Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 47


__ADS_3

"Maafkan saya yah Bu, jika selama ini banyak salah," tuturnya Vanesaa saat memeluk tubuh ibu Laila.


"Kamu sedikitpun tidak ada salah nak, Ibu yang seharusnya meminta maaf karena sudah merepotkanmu," imbuhnya Ibu Laila.


Flashback On..


Kisahnya Audrey Vanessa saat menikah untuk kedua kalinya dengan pria yang bernama Ariel.


Di dalam sebuah ruangan yang cukup mewah. Seorang Nyonya Besar sedang duduk di atad sofa yang sangat elegan dan mewah tentunya. Sedari tadi wajahnya selalu menyiratkan kebahagiaan yang sangat. Bagaimana tidak bahagia jika, rencananya yang dia susun sejak lama akhirnya berhasil juga.


"Aku sangat bahagia, akhirnya cucuku satu-satunya bisa juga menikah, dan semoga saja Vanesa bisa menerima segala kekurangannya Ariel," ucapnya sambil menikmati minuman berwarna di dalam gelasnya.


Priya tersenyum kegirangan di depan bosnya itu, "Nyonya sangat pintar mencari perempuan yang sangat cantik tapi juga bisa kita manfaatkan," timpal Priya sang asisten pribadinya.


"Untungnya hari itu, aku datang di perusahaan jika tidak, mungkin sampai sekarang kita tidak akan menemukan seorang wanita yang bisa kita andalkan," balasnya dengan tersenyum licik ke arah Priya.


Priya menuang minuman ke dalam gelasnya Nyonya Dwi yang sudah tandas, "Dewi Fortuna menaungi hidup Nyonya, kita tunggu sekitar lima bulan lagi, kita akan mendapatkan penerus keluarga Perkasa," ujarnya sembari menambah minuman ke dalam gelasnya Nyonya Dwi Handayani.


Bu Dwi tertawa terbahak-bahak sambil berucap," aku akan naikkan gaji kamu plus dengan bonusnya dua kali lipat, ini aku berikan padamu sebagai imbalan atas kerjasamanya dan loyalitas kamu selama ini," tutur Bu Dwi.


Priya yang mendengar hal itu tersenyum penuh kemenangan," Makasih banyak Nyonya Besar, aku sangat bahagia karena Bos sudah memberikan aku banyak gaji," timpalnya Priya.


"Jika kamu pertahankan terus dedikasi terbaik kamu untuk saya, aku akan memberikan yang terbaik untuk kamu bahkan lebih banyak lagi," jelas Bu Dwi dengan sesekali menyesap minumannya itu.


"Ya Allah… makasih banyak karena waktu itu Engkau memberikan aku hidayah dan petunjuk untuk tidak membuang bayi cantik itu dan tidak tega membunuhnya, aku yakin pria itu bisa menjaga anak bayi malang tersebut," batinnya Priya.


Mereka menghabiskan waktunya di dalam ruangan yang cukup mewah dan besar. Mereka menikmati dan merayakan keberhasilan dan kesuksesan mereka menemukan istri untuk Ariel.


Mereka sudah mencari kemana-mana tapi, satupun dari mereka sama sekali tidak ada yang siap dan sudi menjadi seorang istri dari suami yang tidak bisa melayani mereka di atas ranjang.


"Apa kamu kelelahan?" Tanyanya saat melirik ke arah Vanesaa yang sangat jelas tampak kelelahan dilihat dari wajahnya yang sesekali membuang nafasnya dengan kasar.


Vanesaa membalas menatap ke arah suaminya itu lalu membalas pertanyaan dari suaminya,"enggak apa-apa kok Abang, aku baik-baik saja kok," Vanesa kemudian memperbaiki posisinya di atas kursinya karena tiba-tiba ia merasakan sesak nafas diusia kehamilannya yang baru jalan empat bulan itu.


"Kalau kamu capek atau ngantuk, ke kamar saja istirahatnya perjalanan kita juga masih sangat jauh dan lama, kasihan dede bayinya jika nanti kamu kurang istirahat," tuturnya dengan mengelus lembut perutnya Vanesaa yang mulai membuncit itu.

__ADS_1


"Eehh Abang, Dede bayi nendang loh saat Abang mengelus perutku," ujarnya Vanesaa yang kegirangan saat ada reaksi dari calon bayinya itu.


Aril yang mendengar perkataan dari istrinya segera melakukan kembali seperti apa yang tadi dia lakukan karena rasa cinta penasarannya yang tiba-tiba muncul ke permukaan.


Dia juga pun mulai meletakkan telapak tangannya di atas perutnya Vanesaa bayinya pun segera memberikan reaksi yang bagus dengan bergerak di dalam perutnya.


Aril tersenyum bahagia karena bisa merasakan pergerakan langsung dari calon anak sambungnya itu, "Iya, dia bergerak," ucapnya lalu mulai berlutut di hadapan Vaneesa dengan meletakkan telinganya pas depan perut istrinya.


Seolah-olah calon bayinya itu mengetahui jika kehadirannya di dunia ini sangat diinginkan dan diinginkan oleh Aril. Walaupun ia sangat tahu jika anak itu bukanlah darah dagingnya sendiri.


Aril sudah melupakan kondisi kesehatannya yang sama sekali tidak bisa memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang pria dan suami seutuhnya.


Vanessa menatap intens ke arahnya Ariel, "Apa Abang senang?" Tanyanya yang melihat mimik wajahnya Ariel yang berubah dari penasaran dan berakhir dengan kebahagiaan.


"Abang sangat senang, Abang sudah tidak sabar menunggunya anak kita lahir," sahutnya Ariel yang membuat Vaneesa terenyuh mendengar perkataan dari suaminya.


Senyuman terbit dari ujung bibirnya Vanesa, "Makasih banyak ya Allah Abang Ariel sangat bahagia rupanya menyambut kelahiran anakku walaupun bukan darah dagingnya sendiri."


Air matanya Vanesaa menetes tanpa aba-aba, dia sangat bahagia karena Ariel sebagai calon Papi sambungnya sangat bahagia dengan kehamilannya padahal dia sangat tahu jika, bukanlah bayinya.


"Van, aku sangat mencintaimu dan Abang sangat bahagia karena kamu bersedia menikah dan menjadi istriku hingga maut memisahkan cinta kita berdua," terangnya dengan ikut menangis sambil memeluk tubuhnya Vaneesa dengan erat.


"Abang, longgarin dikit pelukannya, aku sulit bernafas," keluhnya Vanesaa katanya yang berusaha melonggarkan pelukannya Ariel dibalik punggungnya.


Aril tertawa cengengesan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, "Maaf, Abang terlalu bahagia Van dan jujur saja Abang sudah tidak sabar menunggu kelahirannya anak kita," ucapnya Ariel yang menyesal karena telah membuat Vaneesa sesak nafas.


"Apa seperti ini kah bahagianya Mas Endra, jika mengetahui kalau aku hamil anaknya?" Vaneesa membatin dan kembali teringat dengan Mas Syailendra mantan suaminya.


Aril tanpa sengaja melihat raut wajahnya Vaneesa berubah sendu lalu kemudian erdiam dan mematung seperti seseorang yang sedang banyak pikiran.


"Apa Vanesaa tidak bahagia dengan perkataan dan kejujuran aku yah?" Gumam Aril.


"Ya Allah… aku sangat bahagia mendengar suamiku dengan suka rela dan cita menyambut kelahiran dari anakku hingga membuatnya sangat antusias menanti kelahiran anak ku bersama pria lain," cicitnya Vanesaa.


...****************...

__ADS_1


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…

__ADS_1


I love you all..


__ADS_2