Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 20


__ADS_3

Setelah mesin motornya mati, Angkasa turun dari motornya dengan ter buru-buru melompat turun dari atas jok motor setelah melihat Ara yang kebetulan baru juga sampai di sekolahan mereka.


Angkasa sedikit menarik tangan Vaneesa karena terlalu tergesa-gesa untuk segera dia cium punggung tangannya.


"Assalamualaikum Mami," ujar Angkasa lalu langsung berlarian ke arah Ara.


Dengan langkah dan keyakinan yang kuat dan mantap, "Bismillahirrahmanirrahim semoga semuanya dilancarkan dan aku diterima bekerja di Perusahaan itu," Batinnya Vanesa.


Saat Vanesa sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan sudah bergabung dengan pengendara lainnya di jalan raya.


Dengan perasaan yang penuh semangat, dan penuh harapan besar. Ia yakin bisa lulus di sana karena kemampuan dan spesifikasi pekerjaan dan jabatan yang dibutuhkan di sana sesuai dengan ijazahnya cukup banyak yang dibutuhkan dan dicari.


"Aku yakin di perusahaan ini aku akan memulai hidup yang baru," gumamnya Vanesaa.


Setelah mesin motornya mati, Angkasa buru-buru melompat turun dari atas jok motor setelah melihat Ara yang kebetulan baru juga sampai di sekolahan mereka. Angkasa sedikit menarik tangan Vanesa karena terlalu tergesa-gesa untuk segera dia cium punggung tangannya.


"Assalamualaikum Mami," ujarnya Angkasa putra sulungnya itu lalu langsung berlarian ke arah Ara dengan wajahnya yang bahagia.


Ara yang melihat Angkasa sahabat barunya itu segera mendatanginya dengan menyunggingkan senyuman termanisnya juga.


"Assalamualaikum Bang," sapanya Ara.


"Waalaikum salam," jawabnya Angkasa.


"Kita masuk yuk Abang, entar ibu guru sudah datang, Ara gak mau terlambat," ujarnya Ara yang langsung menarik tangannya Angkasa untuk secepatnya berjalan ke arah dalam area sekolah.


"Kalau dilihat sekilas sudah ketahuan mereka mirip apa lagi diperhatikan dengan seksama, Kok wajahnya mereka mirip yah, mereka berdua seperti adik kakak kandung saja," gumam Pak Adam selaku supir pribadi yang ditugaskan oleh Syailendra mulai hari ini tetapi dia sudah hampir 20 tahun bekerja dengan keluarga besarnya Abimana Aryasatya.

__ADS_1


Pagi tadi sebelum berangkat sekolah, Pak Abimana, Bu Anna dan Syailendra dibuat tercengang dengan perkataan sekaligus permintaannya Ara satu-satunya anak kecil di dalam keluarga mereka.


Permintaan Ara yang menurut mereka sungguh tidak seperti biasanya sehingga mereka tersentak terkejut dengan apa yang diminta oleh Ara.


"Papa! Mulai hari ini tidak usah antar jemput lagi Ara, cukup Mang Adam yang anterin, kan Ara sudah gede Papa," tuturnya Ara sambil menikmati menu makanan sarapan paginya kala itu.


Pak Abimanyu dan Syailendra saling bertatapan dan penuh dengan tanda tanya. Tapi, mereka sangat bersyukur karena baru sehari sekolah di sekolah dasar barunya, banyak sudah perubahan baik dan signifikan yang ditunjukkan oleh Ara.


"Kalau itu permintaannya putri tercantik dan terpintarnya Papa Alhamdulillah Papa sangat bahagia dengernya Nak, tapi tidak ada lagi yang nakal dan jahil di sekolahnya kan?" Selidik Syailendra yang cemas jika hal yang seperti dahulu yang dialami putrinya sehingga sakit dan mogok sekolah.


"Apa Ara baik-baik saja kan?" Tanyanya Bu Helma yang ikut menimpali pembicaraan mereka ayah dan anak itu karena merasa belum bisa percaya dengan sikapnya Ara cucu tersayangnya.


Ara tersenyum lembut ke arah Neneknya lalu berkata," Alhamdulillah Ara sangat baik Nek, Ara hari ini sangat bahagia karena punya teman baru yang sangat baik sama Ara dan janjinya dia akan membuatkan bekal makanan untuk Ara Nek!"


"Teman baru yang sangat baik kalau gitu sayang, ingat harus tetap berhati-hati karena kita tidak tahu hati orang lain gimana sebenarnya, jadi jangan gampang percaya tetap harus selalu waspada kalau menurut kakek gitu nak," nasehat Pak Abimanyu sembari menoel hidung mancungnya Ara.


Ara tersenyum penuh kegirangan ke arah kakeknya itu, "Siap Kakekku yang paling ganteng sedunia," timpalnya Ara sambil merentangkan kedua tangannya ke arah samping.


Bu Helma terdiam sesaat sambil memikirkan sesuatu, "Ya Allah.. syukur Alhamdulillah aku panjatkan kehadiratMu.. karena setelah sekian lama cucuku akhirnya bisa tersenyum lepas tanpa ada beban berat yang dialami, semoga anak dan cucuku mendapatkan kembali kebahagiaannya yang pernah terenggut dulu," Bu Helma membatin.


Beberapa saat kemudian, Ara dan Mang Adam sudah bersiap menuju sekolah sedangkan Pak Abimanyu dan Syailendra akan ke perusahaan karena hari ini mereka berdua akan mengetes langsung beberapa calon karyawan dan karyawati yang menurut mereka memiliki potensi dan skill yang baik dan mumpuni.


****************


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:

__ADS_1



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya.

__ADS_1


Makasih banyak all readers…


I love you all..


__ADS_2