Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 109


__ADS_3

"Nyonya Vanesaa!!" teriak mereka yang ada di sana.


Mereka segera bergegas membantu dan menolong Vanesaa yang sudah pingsan yang hampir jatuh tersungkur ke atas lantai keramik. Mereka bergegas membawa ke dalam ruangan untuk segera ditangani oleh dokter dan perawat.


"Ya Allah… sabarkanlah hatinya Nyonya Vanessa ya Allah… kami sangat kasihan dan sedih melihat Nyonya seperti ini," tuturnya Aida.


"Sungguh malang nasib pernikahan Nyonya Muda, sudah dua kali dalam kehidupannya harus menjadi janda," sahutnya Aimah.


Nyonya Dwi dengan menarik dagunya Angkasa dengan cukup kuat hingga Angkasa meringis menahan perihnya kukunya Bu Dwi yang mengenai permukaan kulitnya itu. Dia lalu segera menghempaskan tubuh kecilnya Angkasa hingga terjatuh tepat di atas pusaranya Ariel yang dipenuhi oleh taburan bunga.


Angkasa tidak putus asa dan menyerah dia kemudian bangkit lalu kembali berlari ke arah mereka berdua dan menarik tangannya Samudera dengan sekuat tenaganya.


Hal yang paling jauh dari kita adalah waktu, yang paling berat adalah amanah, yang paling dekat adalah kematian.


Kematian adalah hal yang paling jauh dari pikiran kita, walaupun sebenarnya ia yang paling dekat dari segala yang dekat dari kita.


"Tidak!!! Mas Arili jangan tinggalkan aku!!" Teriak Audrey Vanesa lalu terjatuh dan tidak sadarkan diri lagi.


Aida dan Aimah yang berada di sampingnya segera membantu Vanesaa agar dia tidak terjatuh tepat menyentuh lantai. Mereka sigap membantu Nyonya Muda mereka.


Vanesaa meraung meratapi kepergian suaminya untuk selamanya. Ia segera dilarikan ke dalam kamar perawatan ICU untuk segera mendapatkan pertolongan dan penanganan segera.


Semua orang khawatir melihat kondisi yang dialami dan diderita oleh Vanesaa. Mereka sangat sedih atas duka yang menimpa keluarga besar Permana.


"Kamu berdua tinggal di sini saja menemani Nyonya Muda, biarkan saya yang mengurus segala keperluan pemakaman dan segalanya untuk Tuan Muda Ariel untuk yang terakhir kalinyai," jelas Pak Rusdianto di depan Aida dan Aimah.


"Baik Tuan Rusdi,kami akan menjalankan sesuai dengan arahan dan petunjuk dari bapak," jawab Aida.


"Bapak tidak perlu khawatir kami akan menjaga Nyonya Muda Vaneesa dengan sebaik-baiknya," timpalnya Aimah.


"Iya, kalian aku tugaskan untuk menjaganya dengan baik," timpal Nyonya Dwi Handayani yang ikut menimpali dan menambahkan pembicaraan mereka yang sangat bahagia dan sumringah tapi sangat lihai dan pintar menutupi kebahagiaannya itu di depan orang lain.

__ADS_1


Nyonya Dwi dengan sesekali sesegukan disela tangisnya yang tidak henti-hentinya meneteskan air matanya. Aktingnya sungguh luar biasa hingga hanya Priska yang mengetahui kenyataan yang ada.


Priska hanya terdiam memandangi mereka dan tidak menduga jika Tuan Mudanya akan meninggalkan dunia secepat ini.


"Apa semua kecelakaan maut itu ada hubungannya dengan Nyonya Dwi Handayani yah? Karena feelingku merasa ada hal aneh yang terjadi dan sangat tidak mungkin jika bukan gara-gara dia yang menyebabkan Kecelakaan maut itu?" Priska membatin dengan ketidak percayaannya dengan insiden maut yang menewaskan hanya Aril seorang sedangkan yang lain hanya mengalami kecelakaan saja.


Mereka meninggalkan koridor area rumah sakit dan segera pulang ke kediamannya Tuan Besar Permana.


"Akhirnya anak pungut itu sudah mati, berarti aku harus segera memerintahkannya untuk menjalankan semua rencana kami selama ini tapi, aku tidak yakin jika Sakti hanya kecelakaan biasa tanpa ada campur tangannya," gumam orang itu.


Suara sirine ambulance tengah malam itu terdengar sangat menyayat hati dan mencekam. Siapa saja yang langsung mendengarnya pasti mereka sudah tahu dan cepat mengambil kesimpulan jika ada seseorang yang sedang tidak baik-baik saja.


Vanesaa harus dirawat di rumah sakit dan masih ditangani oleh beberapa perawat dan dokter. Mereka memeriksa kondisi mental dan psikis Nafeesa yang masih terbujur dalam kondisi yang tidak sadarkan diri setelah seluruh hati dan jiwanya terguncang hebat.


Setelah berselang beberapa saat kemudian, dokter dan perawat telah melakukan pemeriksaan terhadap Vabedasa mereka meninggalkan ruangan perawatan Nafeesa bersama dua orang maid yang selalu setia menjaganya sedari tadi.


Pengumuman!!!!!



Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.


Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.


Khusus Satu Orang dengan komentar terbaik menurut Fania akan mendapatkan pulsa 25k.



Syaratnya Wajib:


Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022. Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.

__ADS_1


Harus Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!


 


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Merebut Hati Mantan Istri loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta


Cinta pertama


Duren I Love You



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


Makasih banyak all readers… I love you all..


__ADS_2