Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 117


__ADS_3

Pak Jong Aziz dengan wajahnya yang jumawa dan penuh kesombongan berdiri di depan Pak Rusdian seakan-akan dia lebih hebat dari segala-galanya yang dimiliki oleh Pak Rusdi sendiri. Keangkuhan yang dimiliki Pak Jong membuat Angkasa merugi.


Pak Rusdianto terperangah melihat betapa besar perubahan yang terjadi di sana setelah kepergian Ariel. Baru dalam hitungan jam, Ariel Permana meninggal dunia dan disemayamkan di TPU setempat, sudah nampak jelas mencuat kepermukaan semua antek-anteknya Nyonya Dwi yang jahat dan sifatnya tidak berbeda dengan Nyonya Dwi.


"Makasih banyak atas sambutannya Pak Kepala Pelayan," ketusnya Pak Rusdian dengan menekan perkataannya yang paling ujung.


Pak Rusdi membalas menatap ke arah Pak Aziz Jong dengan tatapan mencemooh dan merendah. Pak Rusdianto hanya tersenyum smirk melihat sikap dan kelakuannya Jong.


"Kami ke sini hanya ingin menjemput pulang Samudera, karena di sini bukanlah rumahnya," sarkas Pak Rusdi yang sangat tahu siapa Pak Aziz itu.


Hahahaha," maaf dengan sangat terpaksa saya harus mengatakan kepada Anda Tuan Rusdianto Ferdy pengacara terhebat yang dimiliki oleh keluarga Permana tapi sayangnya tertipu oleh kehebatan Nyonya Dwia kalau Nyonya Besar Dwi sekitar satu jam yang lalu sudah meninggalkan tanah air tercinta," jelas Pak Jong dengan gayanya yang congkak itu.


"Kalau seperti itu kenyataannya, ijinkan kami untuk memeriksa semua ruangan di dalam istana ini untuk meyakinkan kami apa kah bapak Aziz yang agung tidak membual dan berbicara kebohongan," imbuhnya Pak Rusdianto yang sudah muak melihat tampang penjilat dan bermuka dua miliknya Jong Azis.


"Silahkan kalau memang apa yang saya sampaikan semuanya kepada Anda dan situ tidak percaya, monggo dicek hingga Anda capek," gertak Pak Jong lagi yang tersenyum licik penuh kemenangan.


Pak Rusdianto segera menyusul Angkasa untuk mencari keberadaan dari Samudera tapi, langkahnya terhenti ketika melihat Angkasa yang berjalan dengan lunglai, loyo dan tidak bersemangat sedangkan wajahnya sudah dibanjiri oleh air matanya.


"Ya Allah… aku sangat tidak mengerti dan memahami, jika ada manusia yang berhati kejam dan tega melakukan kejahatan seperti ini," batinnya Pak Rusdianto membatin dan sangat tidak menduga jika semuanya berubah 180 derajat hanya dalam hitungan detik saja.


Tapi dunia ini di penuhi orang-orang baik, jika kita tak bisa menemukannya maka jadilah salah satunya.


Kadang Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang bukan hanya sebagai pendamping hidup, melainkan kita harus belajar banyak hal darinya.


Sebetulnya tidak pernah ada yang mengecewakan kita, hanya saja kita memilih untuk kecewa. luaskan hati kita maka semuanya akan terasa ringan dan jangan pernah menaruh harapan yang lebih pada sesama manusia jika tidak ingin kecewa, berharaplah hanya pada Allah karena hanya Dia lah yang tidak akan pernah mengecewakan kita.


Dan juga tidak pernah ada yang menyinggung kita, hanya saja kita memilih untuk tersinggung. andai saja kita bisa melapangkan hati kita maka semua akan terasa manis.


Kita yang memilih rasa dalam hati kita, maka jika sekiranya kita masih bisa memilih berlapang dada maka pilihlah kelapangan. Karena kita akan merasa tenang dan selalu bahagia. semua tentang rasa yang kita sendiri yang memilikinya dan kita juga yang memilihnya.


Tidak perlu sayang, insyaallah aku masih sanggup jagain dan urus mereka berdua kecuali kalau tidak bisa dan sanggup barulah aku nyerah," jelasnya Vanesaa waktu itu.

__ADS_1


Ariel tersenyum menanggapi perkataan dari istrinya itu tanpa ingin menyanggah ataupun membantah sedikitpun perkataan dari istrinya.


Vanesa merayu suaminya berkilah bahwa, "nanti benar-benar dia kerepotan dan tidak mampu lagi merawat keduanya barulah dia menginginkan bantuan, lagian ada Priska, Mbak Melati, Mawar dan maid lainnya yang silih berganti menjaga baby twins kita sayang."


Kamu mau sembunyi dimana


Aku bisa mengendus baumu


Jangan pernah lari dariku


Karena kita telah berjanji


Biar matahari bohong pada siang


Pura-pura tak mau panas


Tak perlu menyiksa diri sendiri


Sembunyikan cinta yang ada


Untuk mengungkap aku cinta kamu


Aku tak pernah beristirahat


Untuk mencintai Kamu sesuai janjiku, promise


Seribu wajah menggoda aku


Yang ku ingat hanya wajah kamu


janjiku tak pernah main-main

__ADS_1


Sekali kamu tetap kamu


Where do you want to hide?


I can smell your smell


Never run from me


Because we promised


Let the sun lie at noon


Pretending not to be hot


No need to torture yourself


Hide existing love


I don't need any language


To reveal I love you


I never rest


To love you according to my promise, promise


A thousand faces tease me


All I remember is your face


I promise never play

__ADS_1


Once you're still you


Berbuatlah hal-hal kebaikan agar yang kita dapatkan juga kebaikan. Karena sejatinya apa yang kita perbuat hari ini esok ataupun lusa pasti akan kembali pada diri kita sendiri. Apa yang kita tanam dan itu lah yang akan kita tuai.


__ADS_2