
"Tidak!!!!" teriaknya kemudian terbangun dari tidurnya yang baru beberapa menit terlelap itu.
Kedua orang tuanya yaitu ibu Helma Pradopo Abimanyu dan Pak Abimanyu sama sekali tidak mengetahui dengan kejadian tersebut. Endra kembali berusaha untuk memejamkan matanya karena rasa ngantuk yang kembali menderanya tapi, mimpinya itu tidak terulang kembali.
Keesokan paginya, Pak Abi, Ibu Helma dan juga Endra sudah berada di pesawat menuju ke Jerman. Mereka berharap agar usahanya kali ini berhasil dan membuahkan hasil yang maksimal sehingga Andra bisa segera bisa disembuhkan penyakitnya.
Bu Helma tanpa menunda lama lagi ia segera mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluannya serta suami dan anaknya.
"Ya Allah… semoga saja anakku bisa sembuh total dari penyakitnya selama di Berlin nanti," batinnya Bu Helma.
Pak Abimanyu yang melihat istrinya yang sangat antusias dan bahagia berangkat ke Jerman hanya terdiam dan tersenyum di tempat duduknya sembari memeriksa beberapa dokumen penting perusahaannya.
"Papa, apa Mas sudah menghubungi Yoga dengan istrinya jika kita akan ke Jerman besok?" Tanyanya Bu Helma setelah membereskan semua perlengkapannya pakaian dan barang-barang yang akan dibutuhkan nantinya.
Pak Abi menatap ke arah istrinya," sudah Mas hubungi mereka, anak kita Prayoga Yudistira siap menjemput kita di bandara Kalau istrinya katanya tidak bisa karena sedang hamil," jelasnya Pak Abi.
"Apa Natali hamil Mas??" Tanyanya Bu Helma yang tersenyum bahagia.
Karena sudah hampir lima tahun pernikahan putra keduanya tapi hingga detik itu baru anak menantunya bisa hamil juga. Karena itu lah mereka sangat bahagia menyambut calon cucu keduanya.
__ADS_1
Keesokan paginya, Pak Abi, Ibu Helma dan juga Syailendra sudah berada di pesawat menuju ke Jerman tepatnya di Berlin kebetulan mereka memiliki anak yang sudah lama tinggal di sana sejak sekitar 7 tahun lalu.
Mereka berharap agar usahanya kali ini berhasil dan membuahkan hasil yang maksimal sehingga Endra bisa segera bisa disembuhkan penyakitnya. Bagi mereka selama cara yang ditempuh mereka adalah baik, maka mereka akan melakukan segala cara akan mereka tempuh,demi kesembuhan total dari Endra.
"Ya Allah mudahkanlah semuanya, aku meminta maaf dan memohon padaMu ya Allah… atas segala salah dan khilaf kami dan berikanlah kami kesempatan untuk memperbaiki semuanya," lirihnya Bu Helma.
Menukar segala harta benda yang mereka punya pun mereka tidak akan pernah segan dan banyak fikir akan segera melakukan dan melaksanakannya. Pak Abi, Nyonya Helma dan putranya Endra sudah bertolak ke Negara Jerman. Mereka sangat antusias untuk menyembuhkan penyakit yang diderita oleh Endra.
Syaailendra duduk di dalam kabin pesawatnya, dia sedari tadi terbengong, dengan tatapan mata yang kosong, entah apa yang sedang dipikirkannya itu. Pandangan dan sorot matanya yang kosong seperti seseorang yang sudah kehilangan akal sehatnya saja. Dari hari ke hari semakin parah saja.
"Bayi kembar," cicitnya.
"Ya Allah… sembuhkan lah penyakitnya putraku, aku tidak sanggup melihat anakku seperti ini terus, maafkanlah segala kesalahan nya ya Allah…" gumam Bu Helma.
Air mata seorang ibu yang tulus mendoakan anaknya yang sudah hampir dua bulan sakit. Itulah doa yang selalu dipanjatkan oleh Ibu Helma. Sedih, kecewa menjadi satu bagian di dalam hatinya, jika melihat kondisi fisik dan mental putranya yang tidak kunjung ada perubahan.
Padahal berbagai cara telah dia lakukan untuk kesembuhan putra semata wayangnya. Tuan Besar Abimanyu yang tidak langsung mendengar doa istrinya, setelah melaksanakan shalat dzuhur ikut meneteskan air matanya.
"Maa yang seharusnya disalahkan karena sudah tahu kelakuan bejat putra kita, tapi terdiam saja tanpa menegur dan memberikan nasihat kepada Andra untuk menghentikan perbuatan jeleknya, aku baru menyesali kelemahan dan ketidakmampuan aku kala itu," gumam Pak Abi.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, pesawat terbang yang mereka pakai ke Berlin sudah mendarat dengan selamat hingga ke tujuan. Mereka dijemput oleh anak dan menantunya yang kebetulan sudah lama menetap di Jerman.
"Assalamualaikum Bu," ucap salam Yudistira anak bungsunya itu.
Yudi segera mengambil tangan ibu mertuanya untuk dia cium punggung tangannya itu. Ia sangatlah bahagia karena kedua orang tuanya bisa berkunjung ke negara tempat tinggalnya.
"Waalaikum salam Nak, istrimu mana?" Tanyanya Bu Helma yang melihat ke sekeliling tapi, tidak menemukan keberadaan dari putrinya anak menantunya itu.
Yudis tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Mamanya," Natali ada di rumah Ma, aku larang ke bandara jemput kalian karena kebetulan insyaallah 5 bulan lagi kami akan punya anak pertama, kemarin aku sudah minta ijin kepada Papa."
Intending to please your partner is also part of the adab and procedures for marital relations according to the Sunnah and Islamic law.
A good wife in Islam is one who intends to please her husband in everything he does, including when making love.
Berniat menyenangkan pasangan juga jadi bagian dari adab serta tata cara berhubungan suami istri sesuai Sunnah dan syariat Islam.
Istri yang baik dalam Islam adalah dia yang berniat menyenangkan suaminya dalam segala hal yang dilakukannya, termasuk saat bercinta.
Ibu Helma yang mendengar penjelasan dari anak menantunya tersenyum bahagia,saking bahagianya dia langsung memeluk tubuh putranya yang sudah lama berpisah dengannya tersebut.
__ADS_1
"Mama sangat bahagia nak, jaga baik-baik istrimu dan calon bayi kalian," tuturnya Bu Helma.