Milik Wanita Lain

Milik Wanita Lain
Part 30


__ADS_3

Still Lisa POV.


Max semakin menjadi, sentuhan lidahnya kini mengecup permukaan kulit di tengkuk leherku. Dengan lihai semua itu ia lakukan. Tubuhku menggeliat kegelian merasakan sensasi yang ia berikan bertubi-tubi tanpa henti. Sungguh belum pernah aku merasakan perasaan seperti ini sebelumnya.


Sebelah kakinya yang mengunci tubuhku terasa begitu kuat membelit. Kedua tanganku kini dengan erat mencengkram lengannya yang menyilang di atas dadaku, menahan kepalaku agar tidak bergerak. Sialnya aku malah mengangkat kuat kepalaku ke atas, sehingga membuatnya lebih leluasa untuk menikmati leher jenjangku.


Kini lidahnya berjalan di bagian depan leherku. Lalu tubuhnya terangkat, kedua lututnya kini bertumpu untuk menahan tubuhnya. Tangannya memalingkan kepalaku ke arah sebaiknya dan ia langsung menyerang daun telingaku yang satunya lagi. Menyesapnya hingga membuat tubuhku kembali bergetar dan mulutku lagi-lagi mengeluarkan sebuah suara yang aku sendiri jijik mendengarnya. Hawa panas semakin membelenggu tubuhku.

__ADS_1


Namun, aku tidak dapat menolak lagi, sensasi ini begitu membuat candu bagiku. Aku seperti ingin selalu merasakannya. Menikmati getaran di setiap detiknya. Dengan mulutku yang masih terbuka akibat meloloskan sebuah desahan, tiba-tiba saja tangan Max merayap ke pinggangku, menyusup masuk ke dalam baju piyama yang aku kenakan. Lalu mengelus lembut di sana, menciptakan sensasi yang berbeda dari sebelumnya.


Aku menarik tubuhku dengan kuat, membentuk sebuah lengkungan dari setengah lingkaran, yang menyebabkan buah mahkotaku menyentuh dadanya yang bidang. Sedangkan kedua tanganku mencengkram erat sprei ranjangku. Entah hilang ke mana bantal kecil yang tadinya menjadi pembatas di antara dada kami. Aku tidak peduli. Yang jelas saat ini aku sangat menikmati semua sentuhan ini.


Seakan tidak ada lelahnya, Max terus saja menikmati leher serta sesekali ia kembali mencarak telingaku. Napasku semakin tersengal, aku ngos-ngosan dibuatnya. Ia menghentikan sejenak aksi liarnya, membiarkan aku mengatur napasku. Dadaku dibuat naik turun olehnya.


Kini posisinya tepat berada di atasku, dengan tatapan matanya yang tajam dan senyumannya yang mampu meruntuhkan imanku. Aku masih berusaha mengatur pola pernapasanku yang hilang akibat ulahnya. Saat jemarinya merayap menyentuh permukaan kulit di bagian pinggangku.

__ADS_1


Ia memandangi tubuhku yang kini terbuka di matanya, hanya pada bagian dada yang masih tertutup dengan rapi oleh penutupnya. Tanpa berkata apa-apa, Max melepaskan cengkramannya pada kedua tanganku dan langsung menyingkap dan mengecup bagian atas buah mahkotaku, menikmatinya dengan begitu liar, sedangkan sebelah tangannya tak tinggal diam, ia gunakan untuk menangkupkan pada buah mahkota yang satunya lagi.


Bodohnya aku, semua yang terjadi malah membuatku ingin terus merasakannya, bukan menolaknya. Bahkan mulutku seakan bahagia melepaskan beberapa desahan kecil yang aku tahan sebagai arti dari sebuah rasa yang bernama 'kenikmatan'.


Bersambung ...


——————————

__ADS_1


Halloo. Jangan lupa untuk selalu mendukung katya ini, caranya cukup dengan menekan tanda like, love dan star lalu berikan komentar kalian 😊


Terimakasih 💋


__ADS_2