
Ia keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sudah segar dan fresh. Rambutnya yang masih basah dan beberapa anak rambutnya meneteskan membasahi wajahnya yang ayu tanpa polesan make up sedikitpun. Endra yang sudah terbangun sedari tadi diam-diam memperhatikan istrinya dengan sesekali melirik ke arah istrinya yang duduk di depan meja riasnya.
"Cantik." Cicitnya. Kata itu yang mampu meluncur dari mulutnya. Vanesa menolehkan kepalanya ke arah tempat tidur karena tadi samar-samar mendengar suara seseorang yang berbicara.
Endra segera menutup matanya agar tidak ketahuan dengan apa yang dilakukannya. Dia kadang membuka matanya sedikit agar aktifitas yang dilakukan oleh Audrey Vanesa bisa terekam dengan jelas di matanya. Vanesa memakai pakaiannya di hadapan Endra.
Vaneesa yang tidak menyadari dan mengetahui jika Endra diam-diam melihatnya tetap melanjutkan kegiatannya. Vanesa memakai pakaiannya sehingga seluruh tubuhnya dari atas hingga kebawah terekspos dengan jelas di kedua matanya
Endra sampai tidak berkedip sedikitpun bahkan mulutnya menganga membentuk huruf O saking terpesonanya melihat body bak gitar Spanyol itu. Tubuhnya Vanesaa yang kesehariannya tertutupi dengan pakaian yang besar dan longgar sehingga tidak nampak jelas bentuk tubuhnya dari orang lain. Bahkan Syailendra sudah mulai membandingkan tubuhnya Istrinya dengan Lisna istri sirinya.
"Ternyata tubuhnya lebih molek dan bagus dibandingkan dengan tubuh Lidya yang entah kenapa aku mulai bosan melihatnya yang tidak seperti dulu lagi, akhir-akhir ini malah sering becek, untung aku masih sering pakai pengaman saat bersama Lisna," gumamnya Endra.
Vanesa melanjutkan untuk memoles wajahnya dengan sedikit make up minimalis yang membuat penampilannya berubah drastis. Endra kembali dibuat tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Vanesa barusan.
"Kenapa wajahnya sangat cantik hanya memakai make up yang tidak setebal Lisna tapi sangat cantik dan menarik dipandang mata," Syaulendra membatin.
Syailendra tanpa dia sadari sudah mulai memuji kecantikan dari Istrinya. Yang dulunya hanya hinaan dan caci maki yang dia dapatkan. Endra sebenarnya pria yang baik tetapi sudah terlanjur terkontaminasi dengan sikap dan kepribadian jeleknya Lidya.
Sedangkan di Ibu Kota Jakarta, seorang baru terbangun dari tidurnya saat pagi harinya setelah Andra sudah melewati malam pertamanya di Denpasar. Dia bahkan melupakan saat dirinya tidak ikut bersama Endra dan Vanesa ke Pulau Dewata Bali.
"Baru kali ini tidurku terasa nyenyak, apa karena aku sangat lelah setelah membersihkan dapur yah?" Tanyanya yang kebingungan dengan apa yang dia rasakan.
Lisna meraih hpnya dan memeriksa dan betapa terkejutnya saat telah menyadari jika dia melewatkan keberangkatannya ke Bali bersama Endra.
__ADS_1
"Tidakkkkk!!!!!" Jeritan Lisna yang tiba-tiba menggema memenuhi seluruh penjuru kamarnya itu.
Teriak Lisna yang sudah berpikiran negatif tentang keberangkatan Endra dengan Vanesa.
"Ini tidak boleh terjadi, aku harus segera menyusul mereka ke Bali, mereka tidak boleh tidur bareng jika hal itu terjadi pasti wanita kampungan itu bisa akan hamil," umpatnya dengan kesal.
Dia segera berlari ke arah dalam kamar mandi. Untuk segera membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk segera menyusul mereka ke Bali. Sedangkan Ibu Helma dan Pak Abimanyu sudah meninggalkan rumah milik Endra sesaat Lisna berteriak kencang.
Ibu Elma dan Pak Abi tersenyum penuh kelicikan karena mengingat kejahilan istrinya tadi sebelum meninggalkan rumah pribadi anaknya. Sebelum pergi, Ibu Elma mematikan dan memutuskan sambungan air ke dalam kamar mandi Endra.
Dan tidak lupa menguncinya rapat pintu kamar pribadinya Endra tersebut, kemudian lalu membuang semua kunci tersebut ke jalan, "Kunci ini cocoknya berada di atas jalan raya," terangnya saat melempar beberapa kunci rumah dan kamar putranya.
Pak Abi hanya geleng-geleng kepala mengingat perbuatan istrinya yang cukup ekstrim itu. Ia tidak marah sedikit pun dengan kelakuan istrinya karena hal itu ditempuh agar pernikahan anak dan menantunya terselamatkan.
Aku menyukai senja, karena ia seperti kamu, meski sebentar datang, namun hangatnya mampu memeluk hingga ke tulang.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
__ADS_1
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya.
__ADS_1
Makasih banyak all readers…
I love you all..