My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
7. SEASON 2: Dimabukkan Perasaan


__ADS_3

21+


Sofia mengernyitkan dahinya. Tidak mengerti maksud David.


“Aku berjanji kalau dia meninggalkanku, aku juga akan meninggalkan hidupku. Tapi saat aku jatuh dari tebing itu, aku sadar kalau dibandingkan mati, aku lebih takut tidak bisa mengingatnya lagi. Itulah kenapa akhirnya aku mulai memperjuangkan hidupku dari jurang kematian.”


Seketika Sofia terkejut. “Melompat dari tebing? Kematian? Apa maksudmu?” Wajah Sofia menjadi panik.


“Aku memiliki janji yang seperti itu. Tapi aku lebih mementingkan diriku sendiri. Sehingga dibandingkan menepati janji itu, aku memilih hidup dengan tetap mengingat dan mencintainya.”


“Setiap orang tentu memilih untuk mementingkan diri mereka masing-masing. Lia meninggalkanmu mungkin juga karena lebih mementingkan dirinya sendiri dibandingkan menepati janjinya itu.”


Sofia membalas perkataan David seakan-akan mengerti perasaan Amelia. Itu membuat David semakin tidak bisa membedakan Sofia dan Amelia. David semakin mempertajam tatapannya.


“Kenapa kamu melihatku seperti itu?” Sofia keheranan.

__ADS_1


“Bisakah aku menciummu?”


Meski tidak langsung menjawab, sebenarnya Sofia tengah mempertimbangkan itu. Tiba-tiba David malah menciumnya tanpa menunggu jawaban itu. Awalnya Sofia tetap menutup mulutnya tanpa melawan. Entah kenapa, Sofia malah menerima ciuman itu. Sofia tahu ini tidak benar. Namun, Sofia tidak bisa menghentikan itu. Dia hanya berharap ada orang lain yang mampu menghentikan keinginannya itu.


“Ma,” panggilan itulah yang akhirnya menghentikan Sofia.


Sofia dan David pun langsung melepaskan ciuman mereka. Rupanya Dodik telah menyusul Sofia ke taman bermain.


“Apa yang Mama lakukan kepada Om Gila ini?” Rupanya Dodik telah mengganti nama panggilannya kepada David. Meski begitu, David tidak tersinggung. Ciuman Sofia telah menebarkan bunga di seluruh ruang hatinya.


“Tapi kopi Om Gila ini masih penuh.” Dodik menunjuk botol kopi yang masih penuh dalam pegangan David.


Ah, sial. Dodik memiliki kecerdasan yang menurun dari ayahnya. Itulah kenapa Sofia sering keberatan dengan pertanyaan-pertanyaan anak itu.


“Itu kopi Mama. Tadi Mama minta Om ini memegangnya sementara,” kata Sofia berbohong lagi.

__ADS_1


Dodik diam. Dia masih memikirkannya. Saat itu juga Sofia menggendong Dodik dan membawa anak itu pergi. Benar-benar tidak baik jika anak itu masih berada di sekitar David.


Sepanjang perjalanan pulang, di dalam mobil Dodik diam dengan memerhatikan ibunya. Meski membuang muka ke arah berlawanan, Dodik yakin kalau ibunya itu tengah menangis. Untuk pertama kalinya dia melihat langsung air mata itu. Dodik tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Itulah kenapa dia tidak berani mengatakan apa pun.


Berbeda dengan keadaan pasangan anak dan ibu itu, suasana hati David malah membaik. Dia belum beranjak dari tempatnya. Tangannya sibuk menyentuh bibir yang sempat bersentuhan dengan bibir Sofia. David tidak lagi mencari perbedaan antara Sofia dan Amelia. Karena saat tangannya menyentuh dadanya, debaran dari sana persis seperti saat Amelia menciumnya.


David bergegas bangun. Dia pun pergi untuk menemui Dagel, meski yang seharusnya ditemuinya adalah Mula.


“Om, aku bersedia memimpin perusahaan,” kata David memberikan kabar baik.


Kini David memiliki tujuan hidupnya lagi. Itulah kenapa dia akan mulai memperjuangkan hidupnya lagi. Dia akan berjuang untuk dirinya dan orang yang akan diperjuangkannya.


Esoknya David berpenampilan serapi mungkin. Dia ingin menunjukkan ketampanan layaknya anak-anak remaja yang baru saja mendapatkan cinta pertama mereka. Penampilannya sangat mewah, padahal hanya untuk mengunjungi taman bermain. Dia pergi ke sana untuk menemui Sofia. Namun, setelah berjam-jam menunggu, tidak ada tanda-tanda kedatangan perempuan itu. Itu terjadi esoknya dan esoknya lagi. Meski begitu, David tidak berpikiran buruk sama sekali. Dia benar-benar telah jatuh hati.


***

__ADS_1


__ADS_2