My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
54. Berkhianat Lagi 2


__ADS_3

Amelia terdiam. Jelas-jelas Alex meminta maaf kepadanya, tetapi entah kenapa dia seakan tidak mengerti.


“Aku minta maaf atas perlakuan kasarku dan Levina dulu,” jelas Alex.


Amelia terperangah. Dia tidak menyangka Alex bersusah payah menemuinya hanya untuk meminta maaf atas kejadian hari itu. Amelia bahkan tidak memedulikannya lagi. Hidupnya sudah lebih baik—sangat malah. Dia bahkan sudah lupa pada keinginannya untuk memasuki restoran Alex bukan sebagai pelayan atau pelanggan.


“Tapi kan itu memang kesalahanku sehingga pantas untuk dipecat,” sela Amelia.


“Aku tidak meminta maaf karena sudah memecatmu. Kau bersalah karena itu kau pantas untuk dipecat. Hanya saja aku kurang tegas sebelumnya. Karena itu, tunangankulah yang sekarang membantuku mengurus restoran,” jelas Alex.


“Jadi kau benar-benar bertunangan dengan Levina?”


“Iya.”


Amelia tidak begitu dekat dan mengenal Alex sebelumnya, tetapi dia merasa menyesal atas pertunangan Alex dan Levina. Pertunangan itu seakan menyatukan surga dan neraka. Meski tidak mengenal Levina, Amelia tahu benar kalau Levina adalah perempuan yang kejam.


“Lalu kenapa kau meminta maaf kepadaku jika kau tidak menyesal telah memecatku?” tanya Amelia.

__ADS_1


“Kau memang bersalah, tapi itu bukanlah alasan untuk berbuat kasar kepadamu. Levina bahkan sampai mendorongmu. Kau pasti memiliki masa-masa sulit karena kami.” Alex menundukkan kepalanya lagi.


Alex memang laki-laki yang baik. Dia bahkan meminta maaf untuk kesalahan yang tidak diikutinya. Dia memang malaikat penghuni surga.


“Jangan terlalu merendah, Bos,” kata Amelia dengan nada akrab. Dia berusaha mencairkan suasana canggung di antara mereka. “Aku memang memiliki masa sulit saat itu, tapi tidak sesulit yang kaukira. Kehidupanku menjadi lebih baik malahan.”


“Kenapa kau masih memanggilku ‘Bos’? Aku kan sudah memecatmu?” tanya Alex.


“Sekali Bos, selamanya tetap Bos. Lagipula kau bukan temanku atau kekasihku, jadi aku harus memanggilmu apa kalau bukan ‘Bos’?”


Alex akhirnya tersenyum karena geli. Amelia berhasil mengusir kecanggungan di ruangan itu.


“Ah, itu ….” Amelia ragu menjelaskan. “Seperti yang kau tahu: aku memang tinggal bersama David. Kupikir David tidak seburuk yang kuduga sebelumnya. Jadi aku mencoba untuk bersama dengannya,” kata Amelia berbohong.


“Kau yakin?” tanya Alex tidak percaya. “Kau tidak melakukan itu karena kau tertekan atau David memaksamu bukan?”


Itu benar. Amelia memang datang kepada David karena tertekan oleh nasibnya. Akan tetapi, Amelia tetap menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.

__ADS_1


Meski tidak puas dengan jawaban itu, Alex berusaha merasa lega. Sebelumnya dia cemas karena mungkin Amelia mendatangi David karena perlakuannya dan Levina. Lagipula David memang mencintai Amelia. Tidak mungkin Amelia tidak bahagia jika bersama David karena David akan meyirami dunia Amelia dengan cintanya.


“Aku percaya kepadamu. Tapi jika kau tidak bahagia bersama David, kau bisa datang kepadaku. Aku akan membantumu melepaskan diri dari David.”


“Tenang saja. Itu tidak mungkin. David berhasil membuatku bahagia, jadi untuk apa aku melepaskan diri darinya?”


“Bukan itu saja. Jika kau membutuhkan bantuan apa pun, kau juga bisa mengatakan itu kepadaku.”


“Kenapa aku harus mengatakan itu kepadamu, sedangkan aku memiliki David dan kau hanya mantan bosku?”


“Karena aku sebagai mantan bosmu memiliki kesalahan yang harus ketebus. Kau memang memiliki David, tapi suatu hari, pasti akan ada sesuatu yang tidak bisa David lakukan untukmu.”


“Sesuatu seperti apakah itu?”


“Sesuatu yang hanya kauberikan kepada David.”


Benarkah sesuatu seperti itu ada?

__ADS_1


Saat itu, Amelia tidak berpikir kalau sesuatu seperti yang Alex maksudkan itu ada atau akan ada. Meski begitu, Amelia benar-benar memaku percakapannya dengan Alex hari ini di tempat istimewa di pikirannya.


***


__ADS_2