.


"Mas! Baik-baik saja kok istriku, kamu tidak perlu khawatir lagi dan terus meminta maaf padaku, bukan kamu yang seharusnya meminta maaf tapi aku yang terlalu bodoh," ungkapnya Ariel.

__ADS_1


Aril tanpa banyak pikir, dia segera menggendong tubuh istrinya yang cukup berat itu dengan susah payah. Vanesa yang tiba-tiba digendong dan mendapatkan perlakuan seperti itu langsung terkejut serta ketakutan,dia pun langsung melingkarkan tangannya di lehernya Aril dengan kuat.


"Aaahhh takut Mas!!" Pekik Vanesaa yang tubuhnya tiba-tiba melayang di udara sembari menutup kedua kelopak matanya.


Ariel tersenyum menanggapi sikapnya Vanesaa saat digendong dengan berucap, "Kamu tidak perlu takut sayang, tubuhmu bertambah berapa kilo pun Mas tetap bisa angkat dan gendongmu," gurau Aril yang membuat Nafeesa spontan murung dan cemberut.


"Iiihhh turunin saya saja kalau Mas bilang berat, berarti Mas tidak suka kalau aku bertambah gemuk yah," gerutu Vanesaa dengan wajah kesalnya.


Ariel hanya tersenyum dan tertawa cengengesan menanggapi perkata dari istrinya yang ngambek padahal dia hanya berkelakar saja. Hal itu dia lakukan agar Vanesa bisa terhibur karena Aril mendengar dari orang kalau seorang istri yang hamil itu pikirannya harus tenang dan nyaman dan tidak boleh tertekan hingga stress.


"Maafkan Mas sayang, apa yang terjadi padamu hingga akhir hayatnya Mas kamu tetap cantik dan seksi dan kamulah satu-satunya perempuan yang paling aku sayang dan cintai dalam kehidupannya Mas," bujuk Aril yang menjelaskan tentang apa yang dia rasakan selama ini padanya Vanesa.


Vanesa tersipu malu seraya berkata, "Serius dengan apa yang dikatakan oleh Mas Ariel?" Tanyanya dengan menatap intens kedalam bola matanya Ariel.


"Mas sangat serius dengan apa yang Mas katakan, suer disambar gledek jika semua yang Mas katakan adalah kebohongan!" sumpahnya Ariel.


Ariel bersumpah di depannya Vanesa dengan mengacungkan dua jarinya ke atas tepat dihadapan istrinya itu sesaat setelah menurunkan perlahan dan pelan penuh kehati-hatian tubuhnya Vanesaa ke atas ranjang.


"Kalau emang Mas sangat sayang dan mencintaiku tulus dari dalam hati terdalam Mas, tapi kenapa kemarin tidak memenuhi permintaan dariku yang sangat gampang itu?" Tanyanya Vanesa dengan penuh selidik.


"Aku harus memaksa Mas Aril untuk berterus terang, apa yang mendasari kenapa ia menolak untuk memenuhi keinginanku kemarin, padahal semua suami pasti menginginkan kegiatan itu," Vanesaa membatin.


Vaneesa terus berusaha untuk mengorek informasi dari mulutnya Aril langsung dan dia tidak ingin hanya menduga dan menerka-nerka saja.


****************


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Merebut Hati Mantan Istri loh, judulnya ada di bawah ini:

__ADS_1



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta


Cinta pertama


Duren I Love You



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


Makasih banyak all readers…


I love you all..


__ADS_2