Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 138


__ADS_3

Bu Laila Sari sangat bahagia karena Bu Helma mantan besannya berbicara terus terang dan menjelaskan semuanya apa sebenarnya yang terjadi di dalam hubungan rumah tangganya Audrey Vanessa dan Syailendra Rayanza Aiden Abimanyu.


Mereka sudah berada di jalan akan menuju panti asuhan Arrahmah tempat pelaksanaan acara pesta ulang tahun Angkasa dan Starla yang nantinya akan diadakan sekitar jam empat sore.


Bu Helma dengan Bu Laila Sari sepakat untuk mengadakan pesta syukuran ulang tahun kedua cucunya secara bersamaan di salah satu panti asuhan yang ada di ibu kota Jakarta.


Rona bahagia terpancar dari wajah kedua orang tua itu. Angkasa dengan Starla Kejora Aysila Syailendra pun tidak kalah semangat, antusias dan bahagianya untuk pertama kalinya akan merayakan ulang tahunnya dengan keluarga lengkap.


"Ya Allah… semoga putraku bisa membawa pulang cucu ketigaku dengan selamat," batinnya Bu Helma dengan tatapan sendunya.


"Aku ingin melihat anak dan cucu-cucuku bahagia, mereka cukup sudah sedih dan air mata mereka menangis dengan kehidupan yang selalu membuat mereka meneteskan air matanya," lirihnya Ibu Laila.


"Mama! Angkasa ingin melihat Mama memiliki suami seperti ibu-ibu yang sering mengantar anaknya ke sekolah, ya Allah bukakanlah pintu hatinya Mama Vanesa untuk menerima kembali Papa Endra," gumam Angkasa yang duduk di kursi paling belakang bersama dengan Ara adik keduanya.

__ADS_1


Sedangkan Ara sibuk menchat teman-teman kelasnya apa akan datang atau tidak sempat. Ara mengsharloc alamat lengkap panti asuhan tersebut.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di panti asuhan Arrahmah. Hiruk pikuk keramaian di sekitar area daerah panti asuhan terlihat jelas. Anak-anak panti asuhan bersuka cita menyambut kedatangan iringan rombongan mobil yang dipimpin oleh Bu Helma.


Anak-anak dan pengurus panti asuhan bahagia menyambut pesta ulang tahun cucu dari penyumbang terbesar dan donatur terbesar di panti asuhan tersebut. Bu Faridah selaku ibu panti menunggu di depan pintu mobil untuk menyambut kedatangan Bu Helma dan yang lainnya.


"Assalamualaikum Ibu Helma," sapanya Bu Faridah sambil menjabat tangan kanan Bu Helma.


"Bagaimana Faridah, apa semua persiapannya sudah selesai?" Tanyanya Bu Laila selaku mantan penghuni dan juga pengurus panti asuhan beberapa tahun silam.


Bu Faridah memeluk saudara angkatnya itu," syukur Alhamdulillah semuanya sudah hampir 99 % Mbak Laila, panitia pelaksana acara bekerja dengan baik dan cukup cepat melakukannya," jelasnya Bu Farida Indrati yang selalu tersenyum bahagia karena mendapatkan berkah rezki yang banyak dampak dari penyelenggaraan pesta tersebut.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, saya sangat merindukan anak-anak tapi, beberapa bulan terakhir ini saya sangat sibuk karena pelanggan katering punyaku semakin ramai," tuturnya Bu Laila Sari yang berjalan beriringan menuju tempat acara aula yang sudah disetting menjadi tempat resepsi pesta ulang tahun dengan begitu mewah.

__ADS_1


Ruangan aula sudah disulap dengan berbagai pernak pernik dan aksesoris sesuai dengan arahan dan keinginan dari Ara dan juga Angkasa.


Sedangkan Audrey Vanessa sedang sibuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang sangat banyak hari itu. Ia bahkan memanfaatkan waktu istirahatnya hanya makan siang apa adanya di dalam ruangannya. Ia tidak ingin membuang waktunya karena ingin segera menyelesaikannya tepat waktu dan bisa mengikuti acara ulang tahun putranya.


Sebenarnya Pak Abimanyu dengan mudah bisa memberikan perintah untuk meliburkan hari itu khusus untuk Vanesaa. Tetapi mereka tidak ingin melakukan hal itu agar Vanesaa tidak mengetahui jika mereka sudah merencanakan rencana yang cukup besar untuk Syailendra Rayanza Aiden Abimanyu dengan Audrey Vanessa Permana.


Beberapa saat kemudian ia sudah sampai di depan rumahnya Bu Wahdah Laila Hasyim. Wajahnya sumringah melihat putranya yang tersenyum bahagia menunggu kepulangannya yang sedang berlari ke arahnya yang baru mematikan mesin mobilnya.


"Aku harus segera menyelesaikan ini sudah jam 4 sore lagi," cicitnya Vaneesa seraya melihat jarum jam yang adadi dinding.


Pak Abi yang melihat mantan menantunya itu bekerja dengan serius tersenyum bangga karena Vanesaa sedari dulu seperti ini dalam bekerja selalu bekerja dengan sungguh-sungguh dan serius. Ia tidak pernah asal dalam bekerja.


"Aku harus segera menghubungi nomor hpnya Endra, kenapa sudah hampir jam 5 ia belum mrngabariku, apa yang terjadi di sana, semoga saja Endra sudah menjebloskan Bu Dwi Handayani dan antek-anteknya kedalam penjara untuk selamanya," Pak Abi membatin.

__ADS_1


__ADS_2