
“Tentu saja kau. Kau kan ibunya David,” jawab Amelia.
“Aku memang ibunya David, tapi aku bukan ibumu. Jadi panggil aku nyonya, nyonya Arya,” balas ibunya David sinis.
“Bu-bukankah kau tahu kalau aku dan putramu … aku dan putramu ….”
“Sepasang kekasih?” Ibunya David tersenyum sinis. “Itu kemarin, bukan sekarang.”
Amelia tidak mengerti maksud perkataan ibunya David. “Apa maksudmu?”
“Aku mengusirmu dari kehidupan putraku!”
“Ta-tapi kenapa?”
“Seharusnya bukan itu yang kaukatakan, tapi jumlah uang yang kauinginkan.”
Amelia langsung bangun. “Aku tidak mengerti maksud perkataanmu. Sebaiknya aku pergi.”
Sebenarnya Amelia sedikit mengerti maksud perkataan ibunya David. Namun, dia tidak yakin dengan itu. Lagipula dia tidak mau hidupnya semakin rumit karena pengertian itu.
“Aku ingin mendapatkan beberapa tanah di bawah kekuasaan Ni Hao Group. Jadi aku akan menikahkan David dengan putri tunggal mereka,” kata ibunya David untuk menahan Amelia pergi. “Jadi katakan berapa uang yang kaubutuhkan untuk pergi dari negara ini.”
__ADS_1
“Apa kau mengusirku?”
“Apa kau tuli atau sudah pikun? Aku sudah mengatakannya dengan jelas tadi.”
“Bukannya kau sudah tahu kalau aku akan menikah dengan putramu? Bagaimana mungkin kau malah akan menikahkan putramu dengan perempuan lain?”
“Aku tahu kalau putraku akan menikahimu, tapi aku tidak pernah mengatakan kalau aku sudah merestui kalian. Lagipula perempuan lain di sini bukan calon istri putraku, tapi kau. Hanya karena kau sudah tinggal bersama putraku, jangan salah paham dan menganggap dirimu sebagai tokoh utama. Kau bukan tokoh utama, melainkan parasit.”
“Apa kau juga mengatakan itu kepada David?”
“Tentu saja tidak. Dia bahkan tidak menceritakan apa pun tentangmu kepadaku.”
“Tapi bagaimana kau tahu banyak tentang hubunganku dengan David?”
“Kalau begitu David juga tidak akan tahu kalau kau mengusirku.”
“Lebih baik baginya untuk tidak mengetahui itu. Karena jika dia tahu, itu berarti dia sudah menjadi gelandangan bersamamu.”
“Apa maksudmu?”
“Meski dia adalah putraku, dia tetap bukan apa-apa kalau dia tidak menjadi pewaris keluarga Arya. Dan jika dia tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai bagian keluarga Arya, bagaimana dia bisa menjadi pewaris?”
__ADS_1
“Apa pernikahan yang tidak sesuai itu bisa disebut tanggung jawab?”
“Tentu saja tidak. Karena tanggung jawab David adalah menikah dengan perempuan yang sederajat. Jika dia tidak melakukan tanggung jawab itu, maka dia akan kehilangan segalanya, termasuk kekayaannya. Karena itulah aku menawarkanmu uang sebelum meninggalkan kehidupan putraku atau kau tidak akan mendapatkan apa-apa. Bukankah kau memang datang dalam kehidupan putraku karena uang?”
Itu benar. Amelia memang datang dalam kehidupan David karena kekayaan dan kekuasaan. Dia datang karena harga dirinya telah disakiti oleh Alex dan Levina. Namun, perkataan ibunya David sangat menghinanya. Perkataan itu lebih terdengar seperti Amelia menjalani hidup bersama David karena kekayaan David. Jika David kehilangan kekayaannya, maka Amelia akan pergi begitu saja. Jika itu yang dimaksudkan ibunya David, maka itu tidak benar. Amelia sudah berjanji kepada David untuk tidak meninggalkan laki-laki itu selamanya.
“Itu benar. Aku memang datang kepada David karena dia kaya. Tapi aku sudah melalui sepanjang hidupku dengan kekurangan uang. Jadi aku tidak akan khawatir jika David akan kehilangan kekayaannya. Lagipula manusia tidak selemah itu. Kami tidak akan hancur dengan mudah. Kami akan terus berusaha. Termasuk David. Saat dia benar-benar kehilangan kekayaannya, aku yakin dia akan baik-baik saja. Itulah kenapa selama ini dia sudah membiasakan dirinya dengan hidup dalam kesederhanaan, bukan kemewahan.”
“Hei, anak muda. Hidup tidak semudah drama. Hidup dalam drama hanya selama beberapa bulan, tapi kehidupan nyata bisa sampai tujuh puluh tahun. Tidak ada yang bisa merubah jati diri seseorang. Meskipun David sudah membiasakan hidup yang jauh dari kemewahan keluarga Arya, bukan berarti darah keluarga Arya berhenti mengalir di tubuhnya. Dia bisa hidup sederhana, tapi tidak menjalani hidup sebenarnya. Kau sendiri sudah mengalami hidup dengan kekurangan uang. Kau pasti tahu benar beratnya itu. Apa kau yakin seorang David Anggara Arya akan mampu hidup sepertimu? Bagaimanapun, dia sudah hidup mewah lebih dari separuh hidupnya. Lagipula aku tidak akan membiarkan siapapun bisa hidup sederhana setelah melawanku.”
Ah, betapa bodohnya Amelia! Dia bahkan tidak berpikir sampai ke sana. Padahal Amelia hanya baru-baru ini menonton drama. Sebelumnya bahkan tidak mampu membeli televisi. Bagaimana Amelia bisa dengan cepat berimajinasi sangat tinggi?
“Apa kau yakin kalau kau mencintai David?” tanya ibunya David lagi.
“Oh.” Amelia tidak tahu harus menjawab apa. Dia tidak yakin tentang itu. Amelia tidak pernah memikirkan itu lagi. Dia hanya menganggap kebersamaannya dengan David selama ini hanya sebagai tanggung jawab.
“Kalau kau memang mencintai David, itu akan lebih baik bagimu. Tapi kalau kau tidak benar-benar mencintainya, kau akan menyesali keputusanmu untuk tetap bersamanya. Kau tidak akan mendapatkan apa-apa. Hidupmu malah akan semakin kuperumit. Tidakkah kau lelah hidup seperti itu?”
Ah, lagi-lagi ibunya David berkata benar. Meski ibunya David merendahkan Amelia, Amelia tidak bisa marah kepadanya. Kenyataannya Amelia memang sangat rendah jika dibandingkan dengan ibunya David. Perempuan itu sangat tinggi sampai bisa menguasai apa pun, termasuk Amelia yang tidak berdaya. Jangankan untuk melawan, menguasai diri sendiri saja Amelia tidak mampu. Selama ini Amelia bahkan tidak bisa melakukan apa pun yang diinginkannya. Dia bahkan tidak berani membuat keinginan.
“Baiklah.” Amelia meyakinkan diri pada keputusannya. “Aku akan pergi dari kehidupan David.” Akhirnya itulah yang menjadi keputusan Amelia. Lagipula dia datang kepada David untuk mendapatkan hidup lebih baik, bukan untuk menghancurkan hidupnya, ditambah kehidupan David. “Tapi biarkan aku kembali malam ini untuk mengucapkan selamat tinggal kepada David,” kata Amelia memberikan syarat.
__ADS_1
***