Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 49


__ADS_3

Lisna hanya menatap dengan jengah ke arah Endra yang seakan-akan tidak ingin ada percaya dengan perkataannya tersebut, "Kalau kamu tidak percaya, silahkan kesana agar kamu tahu apa aku benar atau bohong, bye mantan suamiku ummu aaahh," ucapnya Lisna lalu menjalankan mobilnya meninggalkan Endra yang berdiri di dekat pintu mobilnya.


Endra sama sekali tidak menggubris perkataan dari Lisna, dia hanya langsung membalikkan tubuhnya lalu segera berjalan ke arah mobilnya.


Endra tanpa banyak pikir lagi segera melangkahkan kakinya, "Aku harus segera bertemu dengan Vaneesa, semoga dia benar ada di sana dan Lisna tidak berbohong lagi padaku," lirih Endra yang masuk ke dalam mobilnya yang terparkir sedari tadi.


Baru saja ingin memutar kunci mobilnya, tangannya berhenti karena suara intrupsi seseorang yang membuatnya menghentikan tangannya,ia lalu menolehkan kepalanya ke arah sumber suara tersebut. Tatapannya tajam menelisik memandang ke arah Lidya.


Lidya memundurkan beberapa meter mobilnya, padahal laju mobilnya sudah menjauh, "Aku sangat prihatin melihat kondisi Mas Syailendra Arkana Aryasatya Abimanyu yang seperti ini, bagaimana rasanya jadi duda dua kali," sarkasnya Lidya dengan menampilkan senyuman liciknya.


Endra tidak berniat sedikitpun untuk membalas ataupun menimpali perkataan dari Lidya mantan istrinya itu.


"Bagaimana dengan usahanya, apa perusahaanmu sudah bangkit dari keterpurukan dana atau masih bangkrut? Tapi kalau seperti yang saya lihat, sepertinya kamu masih gulung tikar hingga miskin, kasihan banget nasibmu," makinya lalu kembali memakai kacamata hitamnya ke atas puncak hidung mancungnya.


Endra baru ingin membuka mulutnya tapi, telponnya membuatnya membatalkan niatnya itu.


"Mama.." gumamnya saat melihat ke layar hpnya.


Endra segera mengangkat teleponnya, sambil mulai mengemudikan mobilnya menuju alamat rumahnya ibu Laila. Dia tidak ingin menunda lebih lama lagi, agar rasa bersalahnya bisa berkurang sedikit.


"Assalamualaikum Bu," ucapnya saat headset bluetooth sudah terpasang di telinganya.


"Tumben ini anak ngucapin salam, apakah perceraiannya membawa perubahan," batinnya Ibu Helma yang tidak menyangka jika putranya sudah mulai ada perubahan dari sikap putra semata wayangnya itu seperti biasanya.


"Ibu!! Halo!!" Ujarnya dengan sedikit mengeraskan suaranya beberapa oktaf karena tidak mendapat tanggapan dari mamanya.


"Assalamu alaikum, eehhh maaf waalaikum salam, maaf ibu dengar kok Nak," balasnya yang masih tidak percaya dengan jawaban dari Endra anak sulungnya itu.

__ADS_1


"Emangnya kenapa Bu? tanyanya yang tangannya masih setia di atas kemudi mobilnya.


"Ibu sudah ada di jalan menuju rumahmu, apa kamu ada di rumah Nak?"tanyanya yang penuh dengan kelembutan.


"Aku ada di jalan Bu, dan rencananya aku mau ke rumahnya Ibu Laila tempatnya Vanessa," jawabnya dengan lirih.


"Ibu sangat bahagia mendengar kabar itu nak, semoga istrimu masih mau memaafkanmu, membuka pintu hatinya dan setuju kembali padamu lagi," ucapnya Ibu Elma dengan penuh harap.


"Amin ya rabbal alamin Ma, doakan yang terbaik untuk hubungan kami, kalau gitu Endra tutup dulu telponnya Ma. Assalamualaikum," tuturnya lalu mematikan sambungan teleponnya dengan kemudian menambah kecepatan mobilnya menuju rumahnya ibu Laila.


"Ibu sangat berharap Audrey Vanessa kembali dengan putra kita Papa, aku sangat berharap mereka bersatu kembali seperti dulu lagi," terangnya dengan memeluk tangan suaminya Pak Abimanyu..


"Amin, Papa juga sangat menginginkan hal itu terjadi, aku merindukan masakannya Vanesa yang selalu memasakkan makanan jika kita berkunjung ke rumahnya dan memanjakan lidah kita," balas pujian Pak Abimanyu yang kembali teringat beberapa bulan lalu saat menantu kesayangannya masih tinggal bersama mereka.


"Papa, Saya akan meminta maaf pada Vanesa karena gara-gara Mama yang tidak tegas dan meminta Endra dulu untuk menceraikan wanita jadi-jadian dan ular berbisa itu, sehingga putra dan menantu kita yang menderita," umpatnya Ibu Helma yang sangat tidak menyukai sifatnya Lidya.


Mobilnya Syailendra menuju pinggiran kota Jakarta, perlahan tapi pasti mobilnya sudah berada di depan rumah minimalis itu. Suasana rumah itu cukup ramai karena baru beberapa jam yang lalu Vanesaa mengadakan acara akad nikahnya yang kedua.


...----------------...


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:


__ADS_1


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…

__ADS_1


I love you all..


__ADS_2