
Syailendra tersungkur ke atas tanah dalam posisi berlutut. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Ia menangis meraung meratapi kepergian Vanesa dan nasibnya yang hancur sehancur-hancurnya. Bagaikan ribuan jarum dan pisau menikam dan menusuk jantungnya dan hatinya.
"Vanesa!!! jangan tinggalkan a-ku!!!" jeritnya Syailendra dengan suaranya yang menggema memenuhi seluruh sudut pekarangan rumahnya Bu Laila.
Orang-orang yang kebetulan masih ada di sana hanya terdiam dan menjadi saksi bisu kehancuran hidupnya Syailendra Arkana Aryasatya Abimanyu hari itu.
Perkataan dari Ibu Laila membuat Syailendra tidak berdaya. Bagaikan godam besar yang menghantam jantungnya dan ribuan jarum menusuk hatinya berulang kali.
Di dalam relung hatinya yang paling terdalam, dia sangat ingin mengajak istrinya Audrey Vanessa untuk rujuk kembali, tapi semuanya sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur tak ada lagi gunanya.
Endra sama sekali tidak menggubris perkataan dari Ibu Laila dan langsung berjalan masuk ke dalam mobilnya. Hatinya sangat hancur bahkan berkeping-keping,sakit tapi tidak berdarah.
Air matanya meleleh membasahi pipinya. Dia tidak menduga jika hanya dalam waktu kurang lebih empat bulan, Vanesaa memilih untuk membina rumah tangga lagi dengan pria lain.
Langkahnya perlahan dan gontai, Endra memutar kunci stok kontak mobilnya yang baru ingin mengemudikan mobilnya, tapi usahanya kembali terhambat dikarenakan teriakan dari Ibu Laila.
"Syailendra, tunggu!!!" Teriak Ibu Laila dan di dalam genggamannya ada sebuah map coklat yang dipegangnya.
Langkah Ibu Laila tergopoh-gopoh karena takut jika dia terlambat dan amanah dari Nyonya Dwi Handayani belum sempat ia sampaikan sebelum Endra meninggalkan rumahnya. Dan kemungkinan mereka untuk bertemu besar kemungkinannya sangat jarang dan bisa dibilang mustahil.
Endra yang mendengar teriakan dari Bu Laila segera mematikan mesin mobilnya k lalu segera turun dari mobilnya dan mendekati Ibu Laila," pelan-pelan saja ibu jalannya, tunggu aku yang akan ke sana," balasnya dengan mempercepat langkahnya.
Bu Laila tersenyum tipis,"Nak Endra, maafkan Ibu tadi melupakan memberikan map ini untuk kamu nak," ucapnya dengan nafas yang ngos-ngosan karena tadi sempat berjalan tergopoh-gopoh.
Bu Laila sebenarnya ragu untuk memberikan amplop tersebut, tapi mungkin isi dari amplop itu sangat penting untuk kehidupan Syailendra dan anak angkatnya.
Tanpa ragu Syailendra segera meraih map yang diserahkan oleh Ibu Laila kedalam tangannya. Dia menatap ke arah Ibu Laila dan seakan-akan bertanya dengan maksud dari map itu.
Bu Laila hanya menyunggingkan senyumnya, "Kamu buka saja, kalau kamu sudah baca pasti kamu akan mengerti, karena itu semua bukan kapasitas ibu untuk menjelaskannya, jadi maafkan Ibu," pungkasnya Bu Laila.
Endra kemudian membuka map tersebut lalu membacanya, matanya melotot membulat sempurna, mulutnya menganga tangannya mengepal kuat saking tidak percayanya dengan apa yang tertulis di dalam map itu.
"Maaf ini pulpennya Nak, dan tolong bekerjasama lah demi kebaikan kalian berdua," jelasnya dan berusaha untuk membujuk Endra sembari menyodorkan sebuah bolpoin ke arah Endra yang shock mendengar perkataan dari Bu Laila.
"Segitu bencinya kah kamu Van sama aku hingga kamu mengurus perceraian kita," batinnya Endra meronta dan menolak dengan semua kenyataan yang ada.
__ADS_1
Ibu Laila sangat sedih tapi, jalan hidup mereka sudah tidak bisa bersatu kembali, mereka berdiri di dua persimpangan jalan yang berbeda. Ibu Laila dari awal sangat menyayangkan hubungan mereka harus kandas di tengah jalan.
Dan ibu Laila sedikit tidak menyukai perbuatannya Endra terhadap Nafeesa. Tapi, dia tidak ingin menambah masalah dengan membenci Endra ataupun orang lain.
"Kamu sabar nak, dan Ibu berharap agar kamu bisa belajar dari kesalahanmu di masa lalu, dan berusaha lah bangkit, Ibu yakin suatu saat nanti akan ada secercah bahagia untukmu," terangnya dengan memberikan nasehat dan masukan untuk Endra sambil mengelus lengan Endra yang sudah dianggap putranya sendiri.
"Makasih banyak ibu, kalau gitu saya pamit dulu," ucapnya lalu meraih tangan kanannya ibu Laila untuk dia cium.
"Perbanyaklah berdoa dan memperbaiki dirimu, intropeksilah nak insya Allah hidupmu akan menjadi lebih baik dari sebelumnya, berserah diri lah selalu kepada Allah…" tutur Ibu Laila lalu berjalan meninggalkan Endra yang sudah menandatangani surat cerainya.
Jari jemari Endra susah untuk bergerak seakan-akan ada benda dengan beban yang berat terikat di atas jarinya. Sehingga membuatnya sangat sulit untuk menandatangani surat cerai itu.
Hingga senyuman tulus dari Vaneesa jelas tergambar di ujung pelupuk matanya itu. Yang membuatnya bisa menandatangani surat cerai itu.
"Makasih banyak ibu, kalau gitu saya pamit dulu," ucapnya lalu meraih tangan kanannya ibu Laila untuk dia cium punggung tangan perempuan paruh baya yang pernah menjadi Ibu mertuanya.
"Waalaikumsalam, hati-hati nak, salam Ibu sama Ibu dan ayahmu nak," ujarnya.
Endra segera mengemudikan mobilnya dan tidak ingin menolehkan kepalanya. Air matanya yang sedari tadi menetes membasahi pipinya semakin deras saja bagaikan air matanya tidak akan kering.
"Vanessa!!!!" Teriaknya di dalam mobilnya yang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Endra baru menyadari jika penyesalan itu selalu datangnya diakhir sebuah kisah cerita. Penyesalan tidak akan ada artinya jika itu terus menerus dilakukan. Yang bisa dilakukan adalah jalan yang terbaik berusaha memperbaiki yang sudah terlanjur rusak.
Berikhtiar dan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan berusahalah untuk merubah semua kelakuan yang tidak baik adalah salah satu cara yang bisa dilakukan agar tidak terlalu larut dan terjatuh dalam kubangan lumpur kesedihan dan penyesalan.
................
Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Cinta pertama
Duren I Love You
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
I love you all..
__ADS_1