Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 146


__ADS_3

Vanesa semakin mengeraskan suara tangisannya itu sampai membuat Starla mendekatinya mamanya itu.


"Mama, jangan sedih lagi Ara yakin Abang Sam pasti akan selamat kok," bujuknya Ara sembari menyeka air matanya Vanesa anak berusia sembilan tahun itu.


Bujukan dan nasehat serta masukan dari semua orang mampu meredakan kesedihan, kekalutan, kepanikan, ketakutan, kecemasan yang berlebih-lebihan yang dialami oleh Vanesaa berubah perlahan-lahan.


"Samudera maafkan Mama Nak, ini semua kebodohannya Mama yang sudah merelakan dirimu bersama Nyonya Besar Bu Dwi Handayani, aku tidak akan tinggal diam mereka memperlakukan putraku sungguh keji dan kejam, mereka sama sekali tidak punya hati nurani sehingga anak sekecil itu disiksa, Ma lihat lah cucumu tubuhnya sangat kurus, bagaimana dengan makannya, istirahatnya pasti dia disiksa," ratapnya Audrey Vanessa.

__ADS_1


Kedua anak kembarnya yang lain yaitu Starla Kejora Aysila Syailendra dan Angkasa Attar Abimanyu, serta Bu Faridah Ibu panti asuhan, Bu Helma mamanya Syailendra, Bu Laila Sari mamanya Audrey Vanessa. David, Danu dan Dion serta pak Abimanyu, pak Rusdianto ayahnya Audrey Vanessa sudah berdiri di sekitar ugd memperhatikan dengan seksama kondisi kesehatannya Samudera anak kecil berusia sembilan tahun itu.


Semua orang yang datang mendoakan yang terbaik untuk Sam. Melihat dari kondisi sekujur tubuhnya Sam sangat sulit untuk sembuh kembali seperti semula. Tapi, Endra mendatangkan beberapa dokter terbaik khusus untuk menangani kondisi kesehatannya Samudera.


"David bagaimana kondisi terakhir kasusnya Bu Dwi bersama dengan suaminya apa sudah ditemukan para anak buahnya yang kamu turunkan hari ini?" Endra menatap penuh harap dan intens ke arahnya David.


"Tuan Muda Endra tenang saja kita masih banyak waktu luang merasakan kepada suami istri itu yang lebih parah dari kematian seperti yang Anda intruksikan, jadi kami mohon Tuan Endra tenang, bersabarlah insya Allah hari ini kami akan menangkap penjahatnya itu," tegasnya dari orang-orang kepercayaannya Syailedra.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau seperti itu, Ingat jangan sekali-kali melakukan kesalahan apapun itu, karena kamu melakukan kesalahan sedikit pun sama saja memberikan kesempatan kepada mereka untuk meloloskan diri lagi dari jeratan hukum," kesalnya Endra.


"Ya Allah… lindungilah cucuku jangan biarkan terjadi sesuatu padanya,saya tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika terjadi hal yang tidak baik kepada angkasa cucu bungsuku itu," ratapnya Bu Helma yang akhirnya menangis tersedu-sedu juga padahal sejak tadi berusaha untuk menahannya.


"Kita harus bersabar Bu, dokter terbaik dari luar negeri sudah menangani kondisi cucu kita ini, insya Allah percayalah dia akan sembuh dan tersadar dari komanya, dukungan dan doa dari kita semua mampu membantu penyembuhan Sam, saya yakin itu Nyonya," pungkasnya Bu Faridah Nirmala.


Beberapa saat kemudian mereka kembali terdiam tanpa ada yang berani dulu berbicara sepatah katapun. Mereka sibuk dengan pemikiran mereka sendiri. Rasa takut, panik,cemas, khawatir menjadi satu bagian di dalam kepala, benak dan pikirannya mereka semua.

__ADS_1


"Aku akan berangkat umroh dan memberikan umroh gratis kepada tiga puluh orang jika cucuku sembuh total, sadar dari komanya ini nazar dan janjiku padaMu ya Allah… sembuhkan lah Sam cucuku yang pertama kali aku melihatnya," cicitnya Bu Helma Sungkar Abimanyu.


__ADS_2