Milik Wanita Lain

Milik Wanita Lain
Part 74


__ADS_3

Tika POV.


Selesai jogging, seperti biasanya, aku nangkring di dapur untuk menikmati sepiring buah-buahan yang sudah di sediakan Bi Mince. Sambil melihat-lihat beranda Instagram di ponselku.


"Non, mau kopi?" tawar Bi Mince padaku.


"Enggak Bi, aku minta tolong ambilin infused water ku aja dalam kulkas dibawah."


Bi Mince segera mengambilkan nya. Sebenarnya aku bisa saja berdiri dan mengambilnya sendiri. Tapi.... Males! Udah pewe..gaskin! Hahahaha 🤪


"Makasih Bi. Mamah mana Bi?" tanyaku sambil meletakkan ponselku.


"Nyonya ke pasar Non, katanya ada yang di beli."


"Oh." jawabku singkat.


Mamah memang seperti itu, jika ada sesyatu yang ingin dibelinya, biasanya dia akan pergi sendiri, kecuali kepepet, baru minta tolong sama Bi Mince.


Siang harinya persiapan dekorasi sudah memulai pekerjaannya. Vendor yang ku pilih memang vendor yang terbaik menurutku. Karena jujur saja vendor ini menurutku adalah vendor yang paling visa mewujudkan keinginan dekor untuk acara sekali seumur hidupku.


Diacaraku kali ini, banyak juga sponsor yang aku dapatkan. Mengapa? Karena pekerjaanku berhubungan dengan mereka hampir di setiap minggunya.


Perusahaan dimana aku bekerja juga tak mau kalah. Bos ku dengan sangat istimewa memberikanku bonus untuk vendor dokumentasi. Dan memberikanku catering gratis untuk prasmanan keluarga. Memang bos yang terbaik!


Mamah, Max dan Haikal sibuk membantu semua persiapan ini. Sedangkan aku? Aku juga melakukan persiapan yaitu pergi ke tempat spa bersama Ka Shilla. Melakukan ritual sebelum acara. Aku benar-benar beruntung memiliki keluarga seperti mereka, beruntung dilahirkan ditengah-tengah mereka.


Tiap hari berlalu dengan sangat lambat menurutku. Dan setiap hari pula keluarga berdatangan. Ada yang dari jauh, ada yang keluarga Papah, ada pula yang keluarga Mamah. Sebagian ada yang tidur di rumah, sebagian lagi ada yang menginap dipenginapan yang sudah disediakan Max tak jauh dari rumah.


Sampai akhirnya hari bahagia itu tiba. Dengan perasaan yang gugup, aku mulai di makeup. Acara pernikahan dimulai jam 8 pagi hingga jam 2 siang. Kemudian after dress party atau resepsinya dimulai jam 8 malam hingga jam 12 malam.


Semuanya memang dilakukan dalam sehari, untuk menghemat waktu. Dan di kotaku itu hal yang biasa. Ponselku terus saja berbunyi sejak jam 3 subuh, saat aku mulai di makeup oleh MUA professional dikotaku. Isinya chat dari Jefri.

__ADS_1


Berkali-kali dia menggodaku, berkali-kali pula aku mengejeknya. Rasa rindu ku sudah hampir meledak. 4 hari tidak melihat wajahnya membuat otak aku sedikit agak lola menanggapi pertanyaan-pertanyaan Mamah.


"Tika, kamu naroh kunci mobil kamu dimana? Digantungan garasi gak ada. Garasinya mau di kosongin." ucap Mamah menyela MUA ku.


Aku berpikir sejenak, sudah lama memang aku tidak menyentuh mobilku. Karena beberapa minggu yang sudah lewat aku selalu diantar jemput oleh Jefri. Jalan-jalanpun juga memakai mobilnya.


"Em. Aku lupa Mah." jawabku singkat.


"Loh gimana bisa lupa sih? Trus gimana mau ngeluarin mobilnya?" Mamah mulai emosi.


"Mah, udah ya. Mamah siapin yang lain aja deh biar aku yang ngurusin ini." ucap Max muncul dibelakang Mamah.


Mamah memang hectic mempersiapkan acara ini, semuanya hampir ditanganinya sendiri. Semuanya bekerja dengan diawasi oleh Mamah langsung. Aku salut pada Mamah ku ini, dia sungguh Wonder Woman-ku.


Segala persiapan telah rampung. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Matahari muncul dengan jingganya yang begitu indah. Seisi rumahku telah berhasil disulap oleh vendor dekor sesuai dengan semua keinginan ku dan Mamah. Perpaduan warna putih dan hijau benar-benar membuat rumah ini seperti kebun bunga.


Mawar putih dan tulip mempercantik setiap sudut ruangan. Wanginya semerbak hingga tercium sampai keluar rumah. Kamar tidurku pun tak luput dari dekor. Setiap sudutnya dihiasi dengan bunga hidup yang semakin mempercantik letak ranjangku yang sudah beralaskan bedcover putih dan silver khas ranjang pengantin zaman modern. Kemudian dibagian atas ranjang sudah rapi dan dipenuhi dengan kelopak bunga mawar merah yang disusun berbentuk hati dengan sepasang handuk angsa diatasnya.


Didalam rumahku juga dipasangi berbagai cctv yang sengaja ku minta pada Bos ku, agar aku bisa mengecek setiap sudut rumah hanya melalui dalam kamar. Padahal sih niat nya bukan itu. Aku memintanya hanya karena aku ingin melihat wajah calon suamiku saat memasuki rumah setelah sekian lama aku tidak bertemu dengannya. Hahhahahhaa


Para dokumentasi telah mulai sibuk melakukan kewajibannya. Ada yang memoto-moto, ada pula yang sedang melakukan take video dengaku. Semua berjalan lancar hingga Jefri dan keluarganya datang. Acara pun dimulai dan semua prosesi berhasil di lalui tanpa adanya cacat sedikitpun. Semua berjalan dengan mulus, semulus kulitku saat ini yang sudah kembali seperti dulu. Semua ini berkat lotion campuran pemberian Haikal. Sungguh bermanfaat.


Setelah prosesi selesai. Max sudah dengan lantangnya menikahkanku dengan pria yang memang aku cintai. Aku pun di jemput oleh Jefri ke kamar. Tempat dimana aku bersembunyi menunggunya sejak tadi. Haikal membantuku untuk berdiri dari kursi riasku setelah berhasil memasangkan sepatu heels ku sebelumnya. Haikal menyerahkan tanganku ke tangan Jefri dengan senyum terbaiknya untukku. Lalu tak lupa ia mengecup pipi ku kilas.


"Selamat ya.. Elu, jagain adek gua, bahagiain dia disetiap nafasnya." ucap Haikal berbisik.


Aku tertawa melihat ekspresi Jefri. Lalu Jefri menatapku lumayan lama, kemudian kami keluar dari kamar, turun menuju tempat pernikahan tadi. Semua terjadi, impianku menjadi nyata. Menikah dengan pria yang aku cintai.


Semua yang hadir terlihat sama bahagianya dengan kami berdua. Aura positif begitu kental terasa. Kami berdua tidak henti-hentinya mengembangkan senyuman di kedua sudut bibir kami. Ucapan demi ucapan mengalir begitu derasnya. Membuat tangan Jefri seolah tidak ingin melepaskan genggamannya pada tanganku. Perasaan bahagiaku memuncak saat disela acara masih sempatnya Jefri dengan segala kejahilannya membisikkan satu kalimat yang mampu membuat wajah ku merona lebih sempurna.


"My wife, my love, my future life." kemudian ia mengecup pipiku kilas.

__ADS_1


Lalu ku balas dengan santai, "Makasih ya buat tulisan di sepatuku."



Jefri tertawa, "Sorry aku ngotorin sepatu kamu."


Aku mengangguk cepat lalu mendekapnya di depan lautan manusia. Untung halaman rumah Mamah lumayan besar hingga bisa disulap menjadi sebuah dekor seperti dalam gedung mewah.



Setelah berakhirnya prosesi panjang dari acara pernikahan megah yang di idam-idamkan Tika dan Jefri. Akhirnya mereka bisa bernafas lega. Kini mereka berdua sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


Banyak kejutan yang diberikan Jefri pada Tika saat after dress party. Salah satunya Jefri yang menyanyikan sebuah lagu berbahasa Inggris yang sangat menyentuh dengan sepasang tangan yang memainkan gitarnya, berjalan perlahan mendekati Tika. Tidak hanya Tika yang dibuatnya meneteskan airmata bahagia. Beberapa tamu undangan pun terlihat mengusap airmata mereka.


Begitu usai Jefri menyanyikan lagu cintanya, dengan sigap Jefri merangkul pinggang Tika, mengecup lembut bibirnya kilas dihadapan semua tamu undangan, dan lagi-lagi suara gemuruh tepuk tangan menghiasi sekeliling mereka.


Semua berbahagia melewati party malam itu yang terlihat elegan.


.


.


.


Lanjut ke Season 2 yaa,


Judul nya bisa di searching "Kebahagiaan (tak) Sempurna" atau klik aja di profile author.


Terimakasih untuk kalian semua yang sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.


😘

__ADS_1


__ADS_2