
"Aku harus segera menyelesaikan ini sudah jam 4 sore lagi," cicitnya Vaneesa seraya melihat jarum jam yang adadi dinding.
Pak Abi yang melihat mantan menantunya itu bekerja dengan serius tersenyum bangga karena Vanesaa sedari dulu seperti ini dalam bekerja selalu bekerja dengan sungguh-sungguh dan serius. Ia tidak pernah asal dalam bekerja.
"Aku harus segera menghubungi nomor hpnya Endra, kenapa sudah hampir jam 5 ia belum mrngabariku, apa yang terjadi di sana, semoga saja Endra sudah menjebloskan Bu Dwi Handayani dan antek-anteknya kedalam penjara untuk selamanya," Pak Abi membatin.
"Aku tidak boleh terlambat datang ke acara ulang tahun putraku walaupun ada Ibu, Aida dan Aimah yang sudah mengatur semuanya dengan baik, tapi aku tidak ingin lihat wajah anakku yang sedih karena untuk pertama kalinya harus meniup lilin tanpa adiknya dan Mas Ariel," gumamnya Vanesaa.
Pak Abimanyu dibuat khawatir dan cemas karena nomor hpnya Endra putra sulungnya itu tidak aktif sedang acaranya sudah hampir dimulai. Ia juga sudah di jalan menuju tempat acara tersebut. Pak Abi juga memerintahkan kepada semua karyawannya yang memiliki seorang anak untuk hadir di acara tersebut untuk meramaikan suasana acara pesta sedangkan yang belum berkeluarga tetap harus hadir juga di tempat acara.
"Apa yang terjadi dengan Endra, nomor hpnya Danu Cahyono juga tidak aktif kenapa hp mereka bersamaan sekali tidak aktif," keluhnya Pak Abi.
Setelah pertemuannya yang tanpa sengaja dengan mantan Papa mertuanya Pak Abimanyu. Audrey Vanessa memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Ia tidak sempat menjemput putra sulungnya dikarenakan Angkasa sudah pulang duluan ke rumah bersama dengan Starla Kejora Syailendra.
Asisten pribadinya yang duduk di samping Pak Supir melihat dari raut wajahnya Pak Abi sedang khawatir itu membuka suaranya," Tuan Besar, Tuan Muda Yudistira Tirtayasa Luis Abimanyu sudah sampai di bandara bersama dengan anak dan istrinya," imbuhnya Dion sang asisten pribadi.
Pak Abi yang mendengar perkataan dari anak buah kepercayaannya segera mengalihkan perhatiannya dari layar hpnya ke arah kursi depan.
"Hubungi segera Daniel apa mereka sudah bertemu dengan putraku!" Imbuhnya Pak Abi.
"Baik Tuan!" Balasnya Dion.
Berulang kali Pak Abi mencoba untuk menghubungi nomor hpnya Endra tapi, hasilnya masih tetap sama seperti sebelumnya hanya operator seluler yang sedari tadi menjawab telponnya Pak Abimanyu.
__ADS_1
Maaf nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan cobalah beberapa saat lagi atau tinggalkan pesan setelah nada bit berikut ini.
"Ya Allah… lindungilah anakku dimana pun mereka berada, semoga apa yang dicarinya segera ditemukan dalam keadaan yang baik-baik saja," lirihnya Pak Abimanyu yang sedikit merasa khawatir dan takut jika terjadi sesuatu kepada anaknya dan juga anak buahnya itu.
Pak Abimanyu mengetahui selak beluk tentang sepak terjangnya Bu Dwi Handayani.
"Jika terjadi sesuatu dengan anakku aku akan hancurkan Dwi aku tidak akan pandang bulu jika kamu berani menyentuh anak dan cucuku," umpatnya Pak Abimanyu.
"Dion putar balik mobil kita akan jemput putra dan keluarganya, telpon segera Daniel untuk segera menyusul Tuan Muda Endra!" perintahnya Pak Abimanyu.
Pak Abimanyu melototkan matanya seakan-akan kedua bola matanya ingin melompat keluar dari kelopak matanya itu. Saking tidak percayanya dengan apa yang dia lihat. Beberapa foto dan rekaman video yang dia lihat membuatnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Hidup ini tak akan indah
Tanpa kau ada di hati
Tanpa kau ada di sisi
Kekasihku, kau bunga mimpiku
Tiada yang lain hanya dirimu
Yang kusayang dan selalu kukenang
__ADS_1
'Kan selalu bersama dalam suka dan duka
Dirimu satu yang kumau
takkan lagi ada selain dirimu
Cinta suci hanyalah untukmu
Dengarlah kasih, kaulah dambaanku
Walau kan datang badai menghadang
Kita kan selalu bersama
Tetap satu dalam cinta
Tiada yang mampu merubah
Wajah manis yang lembut dan ayu
Bagaikan untaian mutiara
Takkan kulepas hingga akhir masa
__ADS_1
Kan selalu bersama dalam suka dan duka.
Pak Abimanyu menutup mulutnya saking tidak terkejutnya melihat foto tersebut, "Ya Allah… apa Audrey Vanessa hamil saat dia diusir dari rumah oleh Endra yah? Kalau begitu kenyataannya aku memiliki seorang cucu kandung laki-laki," Pak Abimanyu membatin tapi raut wajahnya mengisyaratkan kebahagiaan.