My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
62. Perubahan Hubungan 4


__ADS_3

Itu memang kamar: tempat Levina dan Alex hanya berdiam berdua. Namun, itu bukan kamar seperti yang Levina katakan untuk membuat David terpikirkan. Itu adalah kamar VIP di sebuah rumah sakit. Selama beberapa hari Alex terbaring di atas ranjang itu dengan kakinya yang berbalut perban. Kaki Alex mengalami retak karena Amelia. Karena itulah Amelia tidak bisa pergi dari sisi Alex selama ini. Dia tengah mempertanggung jawabkan pengorbanan Alex dengan merawat laki-laki itu.


Malam setelah pertemuan dua pasang kekasih itu, Alex merasakan ranjang di sampingnya kosong. Tadinya Levina masih berada dalam pelukannya, Alex mengira Levina tengah bangun sejenak untuk pergi ke kamar mandi. Namun, Levina malah tidak kembali.


Alex keheranan. Dia pun mencari Levina ke seluruh dan sekitar rumah. Namun, perempuan itu tidak ada. Setelah berulang-ulang mencari, Alex baru menyadari kalau mobil hitamnya juga lenyap dari sana. Itu berarti Levina memang pergi, tapi ke mana perempuan itu pergi di tengah malam ini?


Alex pun meraih ponselnya untuk menghubungi Levina. Namun, meski berulang-ulang dihubungi, tidak ada satu pun teleponnya yang diangkat. Akhirnya Alex pun mengirimkan banyak pesan kepada Levina.


Setelah mengirimkan pesan-pesan itu, Alex menemukan satu nama yang sudah lama tak mengisi beranda ponselnya, malah berada di posisi paling atas setelah Levina: Amelia. Pesan itu dikirim satu jam lalu. Padahal Alex tidak menyentuh ponselnya semenjak kemarin petang.

__ADS_1


Alex pun membuka pesan itu untuk memastikan barangkali dirinya lupa atau menggunakan pesan berwaktu.


*Anda:


Aku ingin menemuimu malam ini di depan restoran.


Itu bukan Alex yang mengirimkan. Alex yakin tidak melupakan apa pun. Serahasia apa pun perkataannya, Alex tidak mungkin memaksa bertemu seseorang di tengah malam. Lagipula dia sudah bertemu Amelia tadi. Apalagi yang akan dibicarakannya?


Tiba-tiba Alex menjadi khawatir. Semalaman ini orang yang bersamanya hanya Levina. Bisa dipastikan kalau perempuan itulah yang mengirim pesan ini. Levina sangat marah atas perlakuan David. Bisa saja dia nekad melakukan sesuatu dalam kemarahan itu. Alex pun bergegas pergi menuju restorannya. Tidak ada mobil lagi di sana, tengah malam juga tidak ada taksi yang lewat, akhirnya dia pergi dengan berlari.

__ADS_1


Dari kejauhan dengan tetap berlari, Alex tidak menemukan Amelia maupun Levina di depan restorannya. Dia semakin cemas jika dia benar-benar terlambat. Namun, setelah berlari beberapa meter lagi, dia bisa melihat jelas mobil hitamnya terparkir di perempatan jalan. Rupanya dia belum terlambat. Alex semakin mempercepat larinya untuk menghentikan tidakan Levina.


“BOS ALEX!” Tiba-tiba Alex mendengar teriakan dari seseorang yang tak asing.


Alex menoleh. Dia menemukan Amelia melambaikan tangannya yang tengah memegang tas kepada Alex di seberang jalan. Saat Amelia mulai berlari mendekatinya, Alex melihat kalau mobil hitamnya juga mulai berjalan. Amelia berlari dengan sangat cepat sehingga tidak memberikan Alex kesempatan untuk bertindak. Tepat saat Amelia menyelesaikan kegiatan menyeberang jalannya, Alex langsung mendorong Amelia ke tengah jalan, sehingga kaki kanannya sempat menabrak mobil hitamnya, dan berakhir dengan jatuh menindihi Amelia.


Alex tidak bodoh. Dia tahu seharusnya dia tidak mendorong Amelia, tetapi menariknya. Jika tidak berhasil menyelamatkan Amelia berserta dirinya, setidaknya hanya kaki Amelia yang akan retak. Namun, tidak. Alex sengaja mendorong Amelia dan sengaja melukai dirinya.


***

__ADS_1


__ADS_2