Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 68


__ADS_3

"Semoga saja istriku menyukai bunga-bunga indah ini, kasihan Pak Markus sudah susah payah mengambil bunga ini," gumamnya sesekali menciumi wangi aroma dari bunga mawar yang baru bermekaran itu.


Aril sangat bahagia dan kegirangan karena telah bahagia mengetahui jika istrinya ternyata sudah mulai mencintainya itu. Hal itu diketahuinya karena Audrey Vanessa cemburu padanya akibat ulah kebodohan dari Cristina.


"Aku akan berusaha untuk membuatmu bahagia, apapun yang terjadi hingga hanya yang akan memisahkan kita berdua, buarkma, cinta ini abadi untuk selamanya di dalam sanubari ku," sumpahnya Aril.


Setelah Aril sudah berada di atas ujung tangga, semua maid dan artinya saling berkumpul dan berbisik-bisik tetangga.


Airin berjalan ke arah temannya seraya menyimpan alat perlengkapan kebersihannya, "Apa kalian lihat Tuan Muda Aril, dia semakin ganteng yah kalau tersenyum seperti itu," ucap Airin.


"Iya, aura ketampanannya semakin keluar gitu, semenjak dia menikah," timpal Ami yang menghentikan pekerjaannya mengepel lantai.


"Aku setuju dengan apa yang kamu katakan, dia sangat memukau dan mempesona semua orang yang melihatnya," sahut si Tika yang memegang sapunya.


"Kalau menurut saya yah, ini semua gara-gara setelah menikah dengan Nyonya Muda Vaneesa yang sangat cantik dan sempurna jadi istrinya yang sholeha dan baik hati, pasti kecantikan dan kebaikan hatinya Nyonya sehingga mampu membuat Tuan Muda yang seperti mayat hidup tanpa perasaan itu berubah drastis, benar gak apa yang aku katakan?" Tanyanya Dini yang memutar kemocengnya di depan wajahnya dengan seolah-olah sedang menerawang jauh.


"Aku sangat setuju dengan itu, kalau kalian gimana?" Tanya Mirna yang masih menatap takjub ke arah Sakti.


Mereka semua hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju lalu kembali melanjutkan pekerjaannya, mereka takut jika dapat teguran keras dari pengurus rumah tersebut.


Aril yang belum berjalan menjauh dari mereka, masih sanggup mendengar sekilas ucapan desas desus mereka tapi, untuk kali ini dia sama sekali tidak mau melarang atau pun memarahi mereka karena apa yang dikatakan merupakan benar adanya tanpa ada cerita yang hanya rekayasa semata.


Arili malahan senang karena maid yang bekerja dengannya menyukai kedatangan dan kehadiran Vanesaa ditengah-tengah mereka beberapa hari ini.


"Syukur Alhamdulillah… kalau menurut kalian bahagia atas kedatangan istriku disini, aku semakin bahagia dibuatnya," batinnya Aril.


Tok.. tok..


Sakti mengetuk pintu kayu jati itu yang sangat kuat, "Semoga Vaneesa sudah tidak marah lagi padaku," gumam Aril yang berharap penuh harapan lalu menciumi pucuk kuntum bunga mawar itu yang wanginya sangat segar.


Tapi, karena tidak ada balasan dari dalam kamarnya dia kemudian mencoba untuk memutar handle pintunya.

__ADS_1


"Tidak kunci, kalau aku tahu dari tadi, pasti aku sudah lama berada di dalam bersama bunga cantik ini," ucapnya lalu memutar knop pintu raut wajahnya keheranan dan kebingungan.


Aril melihat seisi ruangan kamar pribadinya, dia pun mengedarkan pandangannya ke seluruh keliling kamar tersebut. Tapi tanda-tanda keberadaan dari istrinya tidak ada.


"Kamarnya kosong, Vanesaa ada di mana yah?" Cicitnya Aril.


Aril kemudian mencari ke segala ruangan tersebut. Mulai dari ruangan ganti pakaian, ruangan baca, lalu berjalan ke arah ruangan pribadi tempat yang biasa dia pakai untuk bekerja.


"Istriku ada di mana kok dia tidak ada yang yah?" Tanyanya yang mulai kebingungan juga takut jika Vanesaa kenapa-kenapa.


"Sayang!!! Kamu ada di mana?" Teriaknya yang belum menemukan Vanesaa.


Dia pun berjalan ke arah kamar mandi dan memegang handle pintu, tapi betapa terkejutnya saat melihat Vanesa yang terbaring di dalam bathtub nya. Ia dalam keadaan tanpa pakaian sehelai benangpun yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Vanesa!! Istriku!!" Pekiknya yang langsung berlari menuju arah Vanesa.


Bunga mawar yang beraneka macam jenis warnanya sudah terjatuh ke atas lantai kamar mandi. Dia sudah tidak perduli lagi dengan bunga-bunga itu. Hingga salah satu kakinya menginjak salah satu tangkai bunga itu.


Aril sangat cemas melihat kondisi dari istrinya itu yang sudah tidak sadarkan diri di dalam genangan air. Untungnya air itu hanya sebatas perut buncitnya saja sehingga tidak menelan air ataupun tenggelam di dalam air tersebut yang sudah penuh dengan busa sabun.


****************


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Merebut Hati Mantan Istri loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan

__ADS_1


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta


Cinta pertama


Duren I Love You



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…


I love you all..

__ADS_1


__ADS_2