
Atas kemenangan David, Mula menyiapkan sebuah pesta besar untuknya. Para pebisnis terkenal dan kaya menjadi tamu undangannya. Bahkan Alex yang sudah lama tak David dengarkan kabarnya juga berada di tengah-tengah pesta itu. Kehadiran laki-laki itu malah membuat beberapa pertanyaan tersemat di dalam pikiran David.
Dari kejauhan, David melihat Alex dan Levina tengah berbincang dengan Rico dan Sofia yang tengah menggendong Dodik. Entah apa yang sebenarnya mereka bicarakan, tetapi mereka terlihat begitu akrab. Seakan-akan mereka pernah bertemu sebelumnya. Melihat semua itu, David menjadi teringat lagi pada masa lalu. Empat orang pernah berkumpul di masa lalu; bukan Sofia, melainkan Amelia; dan bukan Rico, melainkan dirinya. Tidak ada anak kecil saat itu. David bahkan belum merencanakannya.
Setelah Sofia dan keluarganya pergi, David pun berjalan mendekati Alex.
“Apa kau berpikir sama sepertiku?” tanya Alex lebih dulu saat David baru menghentikan langkahnya. Alex bahkan tidak memberikan David sapaan setelah tidak berjumpa selama enam tahun.
“Apa maksudmu?” tanya David.
__ADS_1
“Dia sangat mirip dengan Lia, seperti pinang dibelah dua. Kupikir kau akan terkejut saat melihatnya,” balas Alex.
“Aku justru terpikirkan hal yang sama kepadamu.”
“Aku juga terkejut saat pertama kali melihatnya tiga tahun yang lalu. Tapi perempuan itu mengatakan kalau dia Sofia Caramella, mantan model ternama di indonesia.”
“Jadi kau sudah bertemu sebelumnya?”
Rupanya semua orang sudah tahu tentang Sofia. Bukan hanya Alex, tapi banyak orang di Indonesia juga. Sofia memang bukan Amelia. Sofia sudah ada di sini dan dikenal oleh masyarakat saat Amelia masih bersamanya.
__ADS_1
“Lalu bagaimana dengan perusahanmu itu? Apa berjalan lancar?” tanya David.
“Akhirnya aku memutuskan untuk menginvestasikan sahamku. Seperti yang kau katakan, tidak mudah menjalankan perusahaan itu seperti impianku.”
Selain David, sebenarnya dari jauh juga ada orang lain yang memerhatikan pertemuan Alex, Levina, Sofia, dan Rico; yaitu Mula dan Dagel. Mula terkejut melihatnya. Namun, dia sudah terbiasa dengan wajah tenangnya itu, sehingga tidak ada yang menyadari wajah aslinya.
“Cari tahu selengkapnya tentang istri Rico Bintara. Cari tahu juga kenapa kita tidak pernah mengetahui itu,” titah Mula kepada Dagel.
***
__ADS_1
Pesta telah selesai. Tempat mulai menyepi. Satu per satu tamu-tamu undangan pun pergi hingga tersisa beberapa pekerja dan David di sana. Sebenarnya David sudah berniat untuk pergi. Namun, saat melewati pintu, terdapat sebuah benda di sana yang menarik perhatian David. Itu adalah gelang, sebuah gelang kayu yang persis dengan gelang yang diberikannya kepada Amelia. Bukan hanya persis, David sangat yakin kalau gelang itu memang gelang yang dia berikan kepada Amelia. Sebenarnya David tidak menemukannya di bandara, melainkan memesannya. Gelang itu hanya ada satu di dunia.
Dalam pikiran David, hanya ada satu orang yang terpikirkan: Sofia. Meski dia adalah seorang model yang disebutkan oleh Alex pernah tinggal di Indonesia, sedangkan saat itu Amelia sedang bersama David, entah bagaimana itu bisa terjadi, tetapi tidak mungkin model itu akan memegang gelang milik Amelia. David menjadi yakin kalau Sofia adalah Amelia. Dipikirkan bagaimanapun, tidak mungkin orang selain Sofia yang membawanya karena Amelia hidup sebatang kara dan tidak memiliki seorang pun keluarga. Lekas David pergi dari gedung itu dan mengendarai mobilnya. Dia pergi menuju kediaman Sofia.