
"Kalau masalah itu, maafkan Paman yang belum msmpuy untuk mengetahui dan melacak keberadaannya hingga saat ini, Paman belum mengetahuinya siapa anaknya karena ada seseorang yang memanipulasi dan mengatur semuanya hingga satu orang pun mengetahui kenyataan yang ada, hanya Tuan Besar saja yang mengetahui itu, tapi Paman sudah mencarinya hingga detik ini belum menuai titik terang pencarian Paman dengan berbagai cara," jelasnya Pak Rusdianto dengan panjang lebar.
"Jadi apa anak asli dan kandungnya Papa satu-satunya masih hidup sampai sekarang hanya saja identitas dan jati dirinya tidak diketahui sedikit pun dan oleh siapa?" Tanyanya Ariel yang mulai kepo dan sangat penasaran dengan hal tersebut.
"Kalau masalah istri sahnya berita terakhir yang kami dapatkan, beliau sudah meningga dunia sebelum anaknya besar dan terakhir paman dengar orang yang mengasuh bayinya setelah Bu Meylani istrinya Pak Permana pun hanya dua bulan dari setelah Nyonya melahirkan buah cintanya mereka dia pun menyusul dan sejak kematian Nyonya Meylani keberadaan bayi mereka tidak diketahui jejaknya hingga detik ini," jawabnya Pak Rusdianto yang terharu dan ikut menangis tersedu-sedu.
"Tapi, kan ceritanya ini, paman mencari anaknya hingga sekarang? Masa sih tidak ada jejak penelusuran dari dia, kasihan kalau dia punya hak tapi tidak diberikan padanya," ungkapnya Ariel.
"Semoga pencarian orang-orangku membuahkan hasil yang maksimal dan kalau Paman sudah mendapatkan informasi pasti paman akan beritahu kamu," timpalnya Pak Rusdianto.
"Amin ya rabbal alamin, jadi kamu pilih berkas surat harta warisan yang pertama atau yang kedua?" Tanyanya sembari menyodorkan sebuah berkas dua rangkap kedepannya Ariel.
Ariel segerai menghapus jejak air matanya lalu mulai membaca satu persatu lembaran kertas tersebut dengan sangat teliti. Kemudian dia memutuskan berkas kedua yang paling cocok dengan kondisi keluarganya.
__ADS_1
Ariel sesekali mencengkeram kuat genggaman tangannya jika ia harus mengingat dan mengetahui tipu daya Bu Dwi Handayani sebagai mama sambungnya yang ternyata selama ini hanya memanfaatkan ketidak mampuannya sebagai seorang pria dewasa demi tujuannya tercapai dan berhasil.
"Baiklah, ini adalah surat kuasa yang sudah sah dan dilegalkan oleh pemerintah sesuai dengan keputusanmu dan masalah yang semua Paman ceritakan tolong jangan sampai ada orang lain yang tahu karena bisa berakibat bahaya," pinta Pak Rusdianto yang memohon kepada Aril.
"Insya Allah… saya akan jaga rahasia besar ini sampai mati, aku hanya meminta maaf dan mengucapkan terima kasih banyak kepada Paman yang selama ini paman sudah membantuku, hingga kapanpun Ariel butuhkan," tuturnya Ariel.
"Tidak apa-apa,ini semua sudah tanggung jawab dan kewajibannya paman untuk selalu melindungimu sesuai pesan dan amanah dari kakekmu," jawab Pak Rusdi dengan wajahnya yang sedikit sedih dan kecewa.
"Kalau gitu saya pamit pulang dulu Paman, dan aku mohon selalu jaga dan lindungilah anak-anakku dan istriku Paman sampai kapanpun, hanya paman orang yang satu-satunya di dunia ini yang bisa aku andalkan dan percaya," pintanya Ariel sembari memeluk tubuh tinggi tegap milik Pak Rusdi.
Ariel segera beranjak dari tempat duduknya dan bergegas meninggalkan ruangan itu dengan perasaan yang gamang dan dadanya mulai terasa sesak. Pak Rusdi merasa plong dan lega karena sudah menceritakan tentang amanah yang selama ini dipikulnya untuk Aril walaupun akibatnya beliau tidak bisa jamin dan bayangkan ke depannya.
"Ya Allah… semoga Arel tidak kecewa, sedih, terpukul, marah dan mengamuk di depan mamanya setelah mengetahui kenyataan yang ada jika kehadirannya hanya dimanfaatkan oleh Bu Dwi Handayani," Pak Rusdi membatin.
__ADS_1
Pak Ruslan sama sekali tidak mengetahui jika Sakti punya penyakit yang sangat parah dengan stadium akhir.
Sedangkan di tempat lain, seorang putri kecil yang cantik dan imut sedang merajuk karena keinginannya tidak terpenuhi.
"Pokoknya Ara tidak mau makan jika Papa tidak pulang dan menemani Ara makan titik!!" Ketusnya Starla Aisyla Airene dengan raut wajahnya yang mulai tidak bersahabat dan enak dipandang mata.
"Tapi sayang, papamu sedang banyak kerjaan kasihan papa kalau harus bolak balik ke kantornya," jelas Ibu Helma yang sudah kehabisan cara dan akal untuk membujuk cucu pertamanya itu.
Ariel yang baru masuk kedalam kamarnya dan mendapati istrinya sedang melamun sambil menatap ke arah bayinya yang tertidur pulas. Aril berinisiatif segera memeluk erat tubuh istrinya dari belakang. Apa yang dilakukan oleh Aril hal itu membuat Vanesaa tersentak terkejut.
"Aaahh!!!" Jeritnya Vanesaa yang berteriak karena ketakutan saat ada tangannya yang tiba-tiba melingkar di pinggangnya.
Ibu Helma merasa sedih melihat cucu kesayangannya itu yang sakit gara-gara kemarin bermimpi melihat mamanya dan sangat merindukan kehadiran seorang sosok ibu di sampingnya.
__ADS_1
"Ya Allah… kenapa semakin hari semakin aku melihat wajahnya perpaduan antara Syailendra putraku dengan Vanesaa ada di dalam wajahnya cucuku Starla yang seakan-akan ara adalah putri kandungnya Endra sendiri bukan anak angkatnya," batin Bu Helma.
Sendok yang berisi makanan itu terpaksa Bu Helma letakkan ke atas piringnya yang masih penuh dengan berbagai lauk pauk makanan yang sedikit pun belum tersentuh oleh mulutnya dan dimakan oleh yang punya makanan.