
Perjalanan kisah cinta mereka cukup rumit dan sulit. Disaat Yudistira untuk pertama kalinya jatuh cinta dengan seorang gadis yang ternyata Natalia waktu sudah bertunangan dengan seorang pria.
Lika liku kisah percintaan dari Kenan dilaluinya dengan penuh perjuangan untuk mendapatkan dan meraih cintanya Andira yang waktu itu sudah ada nama seorang pria yang mengisi relung hatinya.
Pria itu lah yang akan menikahinya, tapi karena adanya kejadian dan ujian dalam hubungan mereka yang membuat pertunangannya kandas di tengah jalan. Pria yang sangat dicintainya itu tega mengkhianatinya sehari sebelum acara sakral mereka berlangsung.
Betapa hancur hidupnya saat itu hingga dunia serasa mau kiamat. Betapa malunya menanggung aib akibat perbuatan calon suaminya itu. Dan lebih tidak bisa dia terima adalah, perempuan yang menjadi selingkuhannya adalah kakak dari sahabat baiknya sendiri.
Hingga beberapa hari dia mengurung diri dan sama sekali tidak berinteraksi dengan dunia luar. Hal itu berlangsung beberapa bulan lamanya. Hingga suatu hari,dia bertemu dengan Yudi dalam suatu kejadian yang membuatnya perlahan mampu menjadi pelipur hati dan lara.
Yudistira berbeda sekali sikap dan perilakunya dulu saat masih muda dan lajang dengan kakak kembarnya Syailendra.
Yudis pria yang sangat sabar menantikan kehadiran cinta dan kasih sayang untuknya dari wanita pujaan hatinya itu. Kenan memperlihatkan kepadanya betapa besar cintanya kepada Natalie.
Sedangkan Endra pria yang cukup suka bermain serong sebelum mereka menikah hingga menikah pun dengan Audrey Vanesaa ia masih bermain serong dengan wanita lain hingga Lisna wanita ular berkepala dua itu menjadi penghancur hidup dan masa depannya Syailedra sendiri.
Yudis suatu hari dengan gagah perkasa dia terang-terangan menyatakan cintanya di hadapan orang banyak dan sekaligus langsung melamar Natalie menjadi istrinya tanpa sepengetahuan oleh keluarga besarnya yaitu Pak Abi dan Bu Helma.
__ADS_1
Tetapi tidak semudah itu pula Natalie membuka pintu hatinya untuk pria baru dikenalnya apa lagi luka hatinya belum sembuh juga. Dimana hatinya yang sulit menerima cinta yang baru dengan masih terbayang dengan kegagalan masa lalunya.
Yudis mengelus pucuk rambut panjangnya Natalia, "Sayang, entah kenapa semakin hari Seiring berjalannya waktu aku rasa sayangdi hati ini semakin besar hanya untukmu seorang." Ujarnya Yudis dengan menciumi lehernya Natali.
Mereka menghentikan dan menyudahi aktivitas ranjangnya di pagi hari itu, setelah dari menjemput kedua mertuanya.
"Aku pun sama Sayang, kamu mampu membuatku menjadi perempuan yang sangat berharga dan bahagia dalam hidupku, di dalam sini, ini hanya ada namamu Yudistira Tirtayasa Abimanyu bukan orang lain," terangnya sambil menunjuk ke arah dadanya yang hanya tertutup selimut saja.
Mereka berpelukan untuk saling melepas lelah mereka setelah beraktifitas ranjang yang cukup menguras tenaga dan keringat.
"Aku janji akan menjadi pria yang paling engkau sayangi dan cintai di dunia ini, Mas Mas tidak akan mengijinkan kesedihan mendekati hidupmu walau secuil pun," batinnya Kenan lalu mengecup sekilas kening istrinya sebelum bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi.
Dia sesekali tersenyum melihat kupu-kupu yang cantik berterbangan di atas kelopak bunga yang sedang menghisap sari madu melalui putik dan benang sari bunganya.
"Baby twins," lirihnya.
Perkataan itu kembali terucap dari bibirnya saat melihat kupu-kupu.
__ADS_1
Hanya itu yang mampu diucapkannya, dan membuat kedua orang tuanya sangat bahagia karena sudah ada kemajuan dari perkembangan kesehariannya.
Keesokan paginya, Endra dan yang lainnya sudah berada di dalam mobil dan duduk di tempat masing-masing mereka bersiap akan menuju rumah sakit.
"Mas, semoga Dokter Frans Lie mampu mengobati penyakitnya putra kita, aku tidak tahu harus bagaimana lagi dan tidak tega melihatnya seperti itu terus setiap hari," ratapnya Bu Helma.
"Mas juga pun sama dengan yang dialami dan dirasakan oleh Ibu, tapi mau di apa, kita hanya bisa berusaha semampu kita dan terus menerus berdoa, jangan pernah berputus asa atas rahmatnya Allah SWT," ungkap Pak Abimanyu.
"Betul sekali apa yang dikatakan oleh Mama dan Papa kita harus banyak berdo'a dan berusaha semaksimalnya dan tawakal kepada Allah SWT untuk menyerahkan segala keputusan kesehatannya Abang Endra karena tanpa campur tangan Allah segalanya, tidak akan berarti apa-apa," timpal Natali yang melihat kearah kedua mertuanya berada.
Syailendra hanya duduk terdiam dan membisu ditempatnya. Tapi, sesekali ia mengucapkan kata bayi kembar. Mereka berharap agar setelah dari rumah sakit ada mukjizat yang membuat Endra sembuh dari penyakitnya.
"Itu Audrey Vanessa Mama Istriku, tolong hentikan mobilnya!!" Pekik Endra tiba-tiba saat melihat ada mobil yang melewati mobil mereka dengan kecepatan sedang.
Beberapa saat kemudian ia sudah sampai di depan rumahnya Bu Wahdah Laila Hasyim. Wajahnya sumringah melihat putranya yang tersenyum bahagia menunggu kepulangannya yang sedang berlari ke arahnya yang baru mematikan mesin mobilnya.
Semua orang terkejut dengan teriakan yang tiba-tiba dari Endra itu dan bersamaan melihat ke arah mobil yang ditunjuk oleh Endra.
__ADS_1
"Sayang! Putraku tenanglah mungkin kamu hanya salah lihat saja Nak!!" Tampiknya Bu Helma tapi bersyukur karena Syailendra akhirnya mau membuka suaranya untuk berbicara walaupun sedikit histeris.