My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
91. Negoisasi Kedua


__ADS_3

“Kau benar. Aku tidak akan memberikanmu jika kau meminta satu triliun dariku dan aku juga tidak akan memberikanmu bahkan jika kau meminta seratus miliyar dariku. Sudah cukup dua ratus juta yang kuberikan padamu. Terserah apa yang akan kaulakukan kepada putraku.” Mula menutup negoisasi. Dia pun bangkit.


Dua ratus miliyar? Seratus miliyar? Dewa pun tahu itu bukan uang yang sedikit. Dewa bahkan tidak akan memberikan uang sebesar itu secara cuma-cuma kepada umatnya.


“Aku sudah pergi dengan dua ratus juta itu,” kata Amelia menahan langkah Mula. “Tapi putramu memaksa tetap bersamaku meski tahu itu. Itu berarti putramu tidak akan peduli apa yang kulakukan asal aku tetap bersamanya. Dia bahkan mengatakan kalau dia akan menjadi tamengku saat kau menyakitiku. Kau tidak akan bisa mengusirku selain dengan uang itu.’


Mula menoleh sedikit. “Bukankah sudah kubilang, terserah apa yang akan kaulakukan kepada putraku.”


Amelia ikut bangkit, tetapi dia tidak menyusul Mula. Dia hanya berjalan keluar dari area kursi untuk mengejar Mula jika perempuan tua itu akhirnya pergi.


“Keangkuhanmu itu tidak mempan lagi kepadaku. David menjadi pewaris utama keluarga Arya karena dia adalah putramu. Meski dia tidak memenuhi tanggung jawabnya, dia akan tetap menjadi pewaris di sana. Kenapa? Karena dia satu-satunya putramu yang tersisa. Putramu juga memberikan kunci kepadaku. Dia mengatakan kalau kau hanya mampu menyakiti orang-orang yang berharga bagi orang-orang yang berharga bagimu, tetapi kau tidak akan bisa menyakiti orang-orang yang berharga bagimu.”


Mula akhirnya menoleh sempurna. Amelia tersenyum miring. Dia telah memenangkan permainan.


“Nyonya,” panggil Amelia. Kemudian dia berhenti sejenak untuk menghela napasnya. “Meskipun David sudah membiasakan hidup yang jauh dari kehidupanmu, bukan berarti darahmu berhenti mengalir di tubuhnya. Dia tetap sama sepertimu. Dia hanya akan peduli pada apa yang berharga baginya. Itulah kenapa kau tidak akan bisa mengusirku, kecuali aku pergi dengan sendirinya.”


“Kini aku tahu kenapa kau bisa setara dengan uang itu.”


“Aku juga menyadari itu. Meskipun aku tidak bisa masuk ke Hollywood, rupanya aku cukup berbakat di dunia nyata.”


“Lalu bagaimana kalau kau tidak benar-benar pergi dari kehidupan putraku?”


“Jangan khawatir. Aku akan benar-benar pergi. Pergi sangat jauh sampai putramu takkan mampu mencariku.”


“Aku juga butuh jaminan.”


“Sayangnya aku tidak bisa memberikanmu jaminan apa pun selain kepercayaan. Lagipula kau tidak berada dalam posisi sebaik itu untuk memintaku memberikanmu jaminan.”


Amelia benar-benar memenangi peperangan ini.

__ADS_1


“Kalau begitu kau ingin transfer atau cek?”


“Ayolah, Nyonya. Aku akan pergi sampai putramu tidak bisa mencariku. Kalau kau saja bisa mencariku, bagaimana mungkin putramu tidak akan mampu?”


“Apa maksudmu?”


“Berikan aku uang tunai.”


“Dua ratus miliyar itu bukan uang dua juta yang bisa kau selipkan di dalam dompet.”


“Aku tahu itu, Nyonya. Itulah kenapa aku juga membeli truk boks kemarin. Rupanya dua ratus juta hanya bisa menjadi wadah untuk kekayaan sesungguhnya.”


Amelia benar-benar cerdik. Mula bahkan tidak memiliki celah untuk menipu perempuan itu lagi.


“Baiklah. Aku akan mengirimkannya kepadamu besok malam. Setelah itu kau harus segera pergi dari kehidupan putraku.”


Amelia puas dengan jawaban yang diterimanya. Dia pun melangkah pergi untuk keluar dari restoran ini.


Mendengar perintah Mula, Amelia merasa lebih puas. Dia pun keluar dari restoran itu dengan penuh kebanggaan.


Setelah Amelia benar-benar pergi dari restoran itu, Mula menambahkan perintahnya, “Ikuti Amelia untuk menemukan keberadaan David. Lalu bunuh perempuan itu setelah mendapatkan uangnya dan manipulasi kematiannya agar David segera melupakannya. Kasihan putraku jika perempuan itu meninggal tanpa kesan buruk apa pun. Dia akan bersedih sepanjang hidupnya.” Mula mulai tersenyum mengerikan.


***


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Kak, kok dikit banget?"

__ADS_1


Dari kalian pasti ada yang mikir kayak gitu. karena gue juga mikir yang sama😅. Biasanya 3 part-5part, tapi sekarang cuma 1 part. tapi mau gimana lagi, stock udah nipis😢


Buat yang enggak mau baca sedikit, kalian bisa tunggu seminggu sekali, langsung banyak itu. tapi buat yang mau sabar, tunggu setiap hari udah cukup😁


__ADS_2