Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 33


__ADS_3

Masih Flashback...


Lisna segera memeriksa laci mejanya lalu membuang ke dalam klosed beberapa tablet pil KB yang sering dia konsumsi. Dia pun setiap kali berhubungan dengan pria lain selalu menyuruh prianya untuk memakai alat pengaman. Agar penyakit yang berbahaya tidak menular kepadanya.


"Mereka belum tahu siapa Lisna Kusnadi Wijayanto, Aku ingin menunjukkan kepada kedua mertuaku untuk tidak memandang remeh aku lagi," ketusnya Lisna dengan senyuman smirknya itu yang disertai dengan senyuman licik penuh arti.


Lisna berencana untuk berhenti meminum pil kbnya yang biasa dia minum setiap hari. Ia berencana berhenti karena ingin segera hamil anaknya Syailendra.


Lisna membuang pil kbnya yang seringkali Ia konsumsi diam-diam, "Bye, bye pil aku terpaksa membuangmu agar Mas Endra bertekuk lutut di hadapanku," dia menutup kembali kamar mandinya.


Lisna bergegas keluar dari kamar mandi, lalu menunggu kedatangan Ardian teman prianya yang masih brondong itu, dia terpaksa melakukan hal tersebut. Lisna karena sudah meminta tolong dengan Alex selingkuhannya tetapi, permintaannya sama sekali tidak digubris oleh Alex sehingga Lisna beralih ke Ardian.


"Alex tidak bisa, aku gak pusing kok lagian masih banyak cadangan lain di luar sana yang bisa aku manfaatkan untuk memuaskan aku hari ini," Gumamnya Lisna yang selalu tersenyum penuh maksud.


Lisna segera mempercantik penampilan dan dirinya. Ia tidak ingin tampil di depannya Ardian dalam keadaan jelek, walaupun sampai detik itu ia belum mandi dikarenakan air PDAM di rumahnya tidak mengalir sama sekali.


Berselang beberapa menit, Ardian sudah berhasil masuk ke dalam rumahnya Endra. Dia pun bergegas menaiki undakan tangga sesuai dengan petunjuk dan perintah dari Lisna. Ardian membawa beberapa kunci cadangan dan perlengkapan serta peralatan yang bisa dipakai oleh dia untuk membuka kuncinya.


"Hari ini kamu akan bertekuk lutut dihadapan ku Ardian brondong manisku, kamu akan aku pastikan akan bahagia bersamaku," cicitnya yang tersenyum sumringah sembari memoles beberapa macam make up diwajahnya.


Lisna kemudian duduk di atas ranjang king size-nya dengan pakaian kimono mandinya yang tersingkap sedikit agar paha mulusnya terekspos dan terpampang jelas di matanya Ardian. Dia sengaja melakukan hal itu memancing Ardian agar memakan umpannya yang sudah di simpannya di dalam perangkat cintanya.


"Maafkan aku Mbak, aku harus lama karena dijalan cukup macet," tuturnya Ardian yang belum memperhatikan penampilan dari Lisna.


Di saat menolehkan wajahnya ke arah Lisna, Ardian terdiam sesaat dan matanya membulat sempurna saat melihat tubuh seksinya Lisna. Liurnya hampir menetes membasahi bibirnya andai saja dia tidak segera tersadar dari pikiran liarnya, pasti itu sudah terjadi pada dirinya.


Ardian dengan susah payah menelan air liurnya sendiri," ya elah… kenapa Mbak Lisna seakan-akan tahu apa yang aku Ingin lihat saat ini juga, apa dia tahu membaca isi pikiranku," batinnya Ardian yang celingak-celinguk melihat sekitarnya.


Lisna yang mengetahui hal tersebut berpura-pura tidak melihatnya. Dia tersenyum penuh arti ke arah Ardian yang berdiam seperti patung saja. Tapi, sorot matanya menandakan menginginkan sesuatu yang lebih.


"Kamu sudah datang Ar? Mbak sangat bersyukur Kamu datang menolongku," ujarnya dengan mulai berakting menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Ardian yang melihat hal tersebut segera mendekati Lisna lalu refleks memeluk tubuh Lisna, " Mbak jangan sedih lagi, ada aku disini yang akan menjaga Mbak dan memenuhi semua permintaan Mbak kok, jadi aku mohon jangan takut lagi."


Lidya tersenyum dibalik punggung bidang Ardian, "Yes berhasil, kamu sudah masuk perangkapku." Lisna membatin.


"Huhuhuhu, makasih banyak Ardi kamu sudah menyelamatkan diriku, untung ada kamu kalau tidak pasti aku sudah tidak tahu apa yang akan terjadi padaku yang tidak berdaya ini," jelasnya.


Lisna memulai aktingnya, ia berbicara dengan air matanya yang terus membasahi pipinya sedangkan tangannya segera melempar botol ke bawah kolom meja obat tetes air matanya. Dengan beberapa tetesan sehingga semakin nampak seperti air mata sungguhan.


"Sudah nangisnya Mbak, kalau begini terus aku pasti ikut bersedih juga," ucapnya dengan wajah sendunya.


"Oke aku akan berhenti menangis tapi, tolong perbaiki mesin shower ku, aku sudah gerah mau mandi soalnya," tangannya sengaja mengipas-ipas kerah bajunya sehingga sedikit nampak tonjolan buah dadanya yang begitu menggoda tanpa penghalang sedikit pun di atasnya.


Ardian dibuat kelimpungan dengan apa yang dilakukan oleh Lisna. Dia segera mengalihkan perhatiannya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk segera memperbaiki shower tersebut. Hanya butuh waktu sebentar saja, semuanya sudah baik seperti semula. Kunci pintu sudah tidak macet lagi.


"Makasih banyak kamu memang dewa penolong ku, Mbak sangat bersyukur loh atas bantuan," jelasnya dengan spontan memeluk erat tubuhnya Ardian tapi, sebelum itu ia sedikit membuka baju kimono nya agar buah da daa nya bersentuhan langsung dengan dada bidangnya Ardian.


Lisna kemudian menggandeng tangannya Ardian dengan penuh mesra. Ardi kembali dibuat gemetaran dan cenat cenut gara-gara Lisna yang sangat dekat dengan dirinya.


"Ya Allah kalau seperti ini terus aku bisa apa, kepala bagian bawahku seperti sudah menginginkan sesuatu," lirihnya Ardian yang sudah pasrah.


Perlakuan yang dilakukan oleh Lisna kembali membuat sesuatu yang bergetar di dalam hatinya. Ardian kembali berfantasi liar saat membayangkan sesuatu yang ingin menyembul keluar dari sarangnya.


Teriakan Lisnaya dari dalam kamar mandi membuyarkan khayalan dan lamunannya itu. Dia spontan berlari ke arah dalam kamar mandi.


"Tooolongggg!!!" Jeritnya Lisna.


Tapi, langkah kakinya terhenti sesaat ketika dia melihat kondisi dari Lisna. Ardian terperangah dan terdiam mematung. Dia membelalakkan matanya saking tidak percayanya dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya itu.


----------------


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.

__ADS_1


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya.

__ADS_1


Makasih banyak all readers…


I love you all..


__ADS_2