
Endra sedikit pun melakukan hal itu tanpa ada rasa cinta. Yang ada hanya sekedar kepuasan saja. Vaneesa kembali mandi untuk kedua kalinya. Dia membersihkan seluruh tubuhnya dari sisa percintaan suaminya. Sesekali Vanesa tersenyum melihat tanda yang disimpan oleh Endra ditubuhnya.
"Mungkin akan sangat terasa indah jika kami berdua melakukan hal itu dalam naungan cinta yang tulus," bathin Audrey Vanessa.
Vanesa berharap agar apa yang mereka lakukan hari ini di Bali bisa berlanjut seterusnya di Jakarta di rumah pribadi mereka.
You will not find happiness if you continue to demand perfection. Be grateful for what you have, then there you will find happiness.
Pernikahan yang sukses adalah jatuh cinta sering kali dan selalu terhadap orang yang sama.
Pernikahan adalah ibadah, dan setiap ibadah, dan setiap ibadah bermuara pada cinta-Nya sebagai tujuan. Sudah sewajarnya setiap upaya meraih cinta-Nya dilakukan dengan sukacita.
"Syukur Alhamdulillah aku sudah memenuhi tanggung jawab aku sebagai seorang istri semoga kelak menjadi ladang pahala dan pundi-pundi bekal ibadah aku dikemudian hari," batinnya Audrey Vanessa.
Sore itu senja sangat indah nampak di pelupuk mata. Vanesa duduk di balkon kamarnya sambil menatap indahnya pemandangan sore hari itu. Ia sengaja memilih untuk duduk terkena paparan sinar matahari sore itu. Dia berniat duduk di sana hingga sunset muncul di ufuk barat.
Senyuman itu tak usang dan lekang di makan waktu. Sesekali Vanesa tersenyum manis melihat beberapa orang yang berlalu lalang serta anak-anak yang bermain pasir di pesisir pantai. Suasana hatinya sore itu sungguh bahagia.
"Ya Allah… makasih banyak karena Engkau mengijinkan aku untuk menyerahkan seutuhnya hidupku dan diriku hanya untuk Mas Syailendra dan aku berharap semoga aku segera hamil anak kami berdua," gumamnya Vanesa.
Sedangkan di Jakarta, Lisna tidak henti-hentinya marah-marah. Dia bahkan sudah menghamburkan semua barang-barang yang kebetulan berada di dalam kamar suami sirinya itu.
"Aaahhhhh!! Aku tidak akan tinggal diam dengan perlakuan kalian berdua Nenek dan Kakek tua, aku yakin kalian berdua lah yang melakukan dan merencanakan ini semua," makinya Lisna wajahnya yang memerah menahan amarahnya.
Lisna kemudian mencoba menghubungi nomor hp kekasih gelapnya, tapi hasilnya masih tetap sama. Sudah berulang kali Lisna menghubungi nomor hp Alex tetapi, hingga detik ini satu pun panggilannya tidak digubris, bahkan kadang di rijek. Hal ini membuat Lisna semakin terbakar api amarah dan benci yang bercampur menjadi satu bagian di dalam hati dan pikirannya.
__ADS_1
"Apa sih yang dikerjakan oleh Axel, apa dia bersama dengan istrinya?" Gerutu Lisna sambil melihat ke arah layar hpnya tersebut.
Jika ada orang yang berani menegurnya mungkin itu orang akan mencari mati saja. Lisna berjalan mondar mandir di dalam kamarnya. Dengan melipat salah satu tangannya di depan dadanya sedangkan tangannya yang satu memegang hpnya sembari menyentuhkan keujung dagunya yang lancip itu.
"Sebaiknya aku menelpon Ardian saja, mungkin dia lagi kosong dari job dan bisa membantuku, selama ini anak itu bisa aku andalkan dan selalu bersedia menolongku," cercanya sambil tersenyum licik.
Dia pun segera menelpon nomor hp Ardian. Dan senyumannya langsung terpancar saat telponnya tersambung. Wajahnya yang selalu ditekuk dan penuh rasa benci dan dendam sekarang berubah jadi rasa senang dan bahagia.
Tut.. Tut.. Tut…
"Ardian, aku bisa minta tolong enggak?" Tanyanya dengan suara yang lebih dibuat terkesan manja dan seksi agar Ardian mudah tergoda dan terpengaruh dengan apa pun perkataannya.
"Bisa, emangnya kamu mau minta tolong apa?" Tanya Ardian dari seberang telpon.
Lisna bercermin di depan cermin besar itu dan berputar meliukkan tubuhnya seperti seorang yang sedang berdansa sedangkan hpnya masih berada di dekat telinganya. Ia selalu percaya diri untuk memuji dirinya sendiri atas kecantikan yang dimilikinya.
...****************...
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
__ADS_1
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya.
Makasih banyak all readers…
__ADS_1
I love you all..