Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 147


__ADS_3

Syailendra untuk kali ini tidak ingin melepaskan penjahat yang tidak punya hati nurani itu telah mencelakai anak keduanya selama beberapa tahun lamanya. Anggota keluarganya yang lain sudah balik ke rumah masing-masing. Seperti kedua anak kembarnya Angkasa, Starla dan kedua orang tuanya Kedua anak kembarnya yang lain yaitu Starla Kejora Aysila Syailendra dan Angkasa Attar Abimanyu, serta Bu Faridah Ibu panti asuhan, Bu Helma mamanya Syailendra, Bu Laila Sari mamanya Audrey Vanessa serta pak Abimanyu, pak Rusdianto ayahnya Audrey.


Hanya yang tersisa adalah David, Danu dan Dion serta beberapa anak buahnya Sailendra yang berjaga di sekitar lokasi area rumah sakit secara tersembunyi untuk terus berjaga kemungkinan yang bisa terjadi di hari itu.


Vanesa yang awalnya bersandar di pundaknya Endra segera mengangkat kepalanya karena apa yang dilakukannya itu sudah tidak salah karena mereka tidak ada hubungan apapun lagi. Karena mereka sudah bercerai sejak ketiga anak kembarnya belum terlahir ke dunia ini.


"Maaf Mas saya tidak sengaja," ucapnya Audrey Vanessa.


Syailendra tersenyum lembut ke arah mantan istrinya itu dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok, santai saja lagian aku tidak masalah jika kamu bersandar seperti tadi untuk selamanya juga aku tidak mungkin permasalahkan karena kamu adalah perempuan yang paling penting dan istimewa dalam kehidupan mas bukan wanita lain," ujarnya Syailendra.


Vanessa jadi salah tingkah dengan perkataan dari Endra pria yang namanya masih mengisi relung hatinya yang terdalam. Vanessa gugup hingga ia menjadi panik dan spontan berdiri dari duduknya itu.


"Maaf saya mau ke toilet dulu,apa aku boleh meminta kepada Mas untuk jagain Samudera?" Pintanya Vanesa.


"Boleh kok kenapa enggak lagian tanpa kamu meminta pun aku akan menjaga anakku sendiri dia adalah darah dagingku sendiri walaupun ada yang melarang dan menentang kehadiranku aku tetap akan datang dan terus berada disisi anakku sendiri," imbuhnya Pak Endra.


Vanesa terus berjalan ke arah toilet umum dengan pikirannya yang masih kalut, dimana sedih memikirkan kondisi kesehatan putra keduanya setelah dioperasi dan juga mengenai mantan suaminya itu yang terus berusaha mendekatinya melalui ketiga anaknya.

__ADS_1


Aku tidak ingin terjatuh ke dalam cinta yang takutnya akan menyiksaku hingga aku kembali terluka kedalam ke hancuran cinta untuk kesekian kalinya. Cukup sekali aku terluka, hatiku dan pikiranku masih mengingat dengan baik bagaimana rasanya ketika itu ia menuduhku yang tidak-tidak.


Memang aku tidak memungkiri jika aku masih mencintainya, tapi aku juga sangat benci dengan sikapnya dulu walau hanya itu dulu dan sepertinya dia sudah berubah. Hatiku masih ragu dan takut untuk memberikan kesempatan kedua untuknya.


Ya Allah… aku harus bagaimana apa yang harus aku lakukan, aku semakin kesulitan untuk memilih jalan apa yang harus aku tempuh untuk kebaikan kami bersama.


Aku perhatikan wajahnya seperti malu-malu aku godain, apakah itu pertanda aku masih ada di dalam hatinya. Kalau seperti itu kenyataannya aku sangat bahagia,tapi entahlah apa aku saja yang terlalu keegeran atau terlalu kepedean sehingga aku menganggap rasa malunya itu karena masih ada rasa cinta yang tersisa untukku atau sudah sirna rasa itu hingga namaku sudah tergantikan dengan mantan almarhum suaminya itu.


Aku harus segera mengutarakan apa yang aku ingin katakan padanya secepatnya walau pun ini hal yang seharusnya dilakukan belakangan karena mengingat kondisi kesehatan dari anak keduaku.

__ADS_1


Sebelum aku mencobanya untuk mengetahui siapa dan bagaimana dengan hatinya itu. Aku harus segera mencobanya agar aku mengetahui siapa pria yang dicintainya,apakah mantan suaminya atau kah masih ada aku di dalam hatinya itu.


Aku berharap apa yang aku inginkan bisa terwujud,ya Allah bukakanlah pintu hatinya Audrey Vanessa kembali untukku, karena aku akan membuktikan kepadanya jika aku sudah berubah bukan Endra yang dulu lagi.


__ADS_2