My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
10. SEASON 2: Bangunnya Sang Dendam


__ADS_3

“Kenapa David bisa berada di sini? Kenapa kamu tidak mengatakan apa pun kepadaku sebelumnya?!” tanya Rico mengakhiri kalimat dengan teriakan.


Sofia membuang muka ke samping. Semua ini terjadi karena kesalahannya.


“Kami bertemu di taman sebelumnya. Dia terusan memanggilku Lia meski kukatakan kalau aku Sofia. Dia benar-benar gila sekarang.”


“Lalu kenapa kamu tidak menceritakan apa pun kepadaku?” Rico mengulangi pertanyaannya.


“Kupikir itu tidak penting. Lagipula dia tidak ada sangkut pautnya dengan kita.”


Rico hampir saja meneriaki Sofia lagi, tetapi Sofia menahannya. “Lalu apa maksudnya kerja sama? Kamu juga tidak mengatakan apa pun kepadaku tentang itu?” Sofia membalas pertanyaannya.


“Aku berusaha mendekatkan diri kepada David untuk mempertemukan kalian,” jawab Rico jujur.


“Apa maksudmu?”


“Rencana akan dimulai lebih awal.”


“Bukankah rencana kita dimulai sepuluh tahun setelah ledakan itu? Kita masih memiliki empat tahun dan aku masih merasa belum cukup siap.” Sofia merasa keberatan. Dia bahkan belum menyiapkan apa pun.

__ADS_1


“Mau bagaimana lagi? David sudah kembali dan dia sudah menemuimu.”


“Bukankah urusan kita sejak awal hanya dengan Mula, bukan David?”


“Seberapa banyak David terluka karena Mula, dia masih memiliki darah Mula, dia masih anak Mula. Jika harus berperang dengan siapapun, dia akan tetap membela ibunya. Sedangkan saat David melawan Mula enam tahun lalu, itu karena Mula beraksi sendiri.”


“Bagaimana kamu bisa tahu itu?”


“David akan menjadi pimpinan menggantikan Mula.”


Sofia tertegun. Dia tidak menyangka David akan melakukan itu setelah apa yang menimpa laki-laki itu sebelumnya. “Tapi ….” Meski begitu, Sofia masih merasa berat.


“Kenapa kamu terdengar keberatan?” tanya Rico.


“Atau kamu mulai jatuh cinta dengannya?”


Sofia langsung mendongak. Dia menjadi panik. “Te-tentu saja ti-tidak. Untuk apa aku harus jatuh cinta dengan laki-laki egois seperti itu,” elak Sofia.


Rico berbalik dan melirik sinis. “Akan lebih baik kalau seperti itu atau aku akan mengingatkanmu dengan kakakmu yang harus meninggal di dalam mobil yang meledak itu. Bagaimana dia terjebak sendirian dan harus merasakan siksaan hingga akhirnya harus mati mengenaskan,” ancamnya sebelum pergi meninggalkan Sofia sendirian di ruangan itu.

__ADS_1


Untuk beberapa saat, Sofia masih membeku di posisinya. Dia mencari jawaban atas apa yang memberatkan hatinya untuk menolak jawaban yang Rico tawarkan.


“Itu tidak bisa terjadi lagi,” gumam Sofia.


***


Akhirnya hari pemilihan tiba. Tetap seperti sebelumnya, David tidak mengundurkan diri dari pemilihan itu. Dia berusaha mempertanggung jawabkan keputusannya. Hal yang membedakan adalah kandidat selain David. Sebelumnya posisi itu kosonng. Namun, kini malah terisi oleh Rico. Itulah yang membuat suasana hari ini menjadi panas. Karena para dewan sama-sama menyanjung keduanya. Hanya Mula yang tersingkirkan. Jika putranya sampai kalah, maka dia juga terhancurkan.


Di depan pintu ruangan, David bertatap muka dengan Rico. Keduanya tiba pada waktu yang sama. Berbeda dengan para lawan pemilihan lainnya, biasanya mereka tetap bersalaman dan menyungging senyum dipaksakan. Sedangkan David dan Rico ini malah menunjukkan sisi sebenarnya mereka, kebencian dari dua pasang mata. Tidak ada satu kata pun yang keluar. Setelah mengadukan tatapan mereka, mereka pun membuka pintu bersama-sama: David membuka sisi pintu kiri dan Rico membuka sisi pintu kanan. Dari sana mereka berjalan bersamaan, lalu terpencar untuk duduk di kursi masing-masing.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Apa ini yang disebut update gila-gilaan?😅


__ADS_2