My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
13. SEASON 2: Liaku


__ADS_3

Sesampainya di tengah halaman depan rumah Sofia, David berteriak keras, “LIA! AMELIA!” Bukan menyebut Sofia, memang Amelia. David yakin seratus persen kalau Sofia adalah Amelia.


“LIA! KELUARLAH!”


Tak lama, Sofia benar-benar keluar dari rumahnya. Dia terlihat kebingungan dengan tindak David yang berbeda dari biasanya.


Melihat Sofia keluar, David langsung berlari dan memeluk Sofia sangat erat. Anehnya Sofia tidak memberontak sama sekali. Dia malah membeku.


“Lia … kamu benar-benar Liaku rupanya ….”


Setelah mendengarkan itu, barulah Sofia memegang lengan David untuk melepaskan diri, tetapi David cukup kuat.


“Apa maksudmu? Bukankah sudah kubilang kalau aku ini Sofia, bukan Lia!” tegas Sofia.


Akhirnya David melepaskan pelukannya dengan tersenyum-senyum senang.

__ADS_1


“Aku tidak tahu kenapa kamu masih bersikukuh membohongiku. Tapi berhentilah sekarang. Aku sudah tahu semuanya. Bukankah kamu yang membawa gelang ini ke pesta tadi?” David pun menunjukkan gelang kayu yang ditemukannya tadi.


Sofia membungkam mulutnya yang menganga dengan tangannya. Dia terperangah melihat gelang itu. “Itu … bukankah itu gelang—“


“Itu adalah gelang yang kuberikan kepadamu enam tahun lalu,” sahut Rico dari belakang tiba-tiba.


Sofia dan David sama-sama melihat kedatangan Rico dengan tatapan yang berbeda. Sofia menatap Rico dengan tatapan tajam dan penuh kekesalan, sedangkan David menatap Rico dengan tatapan tidak mengerti. Jelas-jelas itu adalah gelang yang David berikan kepada Amelia. Gelang yang hanya ada satu di dunia. Kenapa Rico malah berkata seperti itu?


Tiba-tiba Rico menadahkan tangannya. “Terima kasih sudah menemukan gelang yang kubuat khusus untuk istriku, bahkan sampai mengantarnya ke sini,” kata Rico.


David langsung menyembunyikan gelang itu ke belakang tubuhnya seperti anak kecil. “Apa maksudmu? Ini adalah gelang yang kubuat khusus untuk Liaku?”


“Bagaimana itu mungkin? Jelas-jelas aku membuatnya khusus dan ada satu di dunia.” David masih bersikeras.


“Benarkah? Tapi aku mendengar dari pembuatnya kalau dia sengaja membuat pengecualian untuk gelang ini. Dia membuatkan satu lagi. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa menanyakannya langsung kepada pembuatnya.”

__ADS_1


Seketika David menjadi lemas. Dia masih bersikeras pada keputusannya, tapi dia tidak memiliki bukti apa pun. Bahkan gelang ini tidak lagi menjadi bukti. Dengan pasrah David pun menyerahkan gelang itu kepada Rico. Kemudian dia berbalik dan melangkah pergi dengan menunduk.


Hati Sofia tersentuh melihat bagaimana menyedihkannya keadaan David saat ini. Dia bahkan tidak bisa memikirkan apa pun selain kesedihan laki-laki itu. Tiba-tiba Sofia menarik gelang kayu itu dari tangan Rico dan berlari mengejar David. Setelah jaraknya berada dekat di belakang David, Sofia tidak berniat menghentikannya. Dia hanya berjalan pelan-pelan mengikuti dari belakang. Sofia baru menunjukkan dirinya setelah David duduk lemas di pinggir jalan. Dia begitu lemas sampai tidak kuat berjalan.


“Ambillah,” kata Sofia sembari menyodorkan gelang itu kepada David.


David mendongak. Kemudian dia menunduk lagi dengan perasaan kecewa.


“Bukankah itu gelang kesayanganmu yang kamu dapatkan dari suamimu? Seharusnya kamu tidak memberikannya kepada laki-laki lain,” balas David sinis.


“Sepertinya kamu lebih menyayanginya.” Sofia masih tidak menurunkan tangannya.


“Tidak perlu. Bukankah kamu Sofia, bukan Lia? Gelang itu tidak artinya kalau kamu bukan Lia.”


Tiba-tiba David bangun. Sebenarnya kakinya masih lemas, tetapi dia tetap memaksakan. “Seharusnya aku tidak memberikannya kepada Lia saat itu,” gerutu David. Kemudian dia berjalan cepat tanpa mengambil gelang itu meninggalkan Sofia sendirian.

__ADS_1


Dalam setiap langkahnya, David terus mengatakan kalimat itu. Dia mengatakan itu bukan karena kekecewaannya, melainkan penyesalan. Di langkah terakhirnya, dia kembali mengatakannya, “Seharusnya aku tidak memberikannya kepada Lia saat itu.” Dia mengatakannya dengan nada berbeda. Di saat lututnya terjatuh, ari matanya pun mengikuti. David menangis. Seharusnya dia memang tidak memberikan gelang itu kepada Amelia dan membiarkan perempuan itu pergi dengan selamat.


***


__ADS_2