Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 148


__ADS_3

Syailendra saling bergantian menjaga anak keduanya itu hingga Samudera membaik. Bu Helma, Pak Abimanyu, anak buahnya David, Dion, Daniel silih berganti mengantikan Endra dan Audrey Vanessa menjaga Sam salah putra kembarnya.


Satu bulan dua minggu kemudian, Samudra sudah dinyatakan sembuh dari sakitnya walau masih harus sering kontrol dan juga tetapi agar semuanya kembali normal seperti sedia kala.


"Alhamdulillah cucunya Nenek sudah sadar dan bisa duduk, apa Sam pengen makan nak?" Tanyanya Bu Helma ketika menggantikan Vanesaa karena Endra Prasetya Vanesa meminta ijin ada yang ingin mereka berdua bicarakan yang cukup serius.


Samudera menatap ke arah neneknya itu," Nenek… apa kamu benar-benar Nenek saya Nyonya?" Tanyanya Sam sambil meraba wajahnya Bu Selma.


Bu Helma tersenyum sumringah bahagia melihat reaksi dari cucunya itu yang diluar dugaannya itu. Bu Helma menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan dari mulut cucunya itu.


Bu Helma menunjuk ke arah dadanya itu, "Nyonya ini adalah neneknya Samudra Adli Abimanyu adalah cucu keduanya Nenek, lihat kedua anak kecil yang seumuran denganmu, mereka adalah adik dan kakak kembarmu kalian bertiga adalah kembar, sama-sama lahir dari bapak dan ibu yang sama," Bu Helma menjelaskan perlahan-lahan agar cucunya bisa lebih santai dan tidak tertekan dengan trauma yang pernah dia alami.


"Ka-kak, a-dik," lirihnya Samudera.


"Angkasa Alif Abimanyu namaku kakak kalian yang lebih tua beberapa menit sebelum kalian berdua lahir," tuturnya Angkasa.


"Kalau saya Starla Kejora Aysila Sysilendra Abimanyu nama panjangku kalau mau panggil saya panggil Ara saja biar lebih praktis dan simpel saja," hehehe suara gelak tawa mereka.

__ADS_1


Semua tertawa penuh kebahagiaan karena Samudraa sudah sembuh dan tidak trauma parah dan akut lagi seperti awal mereka bertemu.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di dalam sebuah kafe yang terdapat di dalam lokasi area rumah sakit. Dua orang yang berbeda jenis kelamin laki-laki dan perempuan.


"Mungkin mas Endra pasti bertanya-tanya kenapa aku ajak bertemu, sebenarnya banyak hal penting yang ingin aku katakan pada mas mengenai hubungan kita berdua, maafkan saya mas saya tidak berniat untuk menikah lagi dengan pria manapun dan saya lebih memilih untuk fokus merawat ketiga buah hatiku daripada harus memikirkan pernikahan, maaf cukup sekali aku dikhianati dan suamiku tidak percaya dengan perkataanku dan kedua aku sudah enjoy dan bahagia dengan kehidupan baruku menjadi seorang janda," ungkap Vanesa yang langsung to the points tanpa basa-basi langsung berkata jujur saja


Endra tidak menyangka jika perempuan yang sangat dicintainya itu memilih hidup seorang diri tanpa suami dan menolak rujuk kembali.


"Maaf, Mas tidak memaksamu untuk menikah lagi denganku, tapi hanya meninta berikan aku waktu untuk memperbaiki semuanya seperti sedia kala atas semua kesalahanku hanya itu saat ini yang saya inginkan," sanggahnya Endra yang sebenarnya sungguh kecewa dan sedih mendengar perkataan dari mulut mantan istrinya itu.


Satu bulan kemudian, Sam sudah seperti sedia kala dan sudah mengikuti berbagai les privat khusus untuk menyembuhkan penyakitnya dulu yang terkadang salaf pengertian.


Semuanya berkumpul di dalam kediaman utama keluarga besar Abimanyu. Mereka mengadakan acara syukuran kecil-kecilan menyambut kepulangan Samudera dari rumah sakit.


Semua doa, ucapan selamat atas kepulangannya Sam cucu keduanya Bu Helma. Mereka bergembira dengan yang lainnya atas kesembuhan Samudra.


"Semoga yang ada di dalam sini meraih kebahagiaan hakiki hingga kakek nenek memisahkan hubungan keduanya itu," ujarnya Pak Abimanyu.

__ADS_1


"Alhamdulillah makasih banyak atas bantuannya karena cucuku sudah kembali ke tanah air dan sembuh dari penyakitnya dan cukup saya yang mengorbankan hak nya anakku bukan Abang dan saya sangat berharap semoga kedepannya tidak ada lagi masalah besar yang menyelimuti seluruh anggota keluargaku, aku sangat bersyukur karena anak dan cucuku bahagia dengan kehidupannya masing-masing,"


"Ya Allah semoga kebahagiaan hari bukan hanya hari ini kami bahagia tapi, semoga kami selalu dalam lindungan Allah SWT yang Maha Pencipta dan maha penyayang," Audrey Vanesa memanjatkan doa untuk ketiga anaknya.


Endra dan Vaneesa saling duduk berdampingan menyambut kedatangan beberapa tamu undangan yang datang meramaikan acara syukuran kecil-kecilan menyambut kedatangan anak-anaknya.


Semua orang bahagia dalam acara tersebut, tanpa ada lagi yang menyimpan dendan,duka dan kesedihan hatinya. Kebahagiaan yang hakiki adalah jika melihat tawa bahagia dari anggota keluarga kita sendiri.


Mampir dong Kak ke novel baru aku judulnya:


Satu atap dua hati


Pamanmu adalah jodohku


Belum Berakhir


...******* TAMAT ******...

__ADS_1


__ADS_2