
"Anu⦠anu apaan sih Van? Kamu gagap seperti itu, apa yang terjadi padamu sebenarnya?" Tanyanya Rendra yang tersenyum simpul dengan penuh selidik.
"Aku sebaiknya berbohong sedikit agar keberadaan Angkasa tidak diketahui oleh Papanya, karena kalau ia tahu aku bisa kehilangan anakku," Vanesaa membatin sembari tangannya saling meremas satu sama lainnya serta wajahnya yang sudah menetes peluh keringat.
Rendra sudah berdiri tegak di depan Vanesaa yang bingung dengan situasi yang terjadi. Ia memperhatikan secara seksama apa yang sedang dilakukan oleh Vanesaa mantan istri dari kakak sepupunya itu yang berbeda tiga bulan saja dengan-nya.
"Kenapa feeling ku mengatakan jika ada yang disembunyikan oleh Vanesaa, tapi itu apa? Apa aku sebaiknya menyelidiki semuanya baru aku laporkan semuanya pada Paman saja yah?" Rendra membatin dengan penuh tanda tanya besar yang muncul dan terlintas di dalam benaknya.
Vanesa memegang ujung bajunya itu, ia sangat bingung untuk berbicara dan mencari alasan yang tepat untuk menutupi kenyataan penting itu, "Aku ingin ke suatu tempat tapi, kayaknya sudah terlambat," jawabnya Vanessa yang berusaha menutupi kenyataan yang ada.
"Ohh gt yah, kalau seperti itu kamu jalan duluan saja lagian sudah terlalu sore juga, walaupun sebenarnya aku ingin menawarkan bantuan untukmu agar aku diijinkan untuk mengantarmu pulang," ujarnya Rendra yang tidak ingin menahan Vanesa lebih lama lagi walupun sebenarnya ia ingin sekali mengantar pulang Vanesa.
"Makasih banyak, itu tidak perlu Mas, aku pakai motor kok ke sini lagian aku tidak ingin merepotkan Mas," cegahnya Vanesa dengan menaikkan kedua telapak tangannya untuk mencegah rencananya Rendra dengan sedikit gugup.
"Keyakinan aku semakin kuat jika ada sesuatu hal yang sangat penting yang disembunyikan dan dirahasiakan oleh Vanesa, aku hanya sekedar basa-basi dan ngetes untuk mengantarnya pulang tapi, ia bereaksi dengan grogi dan mimik wajahnya ketakutan seperti itu," batinnya Rendra dengan keyakinan kuatnya.
"Mas Rendra kalau gitu, aku pamit dulu, Assalamu alaikum," salamnya Vanesa sambil mengucapkan salam terlebih dahulu sebelum meninggalkan lobby perusahaan Global Star Tbk.
Setelah Venesa pergi dari sana, Rendra berjalan tergesa-gesa ke arah ruangan Pak Abimanyu, karena sudah ingin menyampaikan beberapa hal yang menurutnya sangat penting.
"Apa sebaiknya aku kirim seseorang untuk mengawasi Vanesa agar tidak ketinggalan sesuatu hal?" Cicitnya Rendra yang kebingungan dan bimbang apa yang seharusnya dia lakukan.
Sedangkan Vanesa berjalan ke arah parkiran motor. Dia kembali menghubungi nomor hp anaknya dan akhirnya sudah tersambung.
"Assalamualaikum Mami," sahut orang yang berada di seberang telpon.
"Waalaikumsalam Nak, kamu sudah pulang di rumah? Apa kamu baik-baik saja, kenapa hpnya sedari tadi tidak aktif? Mami sangat khawatir denganmu nak," tanyanya Vanesaa yang sudah menyerang putranya dengan berbagai macam pertanyaan.
Angkasa hanya tersenyum menanggapi perkataan dariaminya yang sudah terbiasa mengalami dan mendengar perkataan dan sikap maminya yang seperti itu. Seperti kebiasaan Vanesaa jika sedang mengkhawatirkan keadaan dan kondisi dari anak-anaknya.
__ADS_1
"Alhamdulillah Angkasa baik-baik saja kok Mi, saya juga sudah sampai di rumah, ini lagi ngerjain tugas dari Bu guru," imbuhnya Angkasa yang tersenyum manis seolah senyumannya mampu dilihat oleh anaknya.
"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, Mami akan segera pulang, Mami minta maaf karena tidak datang menjemputmu karena tesnya cukup banyak," jelas Vanesa yang sudah bisa bernafas lega dan belum juga memasang helmnya.
"Tidak apa-apa kok Mi, tidak usah terlalu cemas denganku, aku sudah besar loh Mi, bukan anak kecil lagi, jadi Mami cukup konsentrasi dengan pekerjaan Mami saja," tutur Angkasa yang sudah seperti orang besar saja.
"Alhamdulillah Mami sangat senang mendengar penjelasanmu nak, kalau gitu Mami tutup dulu telponnya, Mami sudah bersiap untuk pulang nih, Assalamu alaikum," tutur Vanessa lalu mematikan sambungan teleponnya.
"Waalaikum salam," jawab Angkasa singkat yang hanya tersenyum menanggapi sikap maminya itu.
Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan.
Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga.
Fun starts from being together with the closest people, especially family.
Bijaklah dalam bersikap... tindak tanduk Anda baik buruknya pasti akan ada timbal baliknya..
eehh kebalik yah...
hahaha š¤£
****************
Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readersā¦
__ADS_1
I love you all..