
"Priska! tolong cek bagian depan apa semuanya sudah beres, ingat baik-baik saya tidak ingin ada kesalahan atau kekurangan apapun, khususnya untuk tempat menerima tamu-tamu penting kita," perintahnya dengan suara yang cukup tegas.
Vanesa yang melihat kedatangan Nenek dari suaminya itu hanya tersenyum kearahnya Ibu Dwi, karena dia sedang sangat sibuk mengurus dua putra sekaligus. Sedangkan, Aril awalnya ingin menyewa jasa Baby sitter tapi, Vanesa sendiri yang melarang suaminya.
"Tidak perlu sayang, insyaallah aku masih sanggup jagain dan urus mereka berdua kecuali kalau tidak bisa dan sanggup barulah aku nyerah," jelasnya Vanesaa waktu itu.
Ariel tersenyum menanggapi perkataan dari istrinya itu tanpa ingin menyanggah ataupun membantah sedikitpun perkataan dari istrinya.
Vanesa merayu suaminya berkilah bahwa, "nanti benar-benar dia kerepotan dan tidak mampu lagi merawat keduanya barulah dia menginginkan bantuan, lagian ada Priska, Mbak Melati, Mawar dan maid lainnya yang silih berganti menjaga baby twins kita sayang."
"Baik Nyonya, perintah siap dilaksanakan," balasnya lalu membaringkan tubuhnya Angkasa ke atas box bayinya.
"Dimana suami kamu Van?" Tanyanya yang memeriksa kondisi Baby Angkasa dan Baby Samudera.
Vanessa menolehkan wajahnya ke arah Ibu mertuanya, "Mas Ariel sepertinya ada di depan Nek, kalau tidak salah dengar katanya sih sudah banyak tamu yang datang relasi bisnisnya yang ada di Amerika Serikat," terang Vanesa yang menyusui putra pertamanya.
"Ingat jaga baik-baik mereka berdua, Mama tidak ingin dengar dan tahu jika cucuku kekurangan apa pun atau ada yang terjadi padanya," tutur Bu Dwi yang bernada ancaman di hadapan Vanesa.
__ADS_1
Vanesa hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Mama mertuanya. Ia sering khawatir sendiri dan ketakutan jika mengingat kembali perkataan Nyonya Dwi saat ia hamil lima bulan.
"Kenapa aku perhatiin Mama hanya menyayangi Samudera sedangkan dengan Angkasa hanya sekedar apa adanya saja," batinnya Vanesaa yang merasa heran dengan perlakuan dan sikapnya Nyonya Dwi terhadap ke dua putra kembarnya.
Ariel yang baru masuk kedalam kamarnya dan mendapati istrinya sedang melamun sambil menatap ke arah bayinya yang tertidur pulas. Aril berinisiatif segera memeluk erat tubuh istrinya dari belakang. Apa yang dilakukan oleh Aril hal itu membuat Vanesaa tersentak terkejut.
"Aaahh!!!" Jeritnya Vanesaa yang berteriak karena ketakutan saat ada tangannya yang tiba-tiba melingkar di pinggangnya.
"Maafkan Mas sayang, aku sengaja melakukannya dan tidak berniat untuk membuat kamu terkejut.
Ariel sangat menyesal melakukan hal itu yang sudah membuat istrinya kaget," Maafkan Mas sayang, Mas sama sekali tidak bermaksud untuk mengagetkanmu hanya saja Mas tadi lihat kamu terdiam seakan-akan sedang memikirkan banyak hal yang sulit," ungkap Aril penuh penyesalan dengan seulas senyumannya yang selama anaknya lahir dia selalu tersenyum.
Vanesaa berbalik menghadap ke arah Aril Martadinata Permana berada langsung dengan suaminya, "Aku tidak apa-apa kok sayang, jangan merasa bersalah dengan semua itu, lagian saya sangat tahu maksudnya Mas hanya ingin membuyarkan lamunanku saja," ucap Vanesa.
Sebenarnya Vanesa yang berusaha menutupi rasa jengkelnya, dengan menampilkan senyuman terbaiknya di hadapan pria yang sudah mulai mengisi relung hatinya yang paling terdalam. Aril mengecup sepintas bibir seksinya istrinya sedangkan membalas kecupan singkat tersebut di kening istrinya.
"I love you Audrey Vanesa forever," tuturnya Aril yang kembali memeluk erat tubuhnya Vanesaa.
__ADS_1
"I love you to Aril Permana untuk selamanya hingga akhir waktu," balas Vanesa yang merasa menjadi perempuan yang sangat berarti dan paling bahagia dalam hidupnya.
"Sudah siap gak sayang? Kalau sudah siap kita ke depan yah," pintanya Ariel yang sudah menggendong tubuhnya Angkasa.
Tanpa mikir panjang lagi, Vaneesa segera memenuhi perintah dari suaminya. Mereka berjalan ke tempat acara pelaksanaan aqiqah Baby twins.
"Ya Allah… aku merasa perempuan yang paling bahagia di dunia ini, aku sudah jadi perempuan seutuhnya bisa melahirkan dan memiliki suami yang sangat baik dan perhatian," batin Vanesaa yang mengumbar senyumannya.
Hahahaha,"istriku memang pintar, tanpa harus repot-repot bekerja dan banting tulang aku sudah menikmati segala kemewahan yang diberikan oleh Dwi istriku, keputusanku waktu itu untuk mengijinkan menikah dengan si tua bangka itu berhasil." Umpatnya seseorang yang berdiri di depan cermin besar sambil memperhatikan wajahnya dengan gelas yang berisi minuman berwarna di dalam genggaman tangan kanannya.
Tawanya membahana mengisi seluruh pojok ruangan mewah tersebut sembari menikmati minuman berwarna yang beralkohol di dalam gelasnya. Ia lalu memutar gelasnya itu yang sudah tandas isinya.
Rezeki merupakan anugerah artinya segala sesuatu yang kita miliki baik itu rezeki sehat, rejeki harta, rezeki kebahagiaan, rejeki kecerdasan, itu semua merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.
Sebagai umat yang taat kepada Tuhannya, kita harus pandai-pandai bersyukur terkait dengan semua rejeki yang kita dapat.
__ADS_1