
"Kapan Audry Vanesaa juga seperti mereka, bahagia tersenyum tanpa ada beban yang harus menghimpit hatinya yang setiap disela sujudnya menyebut nama anaknya Samudera," Bu Laila Sari bergumam sembari menyeka air matanya sambil menoleh ke arah lain agar satupun orang tidak ada yang melihat apa yang sedang ia lakukan.
"Aunty Natalie!" Teriaknya Starla Kejora Aysila Airen yang melihat Auntynya segera berjalan ke arahnya.
"Ara, kamu sudah besar sayang semakin cantik pula," ujarnya Natalie.
"Bukan hanya besar tapi semakin cantik saja, iya kan sayang?" Timpalnya Yudistira Tirtayasa Luis yang tersenyum melihat keponakan perempuan satu-satunya di dalam keluarganya itu.
"Uncle! Semakin ganteng pula tapi, papa Endra lebih ganteng dikit," candanya Ara.
Starla celingak-celinguk mencari keberadaan papanya, apa yang dilakukan oleh Ara terlihat jelas dimata semua orang.
"Papa kamu ada di jalan Nak, tunggu sebentar lagi pasti Ia akan datang," pungkas Pak Abimanyu.
"Tapi, Papa akan datang kan Kakek?" Tanyanya Ara yang sedikit sendu.
"Insya Allah.. Papa kamu akan pulang secepatnya dan akan menemani kamu tiup lilin," imbuhnya Bu Helma yang merasakan keanehan pada sikap cucunya.
Yudistira dan istrinya Natalie satu persatu memeluk erat anggota keluarganya hingga sudut matanya melihat seorang bocah kecil yang mirip sekali dengan abangnya disaat mereka masih kecil.
Yudistira segera berjalan ke arah anak itu, senyuman tersungging di bibirnya ketika bertatapan langsung dengan Angkasa. Yudistira segera jongkok di hadapan Angkasa.
Yudistira mengelus puncak rambutnya Angkasa," kamu pasti abangnya Ara kan!" Tebaknya Yudi.
__ADS_1
Angkasa tanpa sepatah katapun langsung meraih tangannya Yudistira untuk ia cium punggung tangannya.
"Iya Uncle, kok Uncle tahu kalau aku abangnya Starla?" Tanyanya balik Angkasa.
Yudis tersenyum simpul kearahnya Angkasa, aku selalu tahu siapa pun anggota keluargaku termasuk anaknya kakakku sendiri," jawabnya Yudistira.
"Kenalkan dia adalah Angkasa anak pertamanya Syailendra abangmu, namanya Angkasa Eka Satya Syailendra,"imbuhnya Pak Abimanyu yang menimpali percakapan mereka semuanya.
"Aku sudah menebaknya Pa, semua itu terlihat jelas dari bentuk wajahnya jika di dalam tubuhnya mengalir darah keluarga Abimanyu," tuturnya Yudis.
"Kalau gitu kita mulai saja acaranya, sembari menunggu abangmu dan juga Audrey Vanessa," pintanya Bu Helma.
MC pun mulai membaca susunan acara, hampir semua tamu undangan sudah menempati tempat masing-masing dengan teratur dan rapi. Setelah dibuka dengan sepatah kata oleh pak Abimanyu dan juga ketua yayasan panti asuhan dan kepala lurah setempat, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibawakan sendiri oleh Starla Kejora Aysila Airen dengan Angkasa Eka Satya.
Semua orang dibuat terharu dan meneteskan air mata saking bangganya mendengar lantunan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh anak itu. Angkasa sesekali melihat ke arah pintu masuk dan menunggu kedatangan mamanya. Tapi, hingga ekor matanya melihat orang yang sedari tadi ia tunggu kehadirannya membuat matanya berbinar-binar terang.
Angkasa segera berlari ke arah mamanya yang sudah menangis tersedu-sedu melihat anaknya sendiri yang langsung membacakan beberapa ayat suci Al-Quran. Vanesa sama sekali tidak menyangka jika putranya sepasih itu.
"Ya Allah… Alhamdulillah anakku bisa melantunkan setiap bait, setiap baris ayat suci yang penuh makna yang mampu menyejukkan hati siapapun yang mendengarnya," batinnya Vanesaa yang menyeka air matanya.
Setelah acara pembacaan ayat suci Al-Quran dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh ustadz terkenal ibu kota. Hingga tibalah saatnya pemotongan kue.
Vanesa kembali dibuat terkejut setelah melihat beberapa orang yang sangat dikenalnya berada di sekitarnya mengelilingi Ibu angkatnya Bu Laila Sari.
__ADS_1
Vanessa mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan terkejut melihat tulisan namanya yang terdapat di dinding yaitu met ultah Starla Kejora Aysila Airen Syailendra dengan Angkasa Eka Satya Syailendra.
"Kenapa bisa mereka ada di sini, Papa Abi, Mama Helma, Yudistira, dan juga Starla, apa hubungannya Papa dengan Starla?" Vanesa membatin hingga pelukan dari Angkasa seolah Ia tak rasakan sama sekali saking sibuknya dengan lamunannya sendiri.
Mereka berjalan ke arah Vanesa yang berdiri tak bergeming ditempatnya, senyuman kebahagiaan terpancar dari wajahnya mereka.
"Vanesa, sini Nak! Kenapa hanya berdiri saja, apa kamu tidak merindukan Mama?" Imbuh Bu Helma yang merentangkan kedua tangannya di depan umum.
Vanesa masih shock dan terkejut dengan kenyataan yang ada. Tapi, di dalam lubuk hati sanubarinya yang paling terdalam sangat bahagia bisa berjumpa lagi dengan mantan suaminya itu.
Vanessa berjalan perlahan menuju mantang Mama mertuanya itu. Ia tak segan memeluk erat tubuhnya Bu Elma.
"Mama, aku sangat bersyukur bisa bertemu kembali dengan Mama," di sela isak tangisnya.
Semua mata tertuju pada apa yang mereka lakukan, banyak orang yang tidak menduga jika Vanessa ternyata saling kenal dengan keluarga besar Abimanyu Aryana Loil. Pengusaha sukses dan masuk ke jajaran orang terkaya di tanah air.
"Mama juga sangat merindukanmu tapi setelah melihatmu mama malah sangat bahagia karena kita bisa berkumpul lagi merayakan ulang tahun kedua anakmu," tuturnya Bu Helma.
Para karyawan dan karyawati perusahaan Global Star Tbk dibuat semakin terkejut dan tidak menyangka jika Vanessa ternyata mantan istri dari pria CEO perusahaan tempat mereka bekerja. Semuanya berbisik-bisik dan banyak juga yang iri setelah mengetahui itu.
"Mama Vanesa," sapanya Ara yang sudah menangis tersedu-sedu.
Vanesa segera melerai pelukannya saat mendengar seruan dari Ara dan juga perkataan dari Bu Helma. Raut wajahnya Vanessa dibuat terkejut sekali lagi.
__ADS_1
"Kedua anakku!" Beo Vanessa.
Raut wajahnya langsung berubah drastis setelah mendengar perkataan itu.