
"Hati-hati Nyonya nanti tangannya ketusuk duri mawar," cegah Pak Matius tukang kebun.
"Auh!!" Teriak Vanesaa saat tanpa sengaja tangannya tertusuk salah satu duri dari tangkai bunganya.
Vanesaa meringis kesakitan karena perih bekas tusukan dari duri tersebut. Aril yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik apa yang dilakukan oleh istrinya segera berlari hingga dia melompati pagar pembatas taman tersebut. Ia tidak peduli dengan kondisinya yang berlarian cepat.
Aril spontan meraih tangan kanannya Vanesaa yang berdarah lalu menghisap darah segar itu. Vanesaa yang melihat jika suaminya yang refleks tanpa banyak pikir membantunya segera menarik tangannya dengan cukup kasar.
Vanesa menatap jengah ke arah Aril, "Mas tidak perlu repot-repot untuk mengobati jariku, insya Allah aku masih bisa," ketus Vanesaa.
Vanesa lalu berjalan meninggalkan Aril yang masih tercengang mencerna perkataan dari mulutnya Vanesa, ia seakan-akan salah mendengar penuturan dari Vanesaa tersebut.
Aril hanya tersenyum dongkol karena dia tidak menyangka jika Vanesaa masih marah padanya hanya karena salah paham dengan tanda merah yang tadi sempat dilihatnya yang kebetulan Cristy sengaja menyimpan tanda kissmark it di tubuhnya.
Aril terdiam mematung seraya hanya bisa memandangi punggung dari wanita yang sejak kecil disayanginya itu. Cinta sejak pandangan pertamanya.
Tatapannya tertuju pada istrinya yang langkahnya semakin menjauh dari hadapannya, "Vanesa apa kamu akan tetap mencintaiku jika kamu tahu tentang penyakit dan kekuranganku?" Lirihnya Aril yang sangat lirih malah seperti orang yang berbisik saja.
Tukang Kebun yang diberikan kode untuk segera mengambil kotak obat berjalan tergesa-gesa ke arah Aril yang sedari tadi berdiri membeku menjadi saksi bisu dari apa yang sedang dilakukan oleh kedua majikannya itu. Markus hanya mampu menatap kepergian Nyonya Muda dari depannya dan tidak mengetahui apa yang terjadi pada kedua pasangan suami istri itu.
"Tuan ini kotak p3knya yang Tuan minta," ujarnya Markus sambil menyodorkan sebuah benda berbentuk kotak persegi panjang yang berwarna putih dengan tulisan yang berwarna merah.
Markus ingin menyampaikan sesuatu tapi ia sedikit ragu dan berniat tidak ingin mencampuri urusan mereka berdua.
Aril tersenyum tipis ke depannya Markus, "Pak tadi Nyonya ke sini, apa yang dia inginkan?" Tanyanya yang menatap tajam ke tukang kebun sambil mengambil alih kotak itu.
Pak Markus tersenyum tulus, "Tadi, Nyonya Muda sempat menginginkan beberapa tangkai bunga mawar, tapi belum sempat aku petik tangannya Nyonya sudah tertusuk salah satu duri bunga Tuan," jawabnya dengan sangat hati-hati dia takut perkataannya menyinggung Tuannya.
"Kalau gitu, sini alat pemotong bunganya Pak, saya akan mengambil beberapa tangkai bunga mawar untuk istriku tercinta yang paling cantik," tuturnya lalu segera memilih beberapa bunga mawar yang segar dan cantik.
__ADS_1
Aril dibantuin oleh Pak Markus untuk memilih bunga yang paling bagus kualitas dan jenisnya yang bertahan lama jika disimpan di dalam vas bunga. Mereka memilih dan memilah beberapa bunga tersebut.
"Makasih banyak Pak atas bantuannya, silahkan lanjutkan pekerjaannya," ujarnya lalu mengambil bunga yang sudah berhasil dia petik.
"Sama-sama Tuan! Kalau masih butuh bunga datanglah ke sini, aku dengan senang hati akan memilihkan bunga dengan kualitas terbaik untuk Tuan!" Tuturnya Pak Markus dengan seulas senyumannya.
"Makasih banyak Pak atas bantuannya, silahkan lanjutkan pekerjaannya," ujarnya lalu mengambil bunga yang sudah berhasil dia petik.
Aril berjalan kembali ke dalam rumahnya dengan senyuman yang selalu setia menghiasi wajahnya. Langkah kakinya cukup panjang dan lebar. Dia tersenyum ramah kepada semua orang yang kebetulan berpapasan dengannya tanpa membedakan siapa yang dilihatnya.
Senyumannya semakin menawan dan membuat semua maid dan asisten rumah tangganya yang bertemu dengannya di jalan akan terpesona hanya melihat indahnya senyum yang diberikan oleh Aril tanpa pamrih.
"Semoga saja istriku menyukai bunga-bunga indah ini, kasihan Pak Markus sudah susah payah mengambil bunga ini," gumamnya sesekali menciumi wangi aroma dari bunga mawar yang baru bermekaran itu.
Aril sangat bahagia dan kegirangan karena telah bahagia mengetahui jika istrinya ternyata sudah mulai mencintainya itu. Hal itu diketahuinya karena Audrey Vanessa cemburu padanya akibat ulah kebodohan dari Cristina.
****************
Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Merebut Hati Mantan Istri loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
__ADS_1
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Cinta pertama
Duren I Love You
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
I love you all..
__ADS_1