
"Alhamdulillah Mami sangat senang mendengar penjelasanmu nak, kalau gitu Mami tutup dulu telponnya, Mami sudah bersiap untuk pulang nih, Assalamu alaikum," tutur Vanessa lalu mematikan sambungan teleponnya.
"Waalaikum salam," jawab Angkasa singkat yang hanya tersenyum menanggapi sikap maminya itu.
"Hari ini pekerjaan cukup banyak, aku baru kali ini merasakan kelelahan yang sungguh sangat membuatku letih," cicitnya Syailendra.
Dia pun berdiri di depan mejanya dan berjalan ke arah jendela besar yang terpampang tinggi besar di samping kanan meja kerjanya.
Endra merentangkan kedua tangannya karena serasa ototnya kaku diakibatkan hampir empat jam duduk terus di atas kursi kebesarannya.
"Mungkin sebaiknya aku berdiri di jendela dan melihat pemandangan sore ini," gumamnya Endra.
Langkah kakinya terhenti saat tanpa sengaja tangannya menyentuh sebuah figura foto seseorang dari atas meja. Ia segera menundukkan tubuhnya untuk meraih figura foto tersebut.
Air matanya kembali menetes membasahi pipinya saat melihat siapa pemilik foto yang berada di dalam figura yang berwarna cokelat tersebut. Ia mengelus wajah perempuan itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
"Audrey Vanessa, Mas sangat merindukanmu… sudah hampir sepuluh tahun engkau pergi dari hidupku, apa kamu masih marah denganku, istriku!" Ratap Syailendra di depan fotonya Vanesaa mantan istri pertamanya.
Air matanya semakin menetes membasahi pipinya, ia semakin terisak dalam tangisannya. Penyesalan, kemarahan, kebencian dan kerinduan serta keresahan bercampur aduk menjadi satu bagian di dalam hati dan pikirannya.
"Maafkan aku yang terlalu percaya dan bodoh dengan semua kata-katanya Lisna waktu itu, andai waktu bisa diputar kembali aku ingin memperbaiki semuanya.. maafkan aku yang sudah salah sangka dan menuduhmu yang tidak-tidak, aku menuduh kamu gara-gara tipuan Lisna yang menganggap kalau ia masih pee raa waan sehingga aku menyamakan saat diriku berhubungan dengannya disaat bersamamu," lirihnya Endra yang sudah terduduk di atas lantai sambil berlutut memeluk fotonya Vanesaa dengan air matanya yang semakin membanjiri wajahnya itu.
Flasback On..
Tring… tring..
Nada dering dan getar hpnya Syailendra membuatnya harus mengakhiri tidurnya pagi itu. Ia dengan terpaksa meraih hpnya dengan sedikit kesal.
"Siapa sih yang menelpon pagi-pagi sekali," umpatnya Endra dengan matanya yang masih terpejam.
Syailendra segera menekan tombol hijau di layar hpnya. Ia sedikit kesal karena tidurnya harus terpaksa terganggu oleh orang yang sedang menelponnya.
"Halo, apa!!! Itu tidak mungkin… kamu pasti kamu sedang bercanda atau prank kan Boy?" Jeritnya Endra yang langsung bangkit dari posisi baringnya itu.
"Maafkan saya Pak, saya sudah berusaha sekuat tenaga dan semampuku tapi, kita tidak bisa menyelematkan perusahaan kita yang merugi dan harus disita oleh bank," jawab Boy di seberang telepon asisten pribadinya itu.
"Tolong jelaskan semuanya dengan rinci dan jelas!" Pintanya Endra.
__ADS_1
Boy kemudian tanpa ragu menjelaskan secara terperinci dan tidak ada yang disembunyikan sedikit pun. Betapa hancur berkeping-keping hatinya saat mengetahui perusahaannya harus bangkrut hanya dalam hitungan bulan sejak keputusannya menceraikan Vanesa.
"Ini tidak mungkin!!! Pasti ada kesalahan atupun kekeliruan di sini, aku yakin dengan sangat," ratapnya Endra dengan air matanya yang semakin mengalir deras.
Wajahnya pucat pasi, peluh keringat bercucuran membasahi sekujur tubuhnya. Tubuhnya bergetar hebat. Ia terduduk di atas lantai saking tidak percayanya dengan kenyataan yang barusan menampar wajah dan hidupnya.
Lisna yang diam-diam mendengar hal itu segera mengambil sikap untuk bertindak dan mencari solusi dari permasalahan suami sirinya.
"Endra sudah bangkrut, aku sebaiknya mengambil semua barang-barang paling berharga yang aku simpan selama ini walaupun itu punyanya sihe, tapi aku tidak mau pusing yang penting aku tidak jatuh miskin bersamanya, aku bukan wanita naif dan bego harus hidup dengan pria miskin dan melarat itu," makinya Lisna yang segera menyelesaikan ritual mandinya.
"Aku harus segera menelpon papa dan meminta bantuan padanya," gumam Endra lalu bangkit dari duduknya tersebut sembari menyeka air matanya itu.
Beberapa jam kemudian, di dalam rumah yang tidak terlalu besar itu, seorang wanita menuruni undakan tangga dengan menarik dua koper besar miliknya.
Endra melihat Lisna menuruni tangga dengan menenteng satu koper, "Lisna!!!! Berhenti!! Kamu mau ke mana?" Teriaknya yang berusaha mencegah langkah Istrinya agar tidak meninggalkannya
Lisna berhenti sesaat di salah satu undakan tangga dengan tatapan jengahnya, "Maaf!! kita tidak bisa bersama lagi dan tolong ceraikan aku saat ini juga," dengusnya dengan sedikit tegas.
Endra tidak percaya dengan perkataan dari Lisna yang barusan terlontar dari mulutnya, "Maksudmu apa sayang? Apa salahku dan apa kekuranganku padamu selama ini?"tanyanya Endra sambil menarik tangannya Lisna untuk mencegahnya agar tidak pergi dari sisinya.
"Apa!!! Jadi seperti ini lah besarnya cintamu padaku haaa!!!" Teriak Endra tepat di depan wajahnya Lisna.
Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan.
Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga.
Fun starts from being together with the closest people, especially family.
Bijaklah dalam bersikap... tindak tanduk Anda baik buruknya pasti akan ada timbal baliknya..
Apa yang Anda tuai itulah yang akan Anda tanam...
eehh kebalik yah...
hahaha 🤣
****************
__ADS_1
Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
I love you all..
__ADS_1